Langsung ke konten utama

Israel Adalah Kita

Bukan, jangan salah paham dulu. Israel tetaplah bangsa biadab yang harus dihukum seberat2nya untuk segala kekacauan dunia yang ditimbulkannya. Tapi pernahkah kita memikirkan bahwa mungkin kenapa kita sulit mengendalikan Israel adalah karena memang kita sendiri masih sering bersikap seperti mereka kepada sesama muslim?


Betapa sering kita parkir di lahan orang, di depan ruko mereka dengan alasan "sama tetangga kok pelit amat". Padahal itu haknya dia, tanahnya dia, lahannya dia. Rasanya di akhirat nanti pun Allah akan berpihak kepadanya untuk sejengkal tanah yang anda injak tanpa seizinnya.


Betapa sering kita jualan di depan ruko orang dan mengganggu usahanya? Alasannya, saya cuma pedagang kaki lima, miskin. Akhirnya si miskin tadi justru menginjak2 hak si penyewa atau pemilik ruko yang sebetulnya haknya sampai depan jalan. Emang bisa di hadapan Allah nanti menggunakan MISKIN sebagai perisai terhadap api neraka?


Betapa sering kita membalas serangan orang lain dengan bertubi2. Padahal dia cuma menyerang 1 kali. Bukankah sama dengan Israel? 1 korban warga Israel, ratusan jiwa warga Palestina harus melayang dengan alasan serangan balasan.


Betapa sering kita membalas serangan orang lain dengan sesuatu yang tidak seimbang? Dia cuma mandi di sebelah, eeeh anda yang ngamuk menghantam dinding rumah.


Betapa sering kita menyerang orang lain berkali-kali, mengganggunya. Tapi ketika dia membalas 1 kali, lalu anda memfitnahnya ke seluruh dunia bahwa dialah orang yang buruk dan jahat?


Betapa sering kita mengganggu orang lain, lalu menyebar fitnah bahwa dialah yang memulai perkara?


Betapa sering tetangga menyetel pengajian dengan tujuan menenangkan diri, tapi anda pikir sedang mencoba mengganggu Anda?


Betapa sering kita minta tetangga bersikap A, tapi kemudian marah ketika dia tidak bersikap B?


Betapa sering kita berbuat baik kepada orang lain bukan dg tujuan baik, tapi justru untuk membuat dia terlihat jahat dan buruk.


Betapa sering pula kita hanya melihat cerita dari sisi kita saja dan tidak mau tabayyun atau mendengarkan versi orang lain. Bahkan tabayyun saja tidak, tapi sudah menyimpulkan macam2.


Betapa sering pula anda membentengi diri dengan seribu macam bahan kedap suara untuk menepis gangguan si A, padahal dia justru yang terganggu oleh anda selama ini. Bukankah mirip dengan pencitraan Israel di TV? "Kami diserang, kami diginiin, digituin..." Padahal orang Arab di sekitarnya cuma sedang pergi jumatan atau merayakan Idul Fitri.


Jadi mari mulai merubah diri menjadi lebih baik, agar Palestina bisa dibebaskan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka Ruslan Buton Untuk Joko Widodo

Kepada Yth. Saudara Ir. H .Joko Widodo. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, saya melihat tata kelola berbangsa dan bernegara yang begitu sulit dicerna akal sehat untuk dipahami oleh siapapun. Kebijakan-kebijakan saudara selalu melukai dan merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah ancaman lepasnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kami cintai ini. Suka atau tidak suka, di era kepimimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal. Entah karena ketidakmampuan saudara atau bisikan kelompok yang memiliki kepentingan yang tidak bisa saudara pahami atau mungkin karena saudara telah tersandra oleh kepentingan para elit politik. Disini saya tidak akan memaparkan kebijakan-kebijakan saudara yang lebih banyak merugikan ...

Dokter Bhinneka Tunggal Ika? Atau Dokter Anti Islam?

Hhmmm dokter bineka tunggal ika..??? Rasanya dari dulu ga pernah ada masalah dengan Bhineka Tunggal Ika....dari mulai kuliah rekan2 dari sabang sampe merauke, dosennya juga dari berbagai suku ras dan agama.. sampai sekarang jadi TS.. pasien2 juga beragam dari mulai yang matanya sipit kulitnya hitam, dilayani dengan baik sesuai kode etik.. Kenapa tiba2 ada yang ngaku2 dokter Bhinneka Tunggal Ika? Hahaha.. Pilkada DKI sudah selesai, jangan profesi dokter kalian tunggangi karena sakit hati. InsyaAllah tinggal usulkan : Presiden harus beragama non muslim dan berasal dari etnis Tionghoa di UUD kita nanti. Sesuai penafsiran Bhineka Tunggal Ika kalian kan? Hahahaha

3 Cara Mendisinfeksi Masker

Ahli medis merekomendasikan untuk mencuci masker setidaknya sekali sehari. Berikut adalah tiga metode untuk mendisinfeksi masker  secara efektif. 1. Bersihkan masker di mesin cuci Jika Anda memiliki mesin cuci, sebenarnya sudah cukup untuk membersihkan masker Anda. Pastikan untuk mencuci masker Anda setiap selesai digunakan. Pakailah kantong khusus seperti mencuci sepatu untuk melindungi elastisitasnya. Cuci masker Anda dengan deterjen cuci biasa dan bisa tambahlan  air panas juga. Selanjutnya, keringkan.. Metode yang sama juga berlaku untuk penutup wajah kain lainnya seperti bandana atau syal. 2. Bersihkan masker di wastafel Karena tidak memiliki akses ke mesin cuci, Anda juga dapat membersihkan masker kain di wastafel dapur Anda. Isi wastafel Anda dengan air panas dan sabun cuci piring. Biarkan masker wajah Anda terendam dalam air sabun panas selama setidaknya lima menit. Pastikan untuk mengeringkannya sampai benar2 kering sebelum memakainya. 3. Disinfeksi masker...