Langsung ke konten utama

15 Kebiasaan Untuk Bebas Hutang


Berutang bisa sangat membuat stres. 
Terus-menerus khawatir tentang hutang Anda, sambil berusaha tetap memiliki cukup uang untuk tetap bertahan dapat membuat Anda merasa kehabisan akal seperti sedang berlari dalam labirin yang tidak pernah berakhir. Anda bisa mencoba beberapa 
kebiasaan ini untuk membantu Anda hidup bebas hutang.


1. Tetapkan Target Anda

Memiliki rencana berarti memiliki tujuan. Orang yang menjalani kehidupan keuangan yang sehat lebih sering memiliki tujuan keuangan yang jelas dan secara aktif berusaha mewujudkannya. Jika Anda memiliki alasan yang kuat dan jelas untuk menabung, maka "uangnya" akan datang dengan begitu saja, kadang tanpa diduga.


2. Jangan Tergesa2 Membeli Sesuatu

Jika Anda memiliki masalah dengan pengeluaran impulsif, menunggu beberapa hari sebelum membeli adalah kebiasaan yang baik. Anda mungkin akan menemukan harga yang lebih rendah atau menyadari bahwa Anda tidak membutuhkannya sama sekali. Meskipun hal ini biasanya sangat membantu dalam kasus barang-barang mahal, seperti TV baru atau bahkan mobil baru, tapi ini juga dapat diterapkan untuk pembelian sehari-hari yang dapat bertambah seiring waktu.


3. Matikan Sistem Autopay

Hapuslah koneksi otomatis atau pengisian otomatis dengan kartu debit atau kredit anda di situs belanja online. Ini akan memaksa Anda untuk memikirkan tentang berapa banyak uang yang harus Anda belanjakan sebelum Anda menekan tombol 'beli sekarang'.


4. Bayar Sesuai Pemakaian

Surprise Party itu bagus. Tagihan kejutan tidak. Untuk menghindari utang di akhir bulan, perlakukan kartu kredit Anda seperti kartu debit. Misalnya, jika Anda makan siang seharga Rp. 100.000,- dan bensin seharga Rp. 400.000,-, gunakan aplikasi kartu kredit di ponsel Anda malam itu untuk mentransfer Rp. 500.000,- dari rekening tabungan Anda. Dengan cara itu Anda tidak menghabiskan uang yang tidak Anda miliki.


5. Bayar Kartu Kredit di Muka

Bayarlah di muka kartu kredit Anda sebesar berapa pun yang Anda anggarkan untuk pengeluaran Anda selama seminggu ke depan. Ini akan membantu menjaga nilai kredit Anda dan menghentikan Anda dari membelanjakan uang yang tidak Anda miliki.


6. Jangan Lewati Batas Kemampuan Anda

Alasannya, yaitu bunga. Ketika menggunakan kartu kredit, Anda harus selalu memastikan untuk membayar tagihannya secara penuh setiap bulan. Anda jadinya tidak harus membayar bunga ke bank. Jika Anda tidak dapat membayar semuanya, jangan pernah memakai lebih dari 30 persen dari batas kredit Anda di bulan berikutnya. Melunasi tagihan Anda setiap bulan adalah cara yang baik untuk meningkatkan peringkat kredit Anda.


7. Gunakan Uang Tunai

Hal lain yang perlu dipertimbangkan jika Anda mendapati diri Anda memegang tagihan kartu kredit yang besar adalah mulai membayar belanjaan dengan uang tunai. Hal ini tidak hanya memastikan Anda hidup sesuai kemampuan Anda, tetapi tindakan fisik menyerahkan uang kepada orang lain jauh lebih berat untuk dilakukan daripada menggesek kartu.


8. Otomatiskan Setoran Tabungan Anda

Mengingat menyisihkan uang setiap bulan itu sulit, otomatiskan setoran tabungan dan kontribusi pensiun Anda sehingga Anda tidak perlu memikirkannya, namun secara konsisten membuat kemajuan dalam mencapai tujuan keuangan Anda.


