Langsung ke konten utama

Cara Membersihkan TV


Terakhir kali Anda membeli TV, Anda mungkin menghabiskan cukup banyak waktu untuk memutuskan apakah akan memilih layar plasma, LCD, atau LED dan berdebat antara resolusi HD, 4K, atau 8K. Setelah pembelian itu, Anda juga harusnya tahu cara membersihkan layar TV sehingga Anda dapat memaksimalkan kenikmatan warna-warna cerah dan detail yang tajam itu. 

Baik Anda membersihkan layar TV, layar komputer, ponsel, atau bahkan port pengisian daya HP, Anda harus terlebih dahulu mengetahui alat dan metode apa yang digunakan. Sebagian besar TV layar datar saat ini memiliki layar LCD atau OLED, yang keduanya menyala karena dioda pemancar cahaya (LED). OLED menggunakan dioda pemancar cahaya organik, yang menawarkan kontras yang lebih baik, hitam yang lebih gelap, dan putih yang lebih cerah. Layar plasma, yang populer di akhir 1990-an dan awal 2000-an, sudah mulai dihentikan produksinya pada 2014, tetapi masih ada di banyak rumah tangga. TV yang benar-benar jadul, yang mengandalkan tabung sinar katoda (CRT) yang besar, atau kita sebut TV Tabung memiliki layar kaca, biasanya lebih gampang dibersihkan. 

Membersihkan televisi jadul sama seperti membersihkan jendela rumah. Sedangkan TV modern membutuhkan perawatan lebih. Meskipun semua layar modern dapat dibersihkan dengan cara yang sama, Anda tetap harus sangat berhati-hati dalam memilih jenis pembersih layar TV yang akan Anda gunakan dan bagaimana Anda menggunakannya. Anda juga harus memastikan TV Anda dimatikan sebelum Anda mulai membersihkan. Tidak hanya lebih aman, tetapi Anda akan dapat melihat noda dengan lebih baik. 

Cara membersihkan layar TV
  1. Bersihkan dengan kain microfiber. Layar modern sensitif terhadap tekanan dan mudah tergores. Makanya direkomendasikan untuk menggunakan kain mikrofiber. Terlepas dari apakah layar Anda LCD, OLED, atau plasma. Kain mikrofiber ditenun dengan serat yang sangat halus, membuat tekanan pada layar lebih merata dan mengurangi kemungkinan menyebabkan goresan atau kerusakan. Yang harus dihindari : Handuk kertas, tisu, dan bahan lain yang mengandung serat yang dapat merusak layar. Bahkan jika Anda sedang mempelajari cara membersihkan TV dengan layar CRT jadul, kain mikrofiber masih merupakan pilihan yang tepat. Anda juga dapat menggunakan kemoceng elektrostatik. 
  2. Perhatikan sudutnya. Pastikan alat pembersih Anda untuk menggapai sudut dan tepi layar, sering-seringlah membalik kain sehingga Anda selalu menggunakan bagian yang bersih. Apa yang harus dihindari : Jangan gunakan terlalu banyak tekanan, atau Anda akan menemukan piksel yang mati saat Anda menyalakan layar LCD atau TV plasma setelah dibersihkan. 
  3. Semprotkan cairan pada kain. Jika Anda menggunakan jenis cairan pembersih apa pun, semprotkan pada kain terlebih dahulu untuk menghindari kerusakan di bagian dalam TV. Jangan pernah menyemprotkannya langsung ke layar. 
  4. Lap dengan sapuan yang searah dan tidak bolak-balik. Untuk menghindari goresan, lakukan pembersihan dengan sapuan yang rata dan searah, horizontal maupun vertikal. Kemudian untuk terakhir kalinya sapu dengan kain kering untuk menghilangkan residu. Bersihkan juga kabinet TV agar debu tidak mengganggu speaker dan port lainnya. (Anda juga dapat menggunakan penyedot debu untuk ini.) Yang harus dihindari : Membersihkan layar secara melingkar, karena dapat menimbulkan goresan. 
Cara membersihkan noda membandel dari layar TV Anda 
Jika Anda memiliki noda yang sangat sulit dibersihkan, Anda dapat mencoba campuran air suling yang sangat encer dan sabun pencuci piring yang lembut. Tetapi saat membersihkan TV layar datar, Anda tidak boleh menggunakan bahan kimia keras seperti aseton, toluena, atau amonia. Amonia dapat menghitamkan layar Anda secara permanen. Satu-satunya pengecualian untuk aturan ini adalah TV tabung, yang memiliki layar kaca yang tahan terhadap percikan hampir segala jenis cairan pembersih. 

