Barang nikmat ini masuk ke dalam industri makanan berkat serangkaian kejadian tak terduga.
Meskipun seorang imigran Italia bernama Italo Marchiony dicatat oleh sejarah karena secara independen menemukan es krim cone pertama, barulah pada sebuah pameran lokal di Amerika tahun 1904, suguhan manis itu menghasilkan daya tarik yang luas.
Di St. Louis World's Fair, seorang pedagang sedang menjual es krim yang begitu populer. Akibatnya pedagang itu kehabisan piring untuk menyajikan es krimnya.
Ernest Hamwi, seorang pendatang dari Suriah, sedang membagikan kue-kue mirip wafel di stan yang berdekatan.
Pedagang Suriah ini berpikir cepat, berimprovisasi dan menggulung wafelnya menjadi bentuk kerucut, mendinginkannya selama beberapa menit.
Dia menawarkan karyanya itu kepada penjual es krim, yang terpesona dengan kreasi pria itu dan mulai menyajikan es krim dalam cone itu.
Es krim ini terbukti sukses dan menjadi makanan pokok di toko es krim seluruh dunia.
French Fries Untuk membuat kentang goreng atau French Fries McDonald's, kentang segar dicuci, dikupas, dipotong, dan direbus di pabrik. Konon juga ditambahkan bahan kimia untuk menjaga kentang tetap berwarna kuning muda (tapi itu bukan rahasia di balik rasanya yang enak). Setelah itu, kentang yang sudah terpotong digoreng kurang dari satu menit sebelum dibekukan dan dikirim ke gerai2 McDonald's. Di restoran, potongan kentang beku itu digoreng dengan minyak dan garam sebelum dihidangkan untuk Anda. Itu semua terdengar cukup standar, jadi mengapa kentang mereka sangat nikmat? Semuanya berawal pada 1950-an ketika perusahaan penyedia minyak nabati McDonald's tidak mampu membeli peralatan yang dibutuhkan untuk menghidrogenasi minyak, yang akan memperpanjang keawetannya. Jadi pemasok memilih campuran minyak dan lemak sapi sebagai gantinya. Seiring waktu, McDonald's dan kedai makanan cepat saji lainnya menjadikan lemak hewani sebagai bagian dari rasa penggor...
Komentar
Posting Komentar