Langsung ke konten utama

Kenapa Kertas Toilet Berwarna Putih?

Kertas toilet warna sebenarnya trendi di tahun 1950-an. 
Kertas toilet selalu menjadi barang penting di toilet modern, terutama jika Anda belum beralih menggunakan bidet. Tapi pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa kertas toilet berwarna putih polos?

Bagaimana kertas toilet dibuat? 
Kertas toilet terbuat dari serat selulosa yang berasal dari pohon atau kertas daur ulang. Seratnya kemudian dicampur dengan air untuk membuat bubur kayu. Pembuatan kertas toilet terdiri dari dua bagian dasar, yaitu membuat kertas mentah, dan mengubahnya menjadi produk akhir yang Anda beli di toko. Kertas mentah dimulai sebagai bubur kayu sama seperti jenis kertas lainnya. Bubur kayu kemudian diputihkan dengan hidrogen peroksida atau klorin agar lebih putih. Proses pemutihan ini lebih dari sekadar kebutuhan estetis. Proses ini juga menghilangkan zat lignin, melembutkan kertas juga. 

Kenapa kertas toilet berwarna putih? 
Serat selulosa juga berwarna putih alami. Namun, lem yang menyatukan mereka berwarna cokelat yang akhirnya hilang berkat pemutih. Jadi bukan hanya prosesnya saja, tapi juga bahan bakunyalah yang membuat tisu toilet menjadi putih. Plus, kertas toilet dari kertas daur ulang sebagian besar menggunakan limbah kantor atau kertas printer, yang juga sudah berwarna putih. Meskipun bubur kayu yang diputihkan menghasilkan serat paling lembut untuk membuat jaringnya, serat yang tidak diputihkan dan didaur ulang pun dapat membuat jaringan berkualitas tinggi. Jadi warna putih tisu toilet lebih konvensional daripada fungsional karena tisu toilet sebenarnya tidak harus putih agar bisa lembut dan menyerap. 

Apakah ada warna lain untuk kertas toilet? 
Meskipun kertas toilet putih adalah umum saat ini, kertas toilet warna sebetulnya sangat trendi di masa lalu. Pada 1950-an, orang-orang bahkan menyamakan kertas toilet mereka dengan tema warna kamar mandi mereka. Namun, trend ini mereda, berkat kekhawatiran tentang keamanan pewarna pastel untuk kulit dan lingkungan. Plus, kertas toilet berwarna meningkatkan biaya untuk produksinya. Sebagian besar kertas toilet di Amerika Utara berwarna putih karena preferensi konsumen. Tetapi di tempat-tempat seperti Amerika Selatan dan Eropa, kertas toilet hadir dalam berbagai warna, bahkan hitam.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Anda Ketagihan Makan French Fries McDonald's?

French Fries Untuk membuat kentang goreng atau French Fries McDonald's, kentang segar dicuci, dikupas, dipotong, dan direbus di pabrik. Konon  juga ditambahkan bahan kimia untuk menjaga kentang tetap berwarna kuning muda (tapi itu bukan rahasia di balik rasanya yang enak).  Setelah itu, kentang yang sudah terpotong digoreng kurang dari satu menit sebelum dibekukan dan dikirim ke gerai2 McDonald's.  Di restoran, potongan kentang beku itu digoreng dengan minyak dan garam sebelum dihidangkan untuk Anda.  Itu semua terdengar cukup standar, jadi mengapa kentang mereka sangat nikmat? Semuanya berawal pada 1950-an ketika perusahaan penyedia minyak nabati McDonald's tidak mampu membeli peralatan yang dibutuhkan untuk menghidrogenasi minyak, yang akan memperpanjang keawetannya.  Jadi pemasok memilih campuran minyak dan lemak sapi sebagai gantinya. Seiring waktu, McDonald's dan kedai makanan cepat saji lainnya menjadikan lemak hewani sebagai bagian dari  rasa penggor...

Tukang Bid'ah

Seorang ulama di Youtube mengeluarkan kata2 "suka membid'ah2kan orang" untuk merujuk pada salah satu kelompok Islam. Saya lalu terpikir : kenapa? Setelah menonton beberapa video yang ada kata "bid'ah"nya saya heran. Tidak ada kelompok islam yang menuduh kelompok lain melakukan bid'ah. Yang ada beberapa ulama yang MEMBUKTIKAN bahwa beberapa ibadah yang dilakukan oleh kelompok lain tergolong bid'ah. Sementara "ulama bid'ah" tidak pernah berniat membuktikan bahwa mereka tidak melakukan bid'ah. Adanya hanya melakukan counter dengan menuduh pihak anti bid'ah sebagai "suka membid'ah2kan orang" untuk mengesankan ulama anti bid'ah sebagai pihak yg jahat, minimal ceroboh dengan menyematkan kata "suka" tadi. Dengan kata lain, mereka memang tidak punya dalil keislaman untuk membela ibadah rekaan yang mereka jalani. Inilah yg merusak Islam. Ketika si salah tidak mau dibilang salah, tapi juga tidak bisa mem...

Poltergeist

Ramadhan 2017, aku pulang kampung ke Jorong Kampuang Ateh setelah lima tahun mondok di pesantren di Jawa Tengah. Suasana kampung Minang biasanya semarak: beduk sahur, petasan anak-anak, suara tadarus dari surau, dan aroma lamang di dapur-dapur warga. Tapi kali ini, semuanya sunyi. Jalan ke Surau Imam Bonjol—yang biasanya tak pernah sepi—kini gelap dan ditinggalkan. Orang-orang memilih shalat di rumah. Anak-anak tak lagi berani mengaji selepas Maghrib. Kakekku, Datuak Sati, seorang ninik mamak yang dituakan di kampung, hanya menggeleng saat aku tanya penyebabnya. Namun ketika aku bertanya ke Pak Caniago, muadzin surau, barulah aku dengar cerita sesungguhnya. “Makhluk itu muncul sejak sebelum Ramadhan. Hitam, tinggi, mato merah... duduk di cabang pohon waru di jalan sawah. Ndakdo urang nan ka surau malam-malam. Yang berani, jatuh sakit atau hilang akal.” Cerita itu tak membuatku gentar, malah hatiku bergolak. Surau adalah rumah Allah. Kalau warga takut lewat jalan itu, berarti ada yang s...