Langsung ke konten utama

Permen di Bank Haram

Sudah sibuk nyari pernyataan soal permen di bank konvensional, tidak ada satu pun sumber yang valid, dari ulama yang lurus, bukan ulama mencla mencle atau ulama politik. 

Kebanyakan sumber yang muncul justru dari situs2 buzzer penguasa. Situs2 yang biasanya sibuk membunuh karakter orang2 yang mengkritik pemerintah. 

Jadi bukan sesuatu yang salah kalau sepertinya ini sama dengan kasus klepon haram. Ada buzzer yang mencetuskan isu ini supaya Islam digambarkan buruk sedemikian rupa.

Tapi sepertinya kali ini si buzzer bego sendiri. Justru dengan kembali mempopulerkan soal keharaman bank, meskipun cuma permennya, si buzzer jadi makin membuat masyarakat yakin, minimal bimbang, untuk datang ke bank konvensional.

Ide awal yang sebetulnya ingin mentertawakan Islam, justru malah jadi bumerang. Toh bunga bank sudah jadi sesuatu yang haram sejak MUI berfatwa soal itu beberapa tahun yang lalu. Dan sebetulnya masyarakat sudah cuek dan lupa dengan fatwa itu, bahkan sebagian tidak peduli. 

Tapi malah si buzzer yang berniat mengolok2 islam ini, malah mengingatkan kembali. Justru di saat banyak orang terkena dampak pandemi, dan akhirnya sadar betapa sakitnya kena bunga bank itu. Justru di saat yang amat tepat inilah si buzzer anti islam ini, mengingatkan orang banyak akan benarnya pesan islam dalam bidang ekonomi. 

Jadi terimakasih buzzer, usahamu untuk mengolok2 islam malah jadi senjata makan tuan. Wkwkkwwk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka Ruslan Buton Untuk Joko Widodo

Kepada Yth. Saudara Ir. H .Joko Widodo. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, saya melihat tata kelola berbangsa dan bernegara yang begitu sulit dicerna akal sehat untuk dipahami oleh siapapun. Kebijakan-kebijakan saudara selalu melukai dan merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah ancaman lepasnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kami cintai ini. Suka atau tidak suka, di era kepimimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal. Entah karena ketidakmampuan saudara atau bisikan kelompok yang memiliki kepentingan yang tidak bisa saudara pahami atau mungkin karena saudara telah tersandra oleh kepentingan para elit politik. Disini saya tidak akan memaparkan kebijakan-kebijakan saudara yang lebih banyak merugikan ...

Dokter Bhinneka Tunggal Ika? Atau Dokter Anti Islam?

Hhmmm dokter bineka tunggal ika..??? Rasanya dari dulu ga pernah ada masalah dengan Bhineka Tunggal Ika....dari mulai kuliah rekan2 dari sabang sampe merauke, dosennya juga dari berbagai suku ras dan agama.. sampai sekarang jadi TS.. pasien2 juga beragam dari mulai yang matanya sipit kulitnya hitam, dilayani dengan baik sesuai kode etik.. Kenapa tiba2 ada yang ngaku2 dokter Bhinneka Tunggal Ika? Hahaha.. Pilkada DKI sudah selesai, jangan profesi dokter kalian tunggangi karena sakit hati. InsyaAllah tinggal usulkan : Presiden harus beragama non muslim dan berasal dari etnis Tionghoa di UUD kita nanti. Sesuai penafsiran Bhineka Tunggal Ika kalian kan? Hahahaha

3 Cara Mendisinfeksi Masker

Ahli medis merekomendasikan untuk mencuci masker setidaknya sekali sehari. Berikut adalah tiga metode untuk mendisinfeksi masker  secara efektif. 1. Bersihkan masker di mesin cuci Jika Anda memiliki mesin cuci, sebenarnya sudah cukup untuk membersihkan masker Anda. Pastikan untuk mencuci masker Anda setiap selesai digunakan. Pakailah kantong khusus seperti mencuci sepatu untuk melindungi elastisitasnya. Cuci masker Anda dengan deterjen cuci biasa dan bisa tambahlan  air panas juga. Selanjutnya, keringkan.. Metode yang sama juga berlaku untuk penutup wajah kain lainnya seperti bandana atau syal. 2. Bersihkan masker di wastafel Karena tidak memiliki akses ke mesin cuci, Anda juga dapat membersihkan masker kain di wastafel dapur Anda. Isi wastafel Anda dengan air panas dan sabun cuci piring. Biarkan masker wajah Anda terendam dalam air sabun panas selama setidaknya lima menit. Pastikan untuk mengeringkannya sampai benar2 kering sebelum memakainya. 3. Disinfeksi masker...