Langsung ke konten utama

Amien Rais dan Partai Ummat

Berita tentang Amien Rais akhirnya muncul kembali. Setelah sekian lama tenggelam dan tergeser oleh berita burujnya koordinasi pemerintah mengatasi corona, menkes Terawan, tingkah laku konyol Bu Suk dan Arteria Dahlan dengan PKInya, lelaki berusia senja ini kembali mendapat panggung.

Ia memang sudah terdepak dari partai bentukannya sendiri, yaitu Partai Amanat Nasional atau PAN. Tak mau menyerah dan mundur dari panggung politik, Amien lantas membentuk partai baru, bernama Partai Ummat.

Partai tersebut diklaim oleh Amien berasaskan Islam rahmatan lil alamin, dengan semboyannya "Lawan kedzaliman, tegakkan keadilan".


 
Partai ini sebenarnya belum resmi terbentuk. Struktur kepengurusannya masih digodok dan kemungkinan rampung pada Desember.

Sepertinya tak ada yang "baru" dari partai ini. Sejatinya ia hanyalah sempalan dari PAN yang masih pro-Amien Rais.

Dari semua uraian di atas, otak saya mulai dipenuhi banyak pertanyaan.

Yang pertama, apakah Amien sadar bahwa suaranya masih didengar oleh orang-orang, bahkan oleh junior-juniornya di PAN? Popularitas serta kharismanya tak memudar meskipun sudah sekian lama. 

Sejak masih di PAN, banyak kader yang kagum atas sikapnya yang teguh pendirian, rendah hati serta sikapnya yang tegas menyerang kebijakan buruk Jokowi. Dan ketika Prabowo kalah untuk kedua kalinya pun, ia menolak usulan agar partainya mendukung pemerintah.

Seperti yang kita ketahui, akhirnya ia benar-benar tersingkir saat Kongres PAN di Kendari pada Februari lalu. Jagoannya kalah dan Zulkifli Hasan selaku ketua umum terpilih memutuskan untuk bergabung ke pemerintahan.

Yang kedua, apa tujuannya membentuk partai baru ini? Dan apakah ia menjadi ketua umumnya?

Publik pastinya penasaran dengan niatnya mendirikan Partai Ummat. Yang pasti sih dia masih kesal dengan sikap PAN yang ikut2an mendukung pemerintah. Ia mau supaya partainya ini mutlak manut terhadap suara rakyat bawah.

Terlepas dari apakah ia jadi ketum partai ini atau tidak masihlah belum jelas. Walaupun ada desakan dari kader Partai Ummat ini agar ia menjadi ketum. Tentu saja Amien masih pantas jadi ketumnya. Pak Ma'ruf yang sepuh saja masih mau jadi wapres.

Selanjutnya, apakah partai ini punya suatu "kebaruan" atau gagasan yang beda dari partai lain? Ini penting karena kita sudah memiliki banyak partai Islam. Ada PKB, PPP, PKS dan tentunya PAN. Semua punya segmentasi pemilihnya masing-masing.


 
Apabila ia hanyalah partai baru tanpa menawarkan hal yang segar dan baru, akan sangat sulit merebut suara pemilih dari partai Islam lain. Dan mudah-mudahan saja alasan Amien membentuk partai tersebut demi mengkoreksi kebijakan pemerintahan Jokowi yang tak punya lawan diskusi seimbang di DPR atau pun ranah politik lainnya.

Akan sangat konyol bila dia tidak begitu. Hanya karena semua partai politik mendukung Jokowi dan PAN juga pro-Jokowi, ia serta merta bergabung dengan pendukung pemerintah.

Pertanyaan berikutnya, PAN yang dulu Amien bangga-banggakan, apakah masih berlaku hingga saat ini? Apakah Amien kecewa?

Saat pilpres lalu, PAN bersama Gerindra dan PKS dikatakan oleh Amien sebagai Partai Lurus dan partai lawan sebagai Partai Bengkok.

Dikotomi tersebut jelas pantas dan berdasar. Tapi toh tak ada yang peduli juga dengan klaimnya. Partai pendukung pemerintah tapi korupsi jalan juga.

Apakah Amien masih sudi mengatakan PAN sebagai Partai Lurus? Saya pikir tidak lagi. Dan status tersebut akan beralih ke Partai Ummat.

