Dua orang peserta tes anggota Polri datang ke praktek sy untuk memeriksakan giginya. Kemudian salah satunya didapati ada gigi yang sudah ditambal tapi mengalami infeksi. Terlihat benjolan abses di bagian gusi dekat akar giginya. Tapi dia tidak merasa sakit.
Kemudian saya menyarankan, "Nanti kalau sudah lulus tes, sebaiknya gigi ini dirawat lagi atau dicabut sekalian.."
Ternyata jawabnya, "Hahahaha.....kalau nanti sudah jadi polisi saya mah ga mikirin lagi dok..."
Fiuuuuuuh dalam hati saya. Ternyata begitulah masih karakter kita sebagai manusia. Saya pun tak jarang demikian. Segalanya hanya dilakukan demi lulus, kalau kata rocky gerung, ijazah itu menandakan seseorang itu pernah sekolah, bukan berarti dia berfikir.
Dulu zaman akreditasi puskesmas, terlihat kentara sekali prosesnya yang sekedar ini, sekedar itu, yang penting ini, yang penting itu, artinya bukan untuk meningkatkan pelayanan seperti yang diinginkan pak jokowi. Tapi sayangnya memang pak jokowi sibuk dengan gimmick ini dan itu, dan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Media pun tidak berani membahas, mungkin karena tak cukup menarik. Terbukti kemudian salah satu dokter gigi spesialis menceritakan bagaimana rumah sakitnya mati2an bikin ini dan itu demi lulus akreditasi, dan setelah hasil akreditasi keluar, kembali seperti biasanya.
Alangkah kasihannya si calon polisi tadi kalau giginya kambuh. Saya jadi penasaran, apakah betul dia "gak akan mikirin lagi" kalau sudah lulus jadi polisi. Atau malah nanti bakal datang dengan pipi gembung meringis gara2 gigi yang saya jelaskan kepada dia tadi. Kita tunggu saja tanggal mainnya. Hehe
Komentar
Posting Komentar