Seperti pahlawan super, banyak hidangan, makanan penutup, dan minuman yang dicintai orang-orang sedunia, memiliki kisah asal-usul yang menarik, mencengangkan, dan terkadang bahkan kontroversial.
1. Salad Caesar: Tijuana, Meksiko
Mengingat namanya, sangat bisa dimengerti orang mungkin menganggap salad ini berasal dari Roma kuno. Meskipun orang Italia menciptakan banyak barang yang pernah disebut oleh International Society of Epicure sebagai resep terbesar di Amerika dalam setengah abad terakhir, campuran batang selada romaine, minyak zaitun, telur mentah, crouton, keju parmesan, dan saus Worcestershire ini pertama kali bercampur bersama di Caesar's Restaurant Baja California. Caesar Cardini pindah ke Amerika Utara pada tahun 1910-an. Ia membuka restoran di Sacramento dan San Diego, sebelum kemudian melarikan diri ke kota perbatasan Tijuana, Meksiko, yang mengalami ledakan pariwisata pada tahun 1920-an. Rumor mengatakan bahwa restoran Avenida Revolución miliknya dibanjiri turis yang kehausan dan kehabisan persediaan makanan pada 4 Juli 1924, ketika dia mengambil bahan makanan apa saja yang tersisa dan mencoba membuat makanan sederhana di pinggir meja. Beberapa orang mengklaim bahwa saudaranya, Alessandro, lah yang menciptakannya. Sementara yang lain mengatakan dia hanya bertanggung jawab untuk penambahan ikan teri. Teori lain mengatakan seorang Imigran/karyawan berkebangsaan Italia Livio Santini mendasarkannya pada resep ibunya, tetapi Cardini mengambil klaim atas makanan hit itu. Either way, penggemar dapat menikmati salad versi asli di tempat kelahiran Caesar yang direnovasi dan dibuka kembali pada tahun 2010.
2. Jell-O : LeRoy, New York
Pada tahun 1897, tukang kayu bernama Pearle Wait sedang mencampur obat batuk dan teh pencahar di dapur rumahnya ketika dia mulai bereksperimen dengan gelatin. Hasil dari mengutak-atik itu, menurut website Museum Jell-O', adalah makanan penutup rasa buah yang namanya diciptakan oleh istrinya, May. Semangatnya goyah dalam memasarkan suguhan ini, ditambah kekurangan dana dan pengalaman. Dia akhirnya menjual merek dagang tersebut pada tahun 1899 seharga $450 kepada sesama LeRoy-ian (orang LeRoy) dan produsen obat-obatan eksklusif yang sukses, Orator Frank Woodward. Dia juga menyerah dan menjualnya ke Sam Nico seharga $35. Penjualan ketiga merupakan yang paling menarik karena Genesee Pure Food Company mulai menjual Jell-O pada tahun 1900 dan melaporkan hasil penjualan sebesar $250.000 pada tahun 1902 ketika paket-paket makanannya masih diisi dengan tangan dan dijual dari gerobak yang ditarik kuda. Empat rasa pertama adalah jeruk, lemon, stroberi, dan raspberry. Kebangkitan JELLO yang meroket tentu saja dibantu oleh iklan yang memanfaatkan artis seperti Norman Rockwell dan Parrish serta komedian Jack Benny.
3. Brownies: Chicago
Bertha Palmer, dermawan dari Windy City, istri dari pemilik Palmer House Hotel, Potter Palmer, dan presiden Board of Lady Managers, mendapati dirinya berada di tengah dilema untuk makanan penutup pada tahun 1893. Saat menghadiri World’s Fair Columbian Exposition di Chicago bersama timnya, dia membutuhkan kue sederhana yang akan menyenangkan para wanita yang akan makan siang bersamanya di sana. Dia meminta bantuan koki hotel, dan dia menciptakan hidangan baru. Istilah brownies muncul belakangan. Penggunaan tercetak pertama dari kata itu dilakukan dalam Buku Masak Sekolah Memasak Boston tahun 1896 oleh Fannie Farmer. Palmer House membuat kue menggunakan resep aslinya untuk restorannya dan menawarkan tur History Is Hott dengan sejarawan resmi yang diakhiri dengan sepotong cokelat segar dari oven.
