Iya pesilat yang viral memeluk Prabowo dan Jokowi di Asian Games lalu sepertinya harus keliling Indonesia. Dia harus mendamaikan "permusuhan" yang terjadi antara berbagai calon kepala daerah.
Dari awal dia mendapat pujian selangit karena memeluk prabowo dan jokowi saja keanehan sudah mulai merasuk. Anak ini paham politik atau gak sih? Ya, tentu saja jangan cari gara2 sama dia dalam soal silat. Tapi bukankah apa yang terjadi kala itu adalah prosesi pilpres? Kok dia malah menganggapnya sebagai permusuhan?
Kalau memang dia menganggap prosesi kampanye pemilihan langsung sebagai permusuhan, maka kewajiban dialah juga untuk berkeliling ke berbagai daerah yang akan menjalani pilkada, mendamaikan para calon.
"Karena pilpres kemarin cukup panas...." Lah namanya juga cuma 2 calon, tentu persaingan terasa meruncing. Tapi itu bukan salah kampanyenya, tapi salah MK yang hanya mengizinkan dua calon presiden saja.
Jadi? Mudah2an masyarakat Indonesia bisa sadar dari linglung politiknya. Bahwa konsekuensi demokrasi ya kampanye. Jangan dianggap sedang musuhan, sepanas apapun itu. Kalau memang tidak betah dengan demokrasi, pilihlah sistem kerajaan. Mirip khilafah dong? Yaaaaa gimana lagi. Daripada linglung, orang pilkada, dibilang musuhan wkwkwwkwk.
Komentar
Posting Komentar