Langsung ke konten utama

Kesehatan Gigi Polri

Dua orang peserta tes anggota Polri datang ke praktek sy untuk memeriksakan giginya. Kemudian salah satunya didapati ada gigi yang sudah ditambal tapi mengalami infeksi. Terlihat benjolan abses di bagian gusi dekat akar giginya. Tapi dia tidak merasa sakit.

Kemudian saya menyarankan, "Nanti kalau sudah lulus tes, sebaiknya gigi ini dirawat lagi atau dicabut sekalian.."
Ternyata jawabnya, "Hahahaha.....kalau nanti sudah jadi polisi saya mah ga mikirin lagi dok..."

Fiuuuuuuh dalam hati saya. Ternyata begitulah masih karakter kita sebagai manusia. Saya pun tak jarang demikian. Segalanya hanya dilakukan demi lulus, kalau kata rocky gerung, ijazah itu menandakan seseorang itu pernah sekolah, bukan berarti dia berfikir. 

Dulu zaman akreditasi puskesmas, terlihat kentara sekali prosesnya yang sekedar ini, sekedar itu, yang penting ini, yang penting itu, artinya bukan untuk meningkatkan pelayanan seperti yang diinginkan pak jokowi. Tapi sayangnya memang pak jokowi sibuk dengan gimmick ini dan itu, dan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Media pun tidak berani membahas, mungkin karena tak cukup menarik. Terbukti kemudian salah satu dokter gigi spesialis menceritakan bagaimana rumah sakitnya mati2an bikin ini dan itu demi lulus akreditasi, dan setelah hasil akreditasi keluar, kembali seperti biasanya.

Alangkah kasihannya si calon polisi tadi kalau giginya kambuh. Saya jadi penasaran, apakah betul dia "gak akan mikirin lagi" kalau sudah lulus jadi polisi. Atau malah nanti bakal datang dengan pipi gembung meringis gara2 gigi yang saya jelaskan kepada dia tadi. Kita tunggu saja tanggal mainnya. Hehe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka Ruslan Buton Untuk Joko Widodo

Kepada Yth. Saudara Ir. H .Joko Widodo. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, saya melihat tata kelola berbangsa dan bernegara yang begitu sulit dicerna akal sehat untuk dipahami oleh siapapun. Kebijakan-kebijakan saudara selalu melukai dan merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah ancaman lepasnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kami cintai ini. Suka atau tidak suka, di era kepimimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal. Entah karena ketidakmampuan saudara atau bisikan kelompok yang memiliki kepentingan yang tidak bisa saudara pahami atau mungkin karena saudara telah tersandra oleh kepentingan para elit politik. Disini saya tidak akan memaparkan kebijakan-kebijakan saudara yang lebih banyak merugikan ...

Dokter Bhinneka Tunggal Ika? Atau Dokter Anti Islam?

Hhmmm dokter bineka tunggal ika..??? Rasanya dari dulu ga pernah ada masalah dengan Bhineka Tunggal Ika....dari mulai kuliah rekan2 dari sabang sampe merauke, dosennya juga dari berbagai suku ras dan agama.. sampai sekarang jadi TS.. pasien2 juga beragam dari mulai yang matanya sipit kulitnya hitam, dilayani dengan baik sesuai kode etik.. Kenapa tiba2 ada yang ngaku2 dokter Bhinneka Tunggal Ika? Hahaha.. Pilkada DKI sudah selesai, jangan profesi dokter kalian tunggangi karena sakit hati. InsyaAllah tinggal usulkan : Presiden harus beragama non muslim dan berasal dari etnis Tionghoa di UUD kita nanti. Sesuai penafsiran Bhineka Tunggal Ika kalian kan? Hahahaha

3 Cara Mendisinfeksi Masker

Ahli medis merekomendasikan untuk mencuci masker setidaknya sekali sehari. Berikut adalah tiga metode untuk mendisinfeksi masker  secara efektif. 1. Bersihkan masker di mesin cuci Jika Anda memiliki mesin cuci, sebenarnya sudah cukup untuk membersihkan masker Anda. Pastikan untuk mencuci masker Anda setiap selesai digunakan. Pakailah kantong khusus seperti mencuci sepatu untuk melindungi elastisitasnya. Cuci masker Anda dengan deterjen cuci biasa dan bisa tambahlan  air panas juga. Selanjutnya, keringkan.. Metode yang sama juga berlaku untuk penutup wajah kain lainnya seperti bandana atau syal. 2. Bersihkan masker di wastafel Karena tidak memiliki akses ke mesin cuci, Anda juga dapat membersihkan masker kain di wastafel dapur Anda. Isi wastafel Anda dengan air panas dan sabun cuci piring. Biarkan masker wajah Anda terendam dalam air sabun panas selama setidaknya lima menit. Pastikan untuk mengeringkannya sampai benar2 kering sebelum memakainya. 3. Disinfeksi masker...