4. Hamburger: New Haven, Connecticut
Louis Lassen, seorang imigran dari Denmark, membuka stan gerobak makan siang di halaman belakang rumahnya di New Haven pada tahun 1895. Menurut legenda, makanan itu lahir ketika seorang pengusaha lokal datang ke Louis' Lunch lima tahun kemudian, yang membutuhkan sebuah pilihan makanan takeout cepat. Lassen lalu memanggang patty yang terbuat dari campuran lima potong steak yang ditumbuk dengan tangan dan meletakkannya di antara dua potong roti panggang. Restoran, yang dijalankan oleh generasi kelima Lassens, masih memasak burger di atas panggangan besi cor asli dan menyajikannya di atas roti putih. Roti hamburger konon muncul pada tahun 1916 atas izin pendiri White Castle, Walter Anderson. Lois' Lunch masih menjadi salah satu restoran burger retro terbaik di Amerika Serikat.
5. Hot wings: Buffalo, New York
Pesta Super Bowl di Amerika tidak akan sama jika bukan karena camilan pedas yang ditemukan di bagian utara New York pada tahun 1964 ini. Meskipun beberapa detailnya masih diperdebatkan, fakta dasar seputar asal usul sayap ayam Buffalo adalah begini : Teressa Bellissimo, pemilik Anchor Bar, diyakini sebagai orang pertama yang melapisi sayap ayam dengan cabai rawit, saus pedas, dan mentega dan menyajikannya dengan keju biru dan seledri karena itulah yang ada di dapurnya. Suaminya punya cerita lain, bahwa hari itu mereka salah menerima kiriman sayap dan dia harus mencari cara untuk memanfaatkan kesalahan itu. Putranya memiliki carita yang berbeda. Dia bilang dia berpesta dengan teman-temannya dan meminta ibunya untuk membuatkan mereka camilan tengah malam dan sayap ayam pedas itu adalah hasil dari permintaan itu. Ketiganya telah meninggal, jadi kita tidak akan pernah tahu cerita mana yang benar.
6. Kue Red Velvet : New York City
Tapi kue Velvet tanpa pewarna dipanggang oleh orang Victoria pada 1800-an menggunakan tepung almond, kakao, atau tepung jagung, untuk melunakkan protein tepung dan menghasilkan camilan yang bertekstur lebih halus. Pada 1930-an, resep red devil's food cake (alias, kue Natal) ditulis di kolom surat kabar West Coast dan Midwest. Menurut New York Times, seorang arsiparis Waldorf Astoria mengatakan, makanan ringan merah ini, yang kemungkinan diwarnai dengan jus bit, memulai debutnya di menu hotel pada tahun 1930-an. Rumor menjelaskan bahwa kokinya merahasiakan resepnya sampai seorang tamu yang memintanya. Diduga, sang tamu memberinya faktur sebesar $350 untuk resep kue tersebut. Popularitasnya menyebar seperti api setelah peraturan pemerintah tentang pewarna makanan ditetapkan pada tahun 1938.
7. Corndog: Amarillo, Texas dan Springfield, Illinois
Saat menjadi mahasiswa di Illinois pada tahun 1941, Ed Waldmire Jr. menceritakan saat dia makan "wiener (sosis) yang sangat enak yang dipanggang dalam roti jagung" yang "cukup lama untuk disiapkan" di Muskogee, Oklahoma, kepada sesama mahasiswa bernama Don Strand yang ayahnya pebisnis roti. Lima tahun kemudian, Strand mengirimi pegawainya bernama Waldmire, yang ditempatkan di Lapangan Terbang Amarillo di Texas, sebuah resep adonan yang akan menempel pada tusukan saat digoreng. Dengan menggunakan garpu koktail sebagai stik, dia mulai membuat stik kering di dapur dan menjualnya di sekitar pangkalan dan di kota sampai dia resign pada tahun 1946. Dia kembali ke Springfield dan mulai menjualnya di musim panas itu sebagai Cozy Dogs. Seperti nama aslinya di Lake Springfield Beach House dan di Illinois State Fair. Pada tahun 1949, corndog seperti yang kita kenal sekarang dijual di dua restoran dan drive-in.
8. Es loli: Oakland, California
Seperti banyak penemuan hebat lainnya, makanan beku favorit Amerika di musim panas ini ditemukan secara tidak sengaja. Pada tahun 1905, penduduk Oakland yang berusia 11 tahun, Frank Epperson, dengan ceroboh meninggalkan gelas limunnya di luar semalaman dengan stik pengaduk masih ada di dalamnya. Akhirnya membeku dan sisanya adalah sejarah dessert dunia. Nama Popsicle tidak digunakan sampai tahun 1923. Hari ini, tiga jutanya terjual setiap tahun.
Komentar
Posting Komentar