Bersihkan juga remotenya 
Saat Anda membersihkan TV, jangan lupa untuk melepaskan remote control yang pasti dipenuhi kuman. Sebelum Anda mulai, lepaskan baterainya dan pasang kembali penutup pada kompartemen baterai. Balikkan remote dan kibaskan remah-remah atau puing-puing lainnya dari sela-sela tombol. Celupkan kapas ke dalam pembersih TV DIY (lihat di bawah) dan oleskan di antara tombol remote. Jika itu tidak cukup, coba singkirkan kotoran yang tersisa dengan tusuk gigi atau sikat gigi bekas yang kering. Gunakan kain mikrofiber basah untuk menyeka bagian belakang dan samping remote. Biarkan mengering sebelum digunakan, dan jangan lupa untuk mengganti baterainya. Speaker Jika Anda memiliki speaker eksternal, bisa jadi ada tumpukan debu juga, yang dapat menyebabkan suara jelek atau tidak jelas. Jika speaker Anda memiliki penutup kain yang dapat dilepas, lepaskan dan vakumlah kedua sisinya. Jika tidak mau atau malas, utamakan vakum bagian depan. Sebuah kemoceng juga dapat membantu dengan aman membersihkan debunya. Jika penutup speaker Anda terbuat dari bahan yang keras, bukan kain, Anda dapat menggunakan kembali kain mikrofiber yang lembap untuk menyekanya. 

Pembersih TV DIY 
Anda dapat membeli pembersih layar TV yang diformulasikan secara komersial, tetapi jika Anda lebih suka menghemat uang atau lebih suka menggunakan solusi yang lebih ramah lingkungan, membuat pembersih TV DIY sama efektifnya. Campurkan air suling (mineral dalam air biasa dapat menggores layar Anda) dengan cuka putih dengan perbandingan 1:1. Jika Anda tidak suka dengan aroma cuka yang tertinggal, gunakan campuran satu bagian isopropil alkohol yang dicampur dengan empat bagian air suling; pastikan untuk menghindari etil alkohol, atau jenis lainnya, karena bisa lebih berbahaya dampaknya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Anda Ketagihan Makan French Fries McDonald's?

French Fries Untuk membuat kentang goreng atau French Fries McDonald's, kentang segar dicuci, dikupas, dipotong, dan direbus di pabrik. Konon  juga ditambahkan bahan kimia untuk menjaga kentang tetap berwarna kuning muda (tapi itu bukan rahasia di balik rasanya yang enak).  Setelah itu, kentang yang sudah terpotong digoreng kurang dari satu menit sebelum dibekukan dan dikirim ke gerai2 McDonald's.  Di restoran, potongan kentang beku itu digoreng dengan minyak dan garam sebelum dihidangkan untuk Anda.  Itu semua terdengar cukup standar, jadi mengapa kentang mereka sangat nikmat? Semuanya berawal pada 1950-an ketika perusahaan penyedia minyak nabati McDonald's tidak mampu membeli peralatan yang dibutuhkan untuk menghidrogenasi minyak, yang akan memperpanjang keawetannya.  Jadi pemasok memilih campuran minyak dan lemak sapi sebagai gantinya. Seiring waktu, McDonald's dan kedai makanan cepat saji lainnya menjadikan lemak hewani sebagai bagian dari  rasa penggor...

Tukang Bid'ah

Seorang ulama di Youtube mengeluarkan kata2 "suka membid'ah2kan orang" untuk merujuk pada salah satu kelompok Islam. Saya lalu terpikir : kenapa? Setelah menonton beberapa video yang ada kata "bid'ah"nya saya heran. Tidak ada kelompok islam yang menuduh kelompok lain melakukan bid'ah. Yang ada beberapa ulama yang MEMBUKTIKAN bahwa beberapa ibadah yang dilakukan oleh kelompok lain tergolong bid'ah. Sementara "ulama bid'ah" tidak pernah berniat membuktikan bahwa mereka tidak melakukan bid'ah. Adanya hanya melakukan counter dengan menuduh pihak anti bid'ah sebagai "suka membid'ah2kan orang" untuk mengesankan ulama anti bid'ah sebagai pihak yg jahat, minimal ceroboh dengan menyematkan kata "suka" tadi. Dengan kata lain, mereka memang tidak punya dalil keislaman untuk membela ibadah rekaan yang mereka jalani. Inilah yg merusak Islam. Ketika si salah tidak mau dibilang salah, tapi juga tidak bisa mem...

Poltergeist

Ramadhan 2017, aku pulang kampung ke Jorong Kampuang Ateh setelah lima tahun mondok di pesantren di Jawa Tengah. Suasana kampung Minang biasanya semarak: beduk sahur, petasan anak-anak, suara tadarus dari surau, dan aroma lamang di dapur-dapur warga. Tapi kali ini, semuanya sunyi. Jalan ke Surau Imam Bonjol—yang biasanya tak pernah sepi—kini gelap dan ditinggalkan. Orang-orang memilih shalat di rumah. Anak-anak tak lagi berani mengaji selepas Maghrib. Kakekku, Datuak Sati, seorang ninik mamak yang dituakan di kampung, hanya menggeleng saat aku tanya penyebabnya. Namun ketika aku bertanya ke Pak Caniago, muadzin surau, barulah aku dengar cerita sesungguhnya. “Makhluk itu muncul sejak sebelum Ramadhan. Hitam, tinggi, mato merah... duduk di cabang pohon waru di jalan sawah. Ndakdo urang nan ka surau malam-malam. Yang berani, jatuh sakit atau hilang akal.” Cerita itu tak membuatku gentar, malah hatiku bergolak. Surau adalah rumah Allah. Kalau warga takut lewat jalan itu, berarti ada yang s...