Langsung ke konten utama

Males Nonton Film Indonesia?

Ga semuanya sih. Tapi beberapa film memang ga enak ditonton. Bukan cuma soal jalan cerita yang terlalu dangkal, tapi juga soal aktingnya. 

Aktor Indonesia, cmiiw, memasuki dunia film berdasarkan pertemanan, atau hubungan lain yg kurang lebih tercakup dalam satu kata, yaitu NEPOTISME. Akibatnya tentu saja jarang aktor yg punya akting bagus. Yang ada ya aktor dengan akting berlebihan, atau kurang sama sekali