9. Temukan Alternatif yang Tidak Mahal

Lebih banyak waktu luang sering kali melibatkan pengeluaran yang lebih banyak. Mulai dari makan siang hingga happy hour hingga window shopping (yang berubah menjadi belanja sebenarnya). Tidak ada yang salah dengan aktivitas ini, tetapi ketika Anda melakukannya karena kebiasaan, Anda akan  menyadari bahwa begitu banyak pengeluaran Anda untuk hal-hal yang tidak terlalu Anda pedulikan. Sekarang buat daftar aktivitas ramah anggaran untuk mengganti hiburan2 mahal, seperti mengundang teman atau berjalan-jalan.


10. Memuulai Sugesti Keuangan

Meski kedengarannya baru, hukum tarik-menarik juga berlaku untuk uang. Semakin baik sikap Anda terhadap keuangan Anda, semakin baik pula keuangan Anda. Tumbuhkan keyakinan bahwa uang datang kepada Anda dengan mudah. Ketika Anda bisa merasakan ini, Anda akan mulai menjalaninya. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan mngucapkan "terima kasih" saat Anda membelanjakan uang, untuk mulai melihatnya sebagai sesuatu yang datang dan pergi dengan mudah dalam hidup Anda.


11. Miliki Dana Darurat

Untuk mencegah utang, Anda harus menyisihkan pendapatan untuk simpanan secara rutin yang setara dengan menutupi biaya hidup minimal tiga hingga enam bulan jika terjadi sesuatu krisis dalam hidup Anda.


12. Jangan Meningkatkan Gaya Hidup Anda

Apapun yang terjadi. Itu berarti bahkan jika Anda mendapat kenaikan gaji, memulai usaha sampingan atau bahkan mendapat warisan, tetap teguh dengan gaya hidup awal Anda. Lebih baik lagi jika Anda salurkan semua penghasilan tambahan itu langsung ke tabungan atau dana pensiun Anda.


13. Jauhi Cafe

Ya, Time, dalam kemitraan dengan NextAdvisor, mencoba menghitung berapa banyak uang yang akan Anda hemat jika Anda mengganti kebiasaan minum kopi di cafe dua kali sehari dengan kopi yang seduh sendiri, dan hasilnya besar sekali. Dengan asumsi Anda menghabiskan Rp.50.000,- untuk cappuccino, dua kali sehari, Anda bisa kehilangan lebih dari Rp. 36.000.000,- per tahun. Bandingkan dengan hanya menghabiskan Rp. 1.000.000,- per tahun untuk kopi rumahan. Yang perlu diingat adalah jumlahnya bisa lebih atau kurang, tergantung kebiasaan pesanan Anda. Jika Anda memiliki kebiasaan minum kopi yang lebih mahal, bersiaplah untuk menghabiskan lebih banyak uang per tahun.


14. Perhatikan Kemajuan Anda

Jika Anda memiliki tujuan keuangan dalam pikiran, katakanlah untuk menabung dana darurat pada akhir tahun, periksa kemajuan Anda untuk melihat bagaimana keadaan keuangan Anda. Melihat angka itu meningkat secara rutin dapat memberi Anda motivasi untuk menjaga kebiasaan belanja cerdas Anda pada jalurnya. Atau, jika Anda tidak melihatnya meningkat sebanyak yang Anda inginkan, Anda dapat menyesuaikan kebiasaan pengeluaran Anda untuk kembali ke jalurnya. Bagaimanapun, melacak seberapa banyak Anda menabung akan membantu Anda mengetahui apakah kebiasaan menabung Anda efisien atau tidak.


