Sudah sibuk nyari pernyataan soal permen di bank konvensional, tidak ada satu pun sumber yang valid, dari ulama yang lurus, bukan ulama mencla mencle atau ulama politik.
Kebanyakan sumber yang muncul justru dari situs2 buzzer penguasa. Situs2 yang biasanya sibuk membunuh karakter orang2 yang mengkritik pemerintah.
Jadi bukan sesuatu yang salah kalau sepertinya ini sama dengan kasus klepon haram. Ada buzzer yang mencetuskan isu ini supaya Islam digambarkan buruk sedemikian rupa.
Tapi sepertinya kali ini si buzzer bego sendiri. Justru dengan kembali mempopulerkan soal keharaman bank, meskipun cuma permennya, si buzzer jadi makin membuat masyarakat yakin, minimal bimbang, untuk datang ke bank konvensional.
Ide awal yang sebetulnya ingin mentertawakan Islam, justru malah jadi bumerang. Toh bunga bank sudah jadi sesuatu yang haram sejak MUI berfatwa soal itu beberapa tahun yang lalu. Dan sebetulnya masyarakat sudah cuek dan lupa dengan fatwa itu, bahkan sebagian tidak peduli.
Tapi malah si buzzer yang berniat mengolok2 islam ini, malah mengingatkan kembali. Justru di saat banyak orang terkena dampak pandemi, dan akhirnya sadar betapa sakitnya kena bunga bank itu. Justru di saat yang amat tepat inilah si buzzer anti islam ini, mengingatkan orang banyak akan benarnya pesan islam dalam bidang ekonomi.
Jadi terimakasih buzzer, usahamu untuk mengolok2 islam malah jadi senjata makan tuan. Wkwkkwwk
Komentar
Posting Komentar