Langsung ke konten utama

PKI Belum Menyerah

PKI belum menyerah. Itu sebuah kesimpulan yang saya ambil dari tayangan ILC baru2 ini. Ambisi mereka untuk menghapus jejak G 30 S/PKI masih menggebu-nggebu. Meskipun sebetulnya masyarakat sudah mulai bisa memaafkan, tapi sayang mereka sendiri tidak mau mengaku salah. Mungkin karena sudah mendapat angin di salah satu partai jadi harus bergerak sedini mungkin.

Langkah PKI untuk bangkit sebenarnya tidak mulus. Berbagai penolakan terhadap komunisme terjadi di sejumlah daerah. Namun hal tersebut nampaknya belum membuat mereka menyerah. Sempat membuat isu pemecatan Panglima TNI adalah karena menonton film G30S/PKI, makin ke sini makin menjadi. Tentu saja akhirnya banyak yang percaya dengan isu kebangkitan PKI.

Masyarakat Indonesia cerdas. Jika PKI benar-benar bangkit, kenapa tidak ada satupun anggota PKI yang ditangkap selama dirinya menjabat Panglima TNI? Salah satu pertanyaan kurang cerdas dari buzzer.  Yaiyalah tong, masak PKI muncul dengan nama PKI lagi. Cuma bu Ribka yang berani nongol dengan membawa nama PKI. Sisanya ya ga beranilah, belum punya posisi kuat dalam perpolitikan Indonesia. Yang terjadi ya penyebaran ideologinya. Percayalah kalau main2 di dunia mahasiswa, pasti ketemu nanti dimana atau siapanya. Lagipula yang diatur undang2 itu kan soal PKI, kalau ideologi komunis tentunya akan tetap tersebar karena bentuknya yang "paham" bukan benda. Dan rasanya proses hukum terhadap buku2 komunis pernah dilakukan oleh penegak hukum, penyitaan dan sejenisnya. Dan bukan oleh tentara. Sampai kemudian beralih ke penyitaan buku2 islam. 

Kenapa setelah Gatot Nurmantyo lengser tiba-tiba dia menyerukan kebangkitan PKI? Sebetulnya kan sudah dari sejak menjabat dia menyerukan itu. Dan salahnya dimana kalau dia ngomong begitu? Kalau ada PNS biasa pun yang ngomong soal kebangkitan PKI, kenapa harus ada yang tersinggung dan kebakaran jenggot? Kan PKI memang dilarang. Terus kenapa malah jadi kebalik sekarang, "menyebut2 soal PKI dilarang?" Berarti memang sedang ada kebangkitan kekuatan PKI. Sampai orang2 dilarang untuk menyebut2 soal ancaman kebagkitan PKI. 

Pernyataan Gatot Nurmantyo ini masih jauh lebih bermanfaat daripada Menag Fachrul Razi yang menyebut bahwa paham radikal masuk lewat orang yang good looking dan hafidz Qur'an.

Pembelaan Gatot terhadap pada hafidz ternyata tak bertepuk sebelah tangan. Sebab, yang protes dengan pernyataan Menag bukan hanya dia. Anggota NU dan Muhammadiyah di akar rumput turut membahas pernyataan Menag ini. Orang yang tidak suka dengan pernyataan Menag pun semakin erat mendukung Gatot dan KAMI.

Gatot menjadi pembela negara dari pengaruh PKI. Dia menyadarkan masyarakat bahwa PKI telah bangkit. Dia sendiri merasakan pengaruh kuat PKI dalam proses pencopotannya dari panglima TNI.

Upaya PKI bermain di isu Gatot juga nampaknya tidak berhasil. Masyarakat sudah sadar siapa PKI dan dengan siapa mereka dekatnya. PKI pun kurang kreatif bermain isu karena hanya mengekor isu Rizieq, FPI, dan PA 212. Mereka adalah kelompok yang sangat dibenci oleh PKI.

Saya yakin ke depan Gatot akan bermain di banyak isu. Dia akan berusaha menjadi pembela kelompok manapun yang merasa diperlakukan tidak adil oleh pemerintah. Bukan mustahil jika misalnya ada kasus penolakan gereja, atau pemerintah tidak memberikan izin membangun gereja karena alasan yang zalim, Gatot pun akan berusaha untuk menjadi pembela mereka.

