Hindari produk dengan kemasan yang menggelembung di toko. Ini adalah masalah keamanan pangan. Beberapa item memang dimaksudkan untuk menjadi bengkak, seperti marshmallow buatan rumahan. Atau bantal. Atau bola bola kapas. Tapi makanan dalam kemasan biasanya bukanlah salah satu dari barang-barang di atas. Namun, mungkin ada saat-saat ketika Anda berada di toko swalayan dan melihat kemasan makanan yang kembung. Anda harus memperhatikan fakta menarik ini. Baca terus untuk mengetahui apa yang menyebabkan barang dalam kemasan mengembang dan apakah aman untuk dimakan.
Informasi dasar tentang kemasan makanan kembung
Sudah ada angin atau gas di banyak bahan makanan kita. Berbagai jenis paket makanan menggunakan jumlah angin yang berbeda tergantung pada makanannya.
Makanan yang mudah rusak seperti keju dan sosis sering dikemas dengan sedikit atau tanpa angin untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Beberapa makanan, seperti keripik kentang, justru dikemas dalam kantong dengan gas ekstra untuk menjaga tekstur dan mencegah dari kerusakan. Itu normal. Tetapi jika suatu barang telah membengkak melebihi ukuran yang diharapkan, berubah menjadi kemasan makanan yang membengkak, Anda mungkin akan mencurigainya.
Apakah kemasan makanan yang kembung berarti makanan tersebut berbahaya?
Kemasan makanan yang kembung tidak selalu berarti makanan di dalamnya berbahaya untuk dimakan. Jika Anda tinggal di daerah dataran tinggi, seperti kota Malang, kemasan makanan dapat membengkak karena tekanan udara di dalam kemasan lebih tinggi daripada tekanan udara lingkungan di luar. Dalam hal ini, makanannya tidak buruk.
Tetapi sebagian besar kemasan makanan menjadi kembung disebabkan ketika mikroorganisme yang ditemukan dalam makanan yang mudah rusak tadi, sudah menghasilkan gas, seperti karbon dioksida. Beberapa mikroorganisme ini menyebabkan makanan menjadi busuk, dan yang lainnya bahkan dapat menyebabkan keracunan makanan.
Makanan apa yang paling sering terkena?
Kembung bisa terjadi pada semua jenis makanan. Tetapi makanan kering dan rendah kelembapannya, seperti kismis atau selai kacang, jauh lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami nasib ini. Itu karena kadar air dalam makanan ini jauh di bawah yang dibutuhkan mikroorganisme untuk tumbuh.
Apa yang harus Anda lakukan agar tetap aman?
Jangan membeli produk apa pun dengan kemasan yang kembung. Simpan makanan Anda dengan benar di bawah kondisi yang diinginkan. Hindari paparan panas atau sinar matahari yang ekstrim, yang dapat merusak kemasan makanan. Selalu perhatikan tanggal kedaluwarsa makanan sebelum memakannya. Dan yang paling penting, gunakan penilaian Anda sendiri dengan baik.
Jika makanan berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu melewati tanggal kedaluwarsa yang dicetak dan kemasannya membengkak dengan cara yang tidak seharusnya dalam kemasan normal dan aslinya, itu selalu merupakan tanda yang cukup untuk membuang makanan tersebut demi alasan keamanan.
Komentar
Posting Komentar