Charles Ponzi, adalah seorang imigran Italia di amerika yang mendapat untung besar dari berbohong kepada orang-orang. Faktanya, dia sangat pandai menipu sehingga pemerintah menamakan jenis penipuan serupa sebagai Skema Ponzi . Pada tahun 1920, Ponzi menipu ribuan penduduk New England untuk berinvestasi dalam skema spekulasi prangko. Dia berjanji kepada investor bahwa dia bisa memberikan pengembalian investasi sebanyak 50 persen hanya dalam 90 hari. Setiap kali investor baru memberinya uang, ia akan menggunakan dana itu untuk memberi keuntungan pada investor sebelumnya untuk menciptakan ilusi bahwa mereka mendapat untung dari bisnis yang sah. Pada puncak penipuan besarnya, ia bisa meraup $ 250.000 sehari, sekitar $ 3 juta kalau dihitung uang hari ini. Tetapi hari-hari licik dan penipuannya terhenti pada bulan Agustus di tahun yang sama, ketika ia didakwa dengan 86 tuduhan penipuan.
Judul artikel ini merujuk pada ayat Al Quran. Tapi kenyataannya memang demikian. Beberapa masalah yang akhir2 ini diributkan orang justru penyebabnya mereka sendiri. Maraknya begal dan pembunuhan. Lah udah disuruh hukum potong tangan, hukum mati jika si begal membunuh, dilakukan di depan umum supaya ada efek jera, eh malah ga dikerjakan. Jadilah begal2 itu residivis kambuhan. Bukannya masyarakat yang dilindungi, justru si begal yang terlindungi dari hukuman berat. Susahnya cari tanah kuburan. Lah udah dibilang sama Rasulullah kuburan seorang muslim itu cuma tanah aja, ga pake pertanda apa2, apalagi sampai dibikinin nisan+bangunan di atasnya. Tapi ya kok tetap pada ngeyel? Pembangunan tidak merata. Lah udah dibilang bikin bangunan atau rumah ga boleh menghalangi matahari ke rumah tetangga, ini malah berlomba bangun pencakar langit. Jadinya? Ya numpuk di Jakarta. Mau ngeluh banjir? Macet? Ngeyel sih. Pelecehen seksual merajalela. Lah udah diajarin syarat nikah itu suka sama ...
Komentar
Posting Komentar