Langsung ke konten utama

Muslim Terkaya di Dunia

Replika bagian dalam rumah Rasulullah SAW

Ramadhan kali ini beda banget. Selain kondisi pandemi. Peristiwa ada pejabat dipecat gara2 ngadain pengajian Ramadhan, dengan penceramah yang justru PRO PEMERINTAH, makin menegaskan kebencian beberapa oknum pemerintah pada muslim. Maksudnya, saking antinya, penceramah yang anti 212 pun kena. Di satu sisi pengen ketawa tapi di sisi lain, "Waw, sadisnya. Teman pun, asal muslim, mereka hajar juga." Belum lagi banyak video tiktok yg memperlihatkan orang2 yang meremehkan ajaran Islam. Intinya, sikap anti islam atau menyepelekan agama itu sudah terang2an. Lalu gimana mengatasinya?

Bukan.....bukan bom. Tapi jadilah superhero. Mereka meremehkan Islam karena tidak menemukan KEHEBATAN dalam islam. Mereka kagum dan salut sama Kpop karena.........suara bagus. Kenapa suara? Honestly, suara mereka gila. Dan itu dilatih dengan keras. Muka mereka pun mulus dan cantik. Untuk menaklukan musik, muslim harus bisa bersuara bagus, menarik. Kalau itu tercapai, mereka akan mulai takut mengusik muslim juga. Karena muslim adalah idola mereka. Tapi sayangnya, biasanya musisi muslim yg sudah hebat banget, justru terpenjara oleh popularitas dan keuangan mereka. Bukan malah menjadikan agama mereka tetap nomor satu. Populer malah bukan bikin mereka makin kuat alias mengendalikan bidang yang mana mereka number 1 itu, tapi malah mereka makin terpuruk di bawah ketek orang2 di dunia hiburan itu.

Ekonomi, kita jujur saja dikuasai etnis Cina. Tapi apa memang muslim segoblok itu? Memang tidak ada pengusaha muslim yg masuk daftar terkaya di Indonesia apalagi dunia, TANPA USAHA RIBA. Memang ada sih muslim yg kaya, tapi dia punya bank KONVENSIONAL. Tapi Abdurrahman bin Auf dan sahabat nabi lainnya pernah menguasai ekonomi timur tengah. Padahal saingannya Yahudi, kaum pebisnis top menurut siapapun. Bakrie pun pernah mempecundangi Rothschild, si Yahudi. Jadi sebetulnya MUSLIM BISA. Sayangnya kita lbh takut miskin daripada kemarahan Allah. Akhirnya usaha apapun yg penting kaya. Cita2 tertinggi hanya PNS, lalu setelah jadi PNS tetap menggerutu melihat Cina-cina kaya.

Pernah mikir gak Rasulullah SAW ga punya apartemen mewah. Tapi pernah mikir juga gak klo itulah justru pola pikir ORANG TERKAYA DI DUNIA. Ketika dunia tidak sanggup MEMBELIMU, saat itulah kau menjadi orang terkaya dunia. Ketika kau masih meninggalkan shalat demi pertemuan bisnis 300 triliun dengan Jeff Bezos atau Elon Musk, KAU DONGOOOOK. Mungkin hasilnya 200 triliun untukmu, tapi pada kenyataannya kau sudah TERBELI oleh dunia. Jadi? Kamu justru masih miskin. Tapi ketika kau tidak perduli Bill Gates sedang menunggumu, dan memilih pergi shalat, itu baru kamu kaya.

Kebenaran dari Allah, dan jikalau ada kesalahan maka itu adalah kelemahan saya pribadi. Mudah2an bisa jadi renungan buat kita semua.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.