Langsung ke konten utama

10 Kota Terbesar di Dunia

Dua ribu tahun yang lalu, hanya ada 170 juta orang yang hidup di Bumi. Umat manusia terus bertambah sejak itu. Menginjak angka 7,7 miliar orang pada 2019 dan diproyeksikan mencapai 10 miliar pada abad ke-22. 

Populasi kita yang berkembang menghadirkan banyak tantangan, terutama karena negara-negara ingin mencapai tujuan keberlanjutan pada tahun 2030. Pada dasarnya, semakin banyak manusia di Bumi, semakin banyak sumber daya seperti makanan, air, dan tanah yang kita butuhkan, semakin banyak sumber daya yang kita ambil dari spesies lain, dan semakin banyak limbah yang kita hasilkan. 

Ada beberapa kabar baik. Peningkatan populasi melambat, dan di beberapa negara populasi menyusut. Namun, ada tempat lain yang penuh sesak. Mari kita baca 10 wilayah metropolitan terpadat di planet ini. 


10. Osaka, Jepang 
Populasi saat ini: 19.165.340 orang 
Jumlah orang yang tinggal di pusat kuliner Jepang dan wilayah metropolitan terbesar ketiga di negara ini sebenarnya menurun 0,3 persen sejak 2019. Tetapi hampir 20.000 manusia tinggal di setiap sudut wilayah Kansai yang luas (termasuk kota Osaka) sepanjang 27.000 kilometer ini. Hasilnya beberapa tempat tinggal yang amat sempit. Dan faktanya, 7 persen dari total populasi Jepang tinggal di wilayah yang lebih kecil lagi, tepatnya di kota Osaka dan 42 kecamatannya. 


9. Mumbai, India 
Populasi saat ini: 20.411.274 orang 
Wilayah metropolitan terbesar kedua di India ini memiliki populasi kota terbesar, dengan lebih dari 13 juta pada penghitungan sensus resmi terakhir pada 2011. Keretanya saja membawa 6 juta orang per hari, angka yang membuat malu hampir setiap kota sibuk lainnya. Populasi Mumbai telah melonjak dalam 20 tahun terakhir dan faktanya telah berlipat ganda sejak 1991, karena para migran dari daerah pedesaan pindah ke kota untuk mencari pekerjaan. Realitas praktis dari perubahan ini suram: laporan dari World Population Review, menyatakan bahwa 41 persen penduduk di Mumbai dan daerah sekitarnya tinggal di daerah kumuh. Mumbai mungkin masih tumbuh, tetapi lajunya melambat. pada tahun 2019, Mumbai adalah kota ke-8 dalam daftar ini. Hal hebat lainnya tentang Mumbai, Reader's Digest menganggapnya sebagai salah satu kota paling "jujur" di dunia. 



8. Beijing, Cina 
Populasi saat ini: 20.462.610 orang 
Kota terbesar kedua di China memiliki penduduk yang hampir sama banyaknya dengan seluruh negara Australia. Dan populasi tidak hanya meningkat dengan stabil sejak tahun 1975, tapi diproyeksikan akan terus meningkat sampai tahun 2035, menurut laporan Prospek Urbanisasi Dunia PBB. Salah satu kerugian serius dari populasi besar di daerah perkotaan adalah Beijing memiliki kualitas udara terburuk untuk bernapas, berkat pembangkit listrik batu bara yang berpolusi dan lalu lintas mobil yang menghasilkan polusi berukuran 52 mikron per meter kubik, seperti yang dilaporkan oleh Reuters. Sayangnya, ia juga salah satu dari 11 kota besar yang kehabisan air. 



7. Kairo, Mesir 
Populasi saat ini: 20.900.604 orang 
Ibu kota Mesir ini telah berdiri setidaknya sejak abad ke-4 karena lokasinya yang penting di Sungai Nil. Setelah wabah di Abad Pertengahan dan kerusuhan yang menghancurkan kota pada 1950-an, sejak itu ia terus berkembang pesat. Bahkan populasi kota intinya sangat tinggi, 12 juta seperti yang dihitung oleh World Population Review. Alexandria, kota terbesar kedua di Mesir, hanya berukuran 30 persen dari ukuran Kairo. 



