Banyak orang menganggap badut itu menyeramkan (termasuk saya), tetapi bukan hanya wajah yang dicat dengan bibir tebal itu yang membuat orang merinding. Takut pada badutsudah dianggap ketakutan yang umum dirasakan oleh individu yang sama dengan takut pada kematian, jarum suntik, dan berbicara di depan umum. Apa yang kebanyakan orang tidak tahu adalah bahwa ketakutan terhadap badut sebenarnya adalah fobia nyata dengan gejala mental dan fisik yang berpotensi merugikan.
Apa itu coulrophobia?
Coulrophobia adalah istilah ilmiah untuk fobia terhadap badut. Fobia adalah ketakutan intens yang memengaruhi perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Bagi mereka yang takut dengan badut, acara tertentu yang mungkin dianggap menyenangkan bagi banyak orang seperti sirkus dan karnaval, dapat memicu kecemasan. Beberapa gejala umum dari fobia adalah detak jantung meningkat, mual, gemetar, berkeringat, dan kesulitan bernapas.
Apa yang menyebabkan rasa takut pada badut?
Profesi badut memiliki sejarah panjang. Pekerjaan yang menyerupai bentuknya saat ini berasal dari para pelawak istana di kerajaan Eropa abad pertengahan, yang tujuan utamanya adalah untuk menghibur raja atau ratu. Tapi mereka sering mengejek penguasa dalam prosesnya. Namun, versi paling kuno dari sosok mirip badut dapat ditemukan dalam budaya Mesir kuno, Cina, Pribumi Amerika, dan Yunani.
Evolusi badut selanjutnya datang dalam bentuk harlequin atau zanni , bahan utama teater Italia. Badut itu seorang penghibur, tapi belum tentu cocok untuk semua umur. Dia sering bertingkah kasar dan vulgar, terkadang melakukan kejahatan.
Badut selalu memiliki sisi gelap. Bagaimanapun, ini adalah karakter yang mencerminkan bagaimana makna bersenang2 di tengah masyarakat. Akademisi mencatat bahwa ide komedi mereka sering kali berasal dari nafsu makan yang rakus, seks, dan minuman keras, dan juga perilaku maniak (sejenis gangguan jiwa) mereka.
Tahun 1800-an konsep badut modern yang kita kenal sekarang mulai terbentuk. Bergeser dari yang "mentah" menjadi fokus pada daya tariknya bagi anak-anak. Lawakan mereka menjadi kekonyolan bukan ala orang sakit jiwa. Tapi masalahnya asal-usul mereka tetaplah sama. "Kengerian" mereka mulai mendapatkan tempat kembali berkatproduk budaya pop seperti Killer Clowns from Outer Space (1988) , It (novel, miniseri, dan film 2017), dan Clown (2014).
Dan kisah nyata memainkan peran besar dalam menimbulkan ketakutan yang nyata di masyarakat. Salah satu inspirasi film It adalah pembunuh berantai John Wayne Gacy, yang diberi julukan "Badut Pembunuh" karena penggunaan kostum badut dalam setiap pembunuhannya.
Berapa banyak orang yang menderita coulrophobia?
Sebuah studi Universitas Sheffield menemukan bahwa sebagian besar anak-anak berusia empat hingga 16 tahun dalam sebuah penelitian terhadap 250 orang responden, tidak menyukai badut. Badut secara universal tidak disukai oleh anak2. Beberapa menganggap mereka menakutkan dan tidak dapat ditebak perilakunya.
Studi lain yang dilakukan oleh Chapman University mengungkapkan bahwa sekitar 7,8% orang dewasa Amerika sebenarnya takut pada badut.
Komentar
Posting Komentar