Langsung ke konten utama

Tisu Awalnya Untuk Perang

tisu kleenex

Tisu ditemukan pada awal tahun 1900-an. Penemuan tisu sekali pakai yang disebut Kleenex di Amerika tidak bisa dikaitkan dengan satu orang tertentu. Sebabnya, ini adalah produk sampingan dari upaya perusahaan Kimberly-Clark untuk menemukan pengganti kapas di masa perang. 

Sebetulnya saat ini ada banyak merek tisu lain, tetapi semuanya dimulai dengan Kleenex dan ceritanya agak menarik. Ini adalah akibat dari kebutuhan medan Perang Dunia I. Dengan persediaan kapas yang terbatas pada tahun 1914, pengganti sangat dibutuhkan untuk perban bedah yang digunakan di medan perang dan di rumah sakit. Perusahaan Kimberly-Clark lalu mengembangkan sebuah gumpalan seperti kapas yang sangat mudah menyerap cairan yang disebut Cellucotton. Cellucotton menggantikan perban katun biasa dan juga digunakan dalam filter udara masker gas. 

Setelah perang berakhir, Cellucotton membanjiri gudang, dan Kimberly-Clark harus mulai mencari penggunaan produk ini di masa damai. Produk pascaperang pertama adalah produk tisu krim dingin. Disebut Kleenex Kerchief, tisu ini digunakan oleh bintang Hollywood dan Broadway untuk menghapus makeup. Dengan bantuan dukungan selebriti, penjualan terus meningkat dan produk ini tetap tidak berubah. 

Tapi kemudian para wanita mulai menulis ke perusahaan mengeluhkan bahwa suami mereka sering membuang ingus dengan tisu krim dingin. Kira-kira pada waktu yang hampir sama, seorang penemu Chicago menemukan kotak tisu pop-up. Pada awal 1920-an, Kimberly-Clark memutuskan untuk meletakkan saputangannya di kotak-kotak ini. Sekarang, produk tersebut memenangkan lebih banyak lagi konsumen, karena memberikan cara yang cepat dan mudah untuk menahan bersin yang datang tiba-tiba. Permintaan konsumen berhasil membujuk perusahaan untuk mengubah dari memasarkan tisu krim dingin menjadi menjual tisu untuk membersihkan hidung. Tisu yang sekarang ada di setiap rumah atau restoran atau toilet pun lahir.

Bahan Cellucotton juga menjadi bahan pembalut khusus wanita. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.