6. Dhaka, Bangladesh 
Populasi saat ini: 21.005.860 orang 
Business Insider menyebut Dhaka sebagai kota terpadat di dunia pada tahun 2018, dan kotanya terus berkembang sejak saat itu. Dengan lebih dari 23.000 orang per kilometer persegi dan 2.000 orang yang tiap hari pindah ke ibu kota Bangladesh. Alasan masuknya adalah mencari kerja dan karena bencana alam yang disebabkan oleh perubahan iklim mendatangkan malapetaka di kota dan desa asal mereka. Tidak mengherankan kemudian, seperempat penduduk Bangladesh hidup di bawah garis kemiskinan, dengan perkiraan 3 juta orang tinggal di daerah kumuh Dhaka. 



5. Mexico City, Meksiko 
Populasi saat ini: 21.782.378 orang 
Sebuah pembangkit ekonomi negara, Mexico City juga merupakan salah satu yang terpadat di dunia. Faktanya, 20 persen dari seluruh penduduk Meksiko tinggal di Mexico City. Lonjakan pertumbuhan berarti bahwa kota tersebut akan mengalami kesulitan untuk memenuhi layanan yang diperlukan bagi penduduknya, seperti perumahan. Populasinya hanya tumbuh 0,5 persen dari 2019 hingga 2020. 



4. Sao Paulo, Brasil 
Populasi saat ini: 22.043.028 orang 
Kota terpadat di benua Amerika, dengan lebih dari 11 juta orang yang tinggal di pusat kota ini, adalah pusat budaya dunia yang canggih dan punya beragam etnis, yang juga, anehnya, menurut Forbes, adalah rumah bagi 26 miliarder. Ini juga kota imigran. 81 persen siswa mengatakan bahwa mereka adalah keturunan imigran asing, tulis World Population Review dari survei terbaru oleh University of Sao Paulo. Wilayah metropolitan ini diproyeksikan mencapai jumlah penduduk 23 juta pada tahun 2030. 



3. Shanghai, Cina 
Populasi saat ini: 27.058.480 orang 
Shanghai adalah kota terbesar di dunia, dan salah satu yang paling cepat berkembang selama 20 tahun terakhir. Mengalami pertumbuhan dua digit hampir setiap tahun sejak 1992, kecuali saat resesi global 2008-2009, kata World Population Review. Dan ia masih tumbuh, meskipun laju pertumbuhan itu melambat. Para ahli memperkirakan wilayah metropolitannya yang lebih besar akan mencapai 50 juta penduduk pada tahun 2050, yang pasti akan memperburuk semua masalah yang datang dengan kota-kota padat, seperti infrastruktur yang tidak memadai dan polusi. Shanghai sepertinya tidak akan masuk dalam daftar negara-negara "baik" oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, yaitu kota yang memberikan kontribusi positif bagi dunia dalam waktu dekat. 



2. Delhi, India 
Populasi saat ini: 30.290.936 orang 
Delhi, ibu kota India dan pusat pemerintahannya, menempati urutan kedua dalam jumlah penduduk dan memimpin urutan kota-kota paling tercemar di dunia. kota ini dihuni lebih dari 11.000 orang ke dalam masing-masing sudut dari 1484 kilometer perseginya. Dan itu tumbuh lebih cepat daripada hampir semua tempat lain di Bumi. Pada tahun 2001 saja, menurut World Population Review, penduduknya meningkat 215.000 orang karena pertumbuhan alami dan 285.000 melalui migrasi. Jumlahnya meningkat tahun ini sebesar 3,03 persen dibandingkan 2019 tetapi masih di jalur cepat untuk mencapai populasi lebih dari 43 juta pada tahun 2035. 



1.Tokyo, Jepang 
Populasi saat ini: 37.393.128 orang 
Percaya atau tidak, kota terbesar di dunia ini mengalami penurunan populasi 0,11 persen dari 2019. Tren itu diperkirakan akan terus berlanjut hingga 2035, sehingga 16 tahun dari sekarang, Tokyo akan menampung hampir 1,5 juta orang lebih sedikit orang daripada hari ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.