15. Bandingkan Harga

Sangat menggoda untuk mengambil sesuatu yang kita inginkan atau butuhkan segera setelah kita melihatnya. Tetapi pembeli yang cerdas tahu cara membandingkan harga dan mencari tahu di mana dia bisa mendapatkan penawaran terbaik. Mereka menggunakan selebaran, aplikasi, dan situs web untuk membandingkan harga. Marketplace biasanya punya fitur, yang memudahkan untuk membandingkan harga satu barang dengan yang lain. Membandingkan harga dapat memotong pengeluaran Anda dan memungkinkan Anda menyisihkan uang ekstra.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Anda Ketagihan Makan French Fries McDonald's?

French Fries Untuk membuat kentang goreng atau French Fries McDonald's, kentang segar dicuci, dikupas, dipotong, dan direbus di pabrik. Konon  juga ditambahkan bahan kimia untuk menjaga kentang tetap berwarna kuning muda (tapi itu bukan rahasia di balik rasanya yang enak).  Setelah itu, kentang yang sudah terpotong digoreng kurang dari satu menit sebelum dibekukan dan dikirim ke gerai2 McDonald's.  Di restoran, potongan kentang beku itu digoreng dengan minyak dan garam sebelum dihidangkan untuk Anda.  Itu semua terdengar cukup standar, jadi mengapa kentang mereka sangat nikmat? Semuanya berawal pada 1950-an ketika perusahaan penyedia minyak nabati McDonald's tidak mampu membeli peralatan yang dibutuhkan untuk menghidrogenasi minyak, yang akan memperpanjang keawetannya.  Jadi pemasok memilih campuran minyak dan lemak sapi sebagai gantinya. Seiring waktu, McDonald's dan kedai makanan cepat saji lainnya menjadikan lemak hewani sebagai bagian dari  rasa penggor...

Tukang Bid'ah

Seorang ulama di Youtube mengeluarkan kata2 "suka membid'ah2kan orang" untuk merujuk pada salah satu kelompok Islam. Saya lalu terpikir : kenapa? Setelah menonton beberapa video yang ada kata "bid'ah"nya saya heran. Tidak ada kelompok islam yang menuduh kelompok lain melakukan bid'ah. Yang ada beberapa ulama yang MEMBUKTIKAN bahwa beberapa ibadah yang dilakukan oleh kelompok lain tergolong bid'ah. Sementara "ulama bid'ah" tidak pernah berniat membuktikan bahwa mereka tidak melakukan bid'ah. Adanya hanya melakukan counter dengan menuduh pihak anti bid'ah sebagai "suka membid'ah2kan orang" untuk mengesankan ulama anti bid'ah sebagai pihak yg jahat, minimal ceroboh dengan menyematkan kata "suka" tadi. Dengan kata lain, mereka memang tidak punya dalil keislaman untuk membela ibadah rekaan yang mereka jalani. Inilah yg merusak Islam. Ketika si salah tidak mau dibilang salah, tapi juga tidak bisa mem...

Poltergeist

Ramadhan 2017, aku pulang kampung ke Jorong Kampuang Ateh setelah lima tahun mondok di pesantren di Jawa Tengah. Suasana kampung Minang biasanya semarak: beduk sahur, petasan anak-anak, suara tadarus dari surau, dan aroma lamang di dapur-dapur warga. Tapi kali ini, semuanya sunyi. Jalan ke Surau Imam Bonjol—yang biasanya tak pernah sepi—kini gelap dan ditinggalkan. Orang-orang memilih shalat di rumah. Anak-anak tak lagi berani mengaji selepas Maghrib. Kakekku, Datuak Sati, seorang ninik mamak yang dituakan di kampung, hanya menggeleng saat aku tanya penyebabnya. Namun ketika aku bertanya ke Pak Caniago, muadzin surau, barulah aku dengar cerita sesungguhnya. “Makhluk itu muncul sejak sebelum Ramadhan. Hitam, tinggi, mato merah... duduk di cabang pohon waru di jalan sawah. Ndakdo urang nan ka surau malam-malam. Yang berani, jatuh sakit atau hilang akal.” Cerita itu tak membuatku gentar, malah hatiku bergolak. Surau adalah rumah Allah. Kalau warga takut lewat jalan itu, berarti ada yang s...