Bagi orang seperti Gatot, berperan jadi apapun tak masalah. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana mematikan gerak gerik pendukung komunisme jelang Pilpres 2024. Saya yakin Gatot bersama KAMI akan menyukseskan Pilpres 2024. PKI tidak akan bisa melakukan kudeta lagi. PKI hanya mencoba memposisikan diri dengan menjilat pemerintah. Itu saja. Kebetulan saat ini mereka mendapat angin segar di bawah pemerintahan Jokowi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Anda Ketagihan Makan French Fries McDonald's?

French Fries Untuk membuat kentang goreng atau French Fries McDonald's, kentang segar dicuci, dikupas, dipotong, dan direbus di pabrik. Konon  juga ditambahkan bahan kimia untuk menjaga kentang tetap berwarna kuning muda (tapi itu bukan rahasia di balik rasanya yang enak).  Setelah itu, kentang yang sudah terpotong digoreng kurang dari satu menit sebelum dibekukan dan dikirim ke gerai2 McDonald's.  Di restoran, potongan kentang beku itu digoreng dengan minyak dan garam sebelum dihidangkan untuk Anda.  Itu semua terdengar cukup standar, jadi mengapa kentang mereka sangat nikmat? Semuanya berawal pada 1950-an ketika perusahaan penyedia minyak nabati McDonald's tidak mampu membeli peralatan yang dibutuhkan untuk menghidrogenasi minyak, yang akan memperpanjang keawetannya.  Jadi pemasok memilih campuran minyak dan lemak sapi sebagai gantinya. Seiring waktu, McDonald's dan kedai makanan cepat saji lainnya menjadikan lemak hewani sebagai bagian dari  rasa penggor...

Tukang Bid'ah

Seorang ulama di Youtube mengeluarkan kata2 "suka membid'ah2kan orang" untuk merujuk pada salah satu kelompok Islam. Saya lalu terpikir : kenapa? Setelah menonton beberapa video yang ada kata "bid'ah"nya saya heran. Tidak ada kelompok islam yang menuduh kelompok lain melakukan bid'ah. Yang ada beberapa ulama yang MEMBUKTIKAN bahwa beberapa ibadah yang dilakukan oleh kelompok lain tergolong bid'ah. Sementara "ulama bid'ah" tidak pernah berniat membuktikan bahwa mereka tidak melakukan bid'ah. Adanya hanya melakukan counter dengan menuduh pihak anti bid'ah sebagai "suka membid'ah2kan orang" untuk mengesankan ulama anti bid'ah sebagai pihak yg jahat, minimal ceroboh dengan menyematkan kata "suka" tadi. Dengan kata lain, mereka memang tidak punya dalil keislaman untuk membela ibadah rekaan yang mereka jalani. Inilah yg merusak Islam. Ketika si salah tidak mau dibilang salah, tapi juga tidak bisa mem...

Poltergeist

Ramadhan 2017, aku pulang kampung ke Jorong Kampuang Ateh setelah lima tahun mondok di pesantren di Jawa Tengah. Suasana kampung Minang biasanya semarak: beduk sahur, petasan anak-anak, suara tadarus dari surau, dan aroma lamang di dapur-dapur warga. Tapi kali ini, semuanya sunyi. Jalan ke Surau Imam Bonjol—yang biasanya tak pernah sepi—kini gelap dan ditinggalkan. Orang-orang memilih shalat di rumah. Anak-anak tak lagi berani mengaji selepas Maghrib. Kakekku, Datuak Sati, seorang ninik mamak yang dituakan di kampung, hanya menggeleng saat aku tanya penyebabnya. Namun ketika aku bertanya ke Pak Caniago, muadzin surau, barulah aku dengar cerita sesungguhnya. “Makhluk itu muncul sejak sebelum Ramadhan. Hitam, tinggi, mato merah... duduk di cabang pohon waru di jalan sawah. Ndakdo urang nan ka surau malam-malam. Yang berani, jatuh sakit atau hilang akal.” Cerita itu tak membuatku gentar, malah hatiku bergolak. Surau adalah rumah Allah. Kalau warga takut lewat jalan itu, berarti ada yang s...