Langsung ke konten utama

Asal Usul Thanksgiving

Lukisan Thanksgiving pertama di Amerika yang tetap menunjukan "white supremacy"

Tanggal 25 November, bule-bule Amerika merayakan Thanksgiving, liburan tahunan pada hari Kamis keempat setiap bulan November. Liburan Thanksgiving biasanya melibatkan keluarga dan teman yang berkumpul untuk makan-makan atau melakukan interaksi sosial lainnya. Tetapi bagaimana dan kapan tradisi Amerika ini dimulai? 

Tradisi Thanksgiving dapat ditelusuri kembali ke acara festival panen, ketika para pendatang dari Inggris dan penduduk asli Amerika yang mereka temui mengadakan syukuran atas panen yang melimpah. Perayaan panen tiga hari tiga malam yang diadakan di Plymouth Colony (yang sekarang menjadi bagian dari Massachusetts) pada tahun 1621 dianggap sebagai Thanksgiving Amerika pertama. 

Museum Nasional Indian Amerika (NMAI) berpendapat bahwa pesta Thanksgiving pertama dari sudut pandang peserta Pribumi, adalah mungkin untuk memahami bagaimana pentingnya konsep bersyukur dalam pandangan masyarakat Pribumi Amerika. 

Para pendatang pertama kali tiba di Plymouth pada tahun 1620 tetapi mereka tidak membawa cukup makanan. Setengah dari koloni itu mati selama musim dingin dari 1620 hingga 1621, karena sudah terlambat untuk menanam tanaman pangan. Pada musim semi 1621, para penjajah ini diajari cara menanam jagung dan sayuran lainnya oleh orang Indian Wampanoag setempat, yang juga menunjukkan kepada para pendatang cara memasak jagung serta cranberry dan labu. Mereka juga diajari cara berburu dan memancing. 

Ketika Inggris memutuskan untuk mendirikan koloni di sana pada tahun 1600-an, Wampanoag sudah memiliki pemahaman yang mendalam tentang lingkungan mereka. Mereka mempertahankan hubungan timbal balik dengan dunia di sekitar mereka. Sebagai pemburu, petani, dan nelayan sukses yang berbagi makanan dan teknik mereka, mereka membantu para kolonis bertahan hidup di tempat baru. Pada musim gugur 1621, para pendatang dan orang Indian Wampanoag setempat berkumpul untuk mengadakan pesta makan kalkun liar, bebek, angsa, ikan dan kerang, jagung, sayuran, dan buah-buahan kering untuk merayakan panen yang berlimpah musim itu. Kepala suku Wampanoag Massasoit dan sukunya membawa daging rusa. 

Thanksgiving pertama hanyalah awal dari sejarah panjang interaksi antara orang Indian Amerika dan imigran yang tertanam dalam kesadaran Amerika mewakili lebih dari sekadar sebuah perayaan panen sederhana. Itu adalah titik balik dalam sejarah. Thanksgiving pertama kemudian diikuti oleh ketidakadilan dan konflik berkepanjangan antara penduduk asli Amerika dan penjajah Eropa. Banyak penduduk asli Amerika kemudian melihat Thanksgiving sebagai "Hari Berkabung Nasional,". 

Berbagi pengetahuan pertanian adalah salah satu aspek dari upaya awal Indian Amerika untuk hidup berdampingan dengan orang Eropa. Ketika hubungan dengan pendatang baru mulai tumbuh menjadi kompetisi untuk tanah dan sumber daya, suku-suku itu tidak berhasil dalam upaya mereka untuk hidup berdampingan. 

Bagaimana Thanksgiving Ditetapkan Menjadi Hari Libur? 
Pada bulan September 1789, Kongres Federal pertama mengeluarkan resolusi yang meminta mantan presiden George Washington untuk merekomendasikan hari bersyukur untuk negara tersebut. Hal ini mendorong Washington untuk mengeluarkan pidato pada Oktober 1789, yang menyatakan 26 November sebagai hari libur resmi "Perwujudan terima kasih yang tulus dan rendah hati," menurut Arsip Nasional AS. 

Kemudian pada tahun 1863, mantan presiden Abraham Lincoln mendorong orang Amerika untuk menandai Kamis terakhir bulan November sebagai "Hari Thanksgiving." Pada tahun 1870, Kongres mengesahkan undang-undang yang menjadikan Thanksgiving sebagai hari libur nasional. Saat itu, Presiden berwenang menetapkan tanggal resmi Thanksgiving, berbeda dengan hari libur nasional lainnya, seperti Hari Natal, Tahun Baru, dan Hari Kemerdekaan. Sebagian besar presiden mengikuti jejak Lincoln dalam menyatakan Kamis terakhir bulan November sebagai hari bersyukur, terlepas dari beberapa pengecualian, seperti Franklin D. Roosevelt. 

Mengikuti tekanan dari Asosiasi Barang Kering Ritel, pada tahun 1939 Roosevelt memindahkan tanggal Thanksgiving ke Kamis kedua dari belakang di bulan November. Tahun itu, pedagang ritel khawatir terhadap potensi dampak negatif pada penjualan karena periode belanja Natal yang lebih pendek, karena Thanksgiving "ala Lincoln" jatuh pada 30 November 1939. Beberapa negara bagian membuat deklarasi yang mirip dengan tanggal Thanksgiving Roosevelt, sementara yang lain memilih untuk menjadikan hari libur di Kamis terakhir di bulan November. 

Setelah dua tahun terdapat perbedaan di antara negara-negara bagian dalam merayakan Thanksgiving pada salah satu dari dua tanggal (baik Kamis kedua dari belakang atau terakhir di bulan November), pada tahun 1941 Kongres mengesahkan undang-undang yang secara resmi menetapkan Thanksgiving sebagai Kamis keempat setiap bulan November.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.