Langsung ke konten utama

Muramnya Awal Karir Jim Carrey

Jim Carrey

Aktor dan komedian berusia 55 tahun ini memulai kariernya di dunia stand-up komedi, dan sering menggunakan pengalaman pribadinya untuk menghasilkan banyak cerita humor dalam pertunjukan. Masa2 itu berlangsung di Los Angeles tahun 70-an dimana dia mengikuti sebuah grup komedian muda dengan penuh tekanan yang mereka berikan pada diri mereka sendiri untuk menampilkan show yang baik di setiap malam. 

“Saya memiliki kesempatan yang luar biasa untuk menjadi kreatif di dunia komedi ini,” kata Carrey kepada hadirin di pemutaran perdana serial I'm Dying Up Here di Los Angeles pada Rabu malam, dari DGA Theater. “Ini hal yang indah, hal luar biasa yang terjadi di tahun 70-an. Itu adalah ledakan besar kreativitas, jadi saya merasa terhormat menjadi salah satu orang yang membawa pertunjukan ini kepada Anda dan membawa dunia menuju cahaya.”

"Ini adalah kerja penuh cinta," tambahnya. “Ini adalah ide yang berputar-putar di kepala saya untuk waktu yang lama, dan saya benar-benar ingin melihat dunia komedi sebagaimana adanya dan berbagi pengalaman luar biasa yang sebenarnya cukup beruntung untuk saya miliki.” 

Meskipun Carrey terus meraih kesuksesan di Hollywood dengan film-film blockbuster seperti Ace Ventura: Pet Detective, Dumb & Dumber, The Mask, dan Liar Liar, jangan berharap dunia yang digambarkan dalam I'm Dying Up Here menjadi segalanya indah dan beruntung. 

“Orang-orang yang berkata, 'Mungkin pertunjukan ini sedikit terlalu gelap.' Apakah terlalu gelap? Terlalu gelap…” Carrey merenung. "Kegelapan adalah tempat dimana berlian terbentuk." 

Komika berkebangsaan Kanada ini menceritakan pengalaman awalnya dengan komedi kepada orang banyak. Ia berterima kasih kepada Mark Breslin, pria yang memberi Carrey kesempatan untuk tampil di Klub Komedi Yuk Yuk's di Toronto. “Saya akan selalu menghargai itu,” kata Carrey. “Dia adalah pria yang memberi saya kesempatan untuk menyuarakan pendapat saya, dan menunjukkan bakat saya. Dan dia juga memberi saya pengalaman mengerikan pertama saya.” 

Pengalaman itu terjadi ketika Carrey baru berusia 15 tahun. “Ibu mendandani saya dengan setelan poliester karena begitulah cara mereka berpakaian di Dean Martin Roast, di bagian paling keren di Toronto,” kenangnya. “Saya berdiri di sana (tempat standup), dan saya melakukan tindakan klise yang mengerikan ini. Di tengah jalan, pemusik latar mulai memainkan soundtrack Jesus Christ Superstar, sambil meneriakan, 'Salibkan dia, salibkan dia, salibkan dia, salibkan dia!' Mark naik ke mikrofon di belakang panggung dan berkata, 'Benar-benar membosankan, benar-benar membosankan.' Saya baru berusia 15 tahun. Saya betul2 hancur saat itu.”

“Itulah dunia komedi,” Carrey menceritakan hari-harinya dua tahun kemudian di klub komedi kota New York, The Improv dan The Comedy Store. “Hampir setiap malam ketika saya bereksperimen, saya harus diam2 ke arah piano dan menutup tutsnya sendiri untuk empat babak berikutnya atau tampil habis2an.

Carrey juga menjelaskan bagaimana adegan komedi digambarkan dalam pertunjukan dengan ilham dari krisis politik serupa yang dialami Amerika hari ini. 

“Itu terjadi pada saat setelah Vietnam, dan selama Nixon dan Watergate,” kata Carrey. “Saya pikir apa yang terjadi adalah, ketika saat-saat luar biasa secara politik terjadi, dan kita mengalami teror dan ketakutan akan bagaimana akhirnya nanti, komika adalah garis pertahanan terakhir. Kami mengatakan yang sebenarnya kepada mereka, tapi kami membuat sesuatu yang indah darinya.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masalah Itu Gara2 Ulah Manusia Sendiri

Judul artikel ini merujuk pada ayat Al Quran. Tapi kenyataannya memang demikian. Beberapa masalah yang akhir2 ini diributkan orang justru penyebabnya mereka sendiri. Maraknya begal dan pembunuhan. Lah udah disuruh hukum potong tangan, hukum mati jika si begal membunuh, dilakukan di depan umum supaya ada efek jera, eh malah ga dikerjakan. Jadilah begal2 itu residivis kambuhan. Bukannya masyarakat yang dilindungi, justru si begal yang terlindungi dari hukuman berat. Susahnya cari tanah kuburan. Lah udah dibilang sama Rasulullah kuburan seorang muslim itu cuma tanah aja, ga pake pertanda apa2, apalagi sampai dibikinin nisan+bangunan di atasnya. Tapi ya kok tetap pada ngeyel? Pembangunan tidak merata. Lah udah dibilang bikin bangunan atau rumah ga boleh menghalangi matahari ke rumah tetangga, ini malah berlomba bangun pencakar langit. Jadinya? Ya numpuk di Jakarta. Mau ngeluh banjir? Macet? Ngeyel sih. Pelecehen seksual merajalela. Lah udah diajarin syarat nikah itu suka sama ...

5 Juli

Nayla datang untuk kontrol terakhir sebelum pernikahannya. Ia mengenakan dress putih. Cantik sekali. Katanya, ia ingin senyum terbaik di hari bahagianya. “Terima kasih, Dok. Kamu selalu sabar.” Aku ingin memeluknya, atau sekadar bilang jangan pergi… Tapi aku hanya berkata, “Senyummu… sudah sempurna sejak pertama kali kamu datang, Nay.” Itu hari terakhir aku melihatnya secara langsung.

KFC atau McD atau A&W?

Sebetulnya masih banyak ayam2 lainnya. Tapi semuanya saya kerucutkan menjadi 3 merek di atas. Dari ketiganya, saya pilih A&W.  Dulu pertama kali nyoba A&W itu bareng sepupu. Pesan paket dengan rootbeer yang bikin sepupu nanya : Assep minum bir? Ya namanya rootbeer tp isinya bukan minuman haram itu. InsyaAllah ga memabukan. Kayak soda biasa aja. Maksudnya jenia minumannya. Kalau rasanya.....hmmm unik. Mungkin lantaran di booth fastfood lain sudah pakai cocacola atau pepsi yang rasanya hampir2 mirip, jadinya pas nyobain rootbeer A&W berasa beda banget.  A&W itu rasa ayamnya unik. Entah kenapa bumbunya yang beda dengan yang lain menjadikan rasa ayamnya lebih asik di lidah. Mau yg original atau pun yang hot alias lebih pedas tidak membosankan. Tapi ini berlaku di jawa saja ya. Saya trauma nyobain A&W kalimantan timur. Soalnya rasanya beda. Semua kenangan saya akan rasa A&W jadi rusak di sana. Kalau dari segi harga, memang lebih mahal dibanding yang lain. Ma...