Dan yang terakhir, meski agak di luar konteks tetapi pertanyaan ini mungkin juga mewakili mayoritas warga Indonesia. Kapan ya Ruhut Sitompul akan melakukan nazarnya memotong telinga?

Nazar itu ia ucapkan karena saking pedenya ia memprediksi bahwa Anies akan kalah di pilkada DKI 2017. Dan ternyata Anieslah yang menang. Sampai saat ini, ia masih belum menunaikan nazarnya ini.

Harusnya Ruhut jangan sibuk kritik sana sini melulu dong, tunaikan dulu nazarnya, baru berbuat ini-itu. Karena orang-orang akan terus mengingat dan tanpa lelah akan menagihnya.

Kalau mau dikata, sebenarnya kagum juga saya pada sosok Amien Rais. Ia begitu dihormati karena intelektualitasnya. Karena kepiawaiannnya, ia kini diinginkan oleh siapapun untuk jadi kawan politik. Usianya yang semakin bertambah tak membuat  orang-orang merendahkannya.

Mungkin ada benarnya perkataan Gus Dur, bahwa Amien Rais akan menjadi jagoan politik. Secara tidak langsung, kita bisa melihatnya sekarang.

Begitulah orang hebat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka Ruslan Buton Untuk Joko Widodo

Kepada Yth. Saudara Ir. H .Joko Widodo. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, saya melihat tata kelola berbangsa dan bernegara yang begitu sulit dicerna akal sehat untuk dipahami oleh siapapun. Kebijakan-kebijakan saudara selalu melukai dan merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah ancaman lepasnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kami cintai ini. Suka atau tidak suka, di era kepimimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal. Entah karena ketidakmampuan saudara atau bisikan kelompok yang memiliki kepentingan yang tidak bisa saudara pahami atau mungkin karena saudara telah tersandra oleh kepentingan para elit politik. Disini saya tidak akan memaparkan kebijakan-kebijakan saudara yang lebih banyak merugikan ...

Dokter Bhinneka Tunggal Ika? Atau Dokter Anti Islam?

Hhmmm dokter bineka tunggal ika..??? Rasanya dari dulu ga pernah ada masalah dengan Bhineka Tunggal Ika....dari mulai kuliah rekan2 dari sabang sampe merauke, dosennya juga dari berbagai suku ras dan agama.. sampai sekarang jadi TS.. pasien2 juga beragam dari mulai yang matanya sipit kulitnya hitam, dilayani dengan baik sesuai kode etik.. Kenapa tiba2 ada yang ngaku2 dokter Bhinneka Tunggal Ika? Hahaha.. Pilkada DKI sudah selesai, jangan profesi dokter kalian tunggangi karena sakit hati. InsyaAllah tinggal usulkan : Presiden harus beragama non muslim dan berasal dari etnis Tionghoa di UUD kita nanti. Sesuai penafsiran Bhineka Tunggal Ika kalian kan? Hahahaha

3 Cara Mendisinfeksi Masker

Ahli medis merekomendasikan untuk mencuci masker setidaknya sekali sehari. Berikut adalah tiga metode untuk mendisinfeksi masker  secara efektif. 1. Bersihkan masker di mesin cuci Jika Anda memiliki mesin cuci, sebenarnya sudah cukup untuk membersihkan masker Anda. Pastikan untuk mencuci masker Anda setiap selesai digunakan. Pakailah kantong khusus seperti mencuci sepatu untuk melindungi elastisitasnya. Cuci masker Anda dengan deterjen cuci biasa dan bisa tambahlan  air panas juga. Selanjutnya, keringkan.. Metode yang sama juga berlaku untuk penutup wajah kain lainnya seperti bandana atau syal. 2. Bersihkan masker di wastafel Karena tidak memiliki akses ke mesin cuci, Anda juga dapat membersihkan masker kain di wastafel dapur Anda. Isi wastafel Anda dengan air panas dan sabun cuci piring. Biarkan masker wajah Anda terendam dalam air sabun panas selama setidaknya lima menit. Pastikan untuk mengeringkannya sampai benar2 kering sebelum memakainya. 3. Disinfeksi masker...