Langsung ke konten utama

Mesjid Tanpa Kipas

Kapaaan pengurus2 mesjid ini akan paham bahwa yang memperparah penyebaran covid19 itu adalah sirkulasi udara ruangan yang tidak lancar.

Artinya ruangan berAC yang memang niscayanya harus selalu tertutup rapat, adalah berbahaya.

Pun demikian, ketika anda sebagai pengurus mesjid membuka semua jendela, tapi tidak menyalakan kipas angin, entah karena ilmu yang kurang, atau salah informasi, maka anda akan menciptakan 2 masalah dan berpotensi di akhirat nanti menjadi terdakwa atas ketidaksengajaan menzalimi orang lain. 

Pertama, pasti jamaah kepanasan. Kedua, dengan matinya kipas angin, udara tidak mengalir. Akibatnya kalau ada kuman, akan berputar di situ2 saja. Jadi makin parah. 

Semoga kelak pengurus mesjid akan lebih rajin menambah ilmunya, karena tanpa ilmu, akan banyak orang teraniaya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.