Barang nikmat ini masuk ke dalam industri makanan berkat serangkaian kejadian tak terduga.
Meskipun seorang imigran Italia bernama Italo Marchiony dicatat oleh sejarah karena secara independen menemukan es krim cone pertama, barulah pada sebuah pameran lokal di Amerika tahun 1904, suguhan manis itu menghasilkan daya tarik yang luas.
Di St. Louis World's Fair, seorang pedagang sedang menjual es krim yang begitu populer. Akibatnya pedagang itu kehabisan piring untuk menyajikan es krimnya.
Ernest Hamwi, seorang pendatang dari Suriah, sedang membagikan kue-kue mirip wafel di stan yang berdekatan.
Pedagang Suriah ini berpikir cepat, berimprovisasi dan menggulung wafelnya menjadi bentuk kerucut, mendinginkannya selama beberapa menit.
Dia menawarkan karyanya itu kepada penjual es krim, yang terpesona dengan kreasi pria itu dan mulai menyajikan es krim dalam cone itu.
Es krim ini terbukti sukses dan menjadi makanan pokok di toko es krim seluruh dunia.
Judul artikel ini merujuk pada ayat Al Quran. Tapi kenyataannya memang demikian. Beberapa masalah yang akhir2 ini diributkan orang justru penyebabnya mereka sendiri. Maraknya begal dan pembunuhan. Lah udah disuruh hukum potong tangan, hukum mati jika si begal membunuh, dilakukan di depan umum supaya ada efek jera, eh malah ga dikerjakan. Jadilah begal2 itu residivis kambuhan. Bukannya masyarakat yang dilindungi, justru si begal yang terlindungi dari hukuman berat. Susahnya cari tanah kuburan. Lah udah dibilang sama Rasulullah kuburan seorang muslim itu cuma tanah aja, ga pake pertanda apa2, apalagi sampai dibikinin nisan+bangunan di atasnya. Tapi ya kok tetap pada ngeyel? Pembangunan tidak merata. Lah udah dibilang bikin bangunan atau rumah ga boleh menghalangi matahari ke rumah tetangga, ini malah berlomba bangun pencakar langit. Jadinya? Ya numpuk di Jakarta. Mau ngeluh banjir? Macet? Ngeyel sih. Pelecehen seksual merajalela. Lah udah diajarin syarat nikah itu suka sama ...
Komentar
Posting Komentar