Charles Ponzi, adalah seorang imigran Italia di amerika yang mendapat untung besar dari berbohong kepada orang-orang. Faktanya, dia sangat pandai menipu sehingga pemerintah menamakan jenis penipuan serupa sebagai Skema Ponzi . Pada tahun 1920, Ponzi menipu ribuan penduduk New England untuk berinvestasi dalam skema spekulasi prangko. Dia berjanji kepada investor bahwa dia bisa memberikan pengembalian investasi sebanyak 50 persen hanya dalam 90 hari. Setiap kali investor baru memberinya uang, ia akan menggunakan dana itu untuk memberi keuntungan pada investor sebelumnya untuk menciptakan ilusi bahwa mereka mendapat untung dari bisnis yang sah. Pada puncak penipuan besarnya, ia bisa meraup $ 250.000 sehari, sekitar $ 3 juta kalau dihitung uang hari ini. Tetapi hari-hari licik dan penipuannya terhenti pada bulan Agustus di tahun yang sama, ketika ia didakwa dengan 86 tuduhan penipuan.
Kepada Yth. Saudara Ir. H .Joko Widodo. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, saya melihat tata kelola berbangsa dan bernegara yang begitu sulit dicerna akal sehat untuk dipahami oleh siapapun. Kebijakan-kebijakan saudara selalu melukai dan merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah ancaman lepasnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kami cintai ini. Suka atau tidak suka, di era kepimimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal. Entah karena ketidakmampuan saudara atau bisikan kelompok yang memiliki kepentingan yang tidak bisa saudara pahami atau mungkin karena saudara telah tersandra oleh kepentingan para elit politik. Disini saya tidak akan memaparkan kebijakan-kebijakan saudara yang lebih banyak merugikan ...
Komentar
Posting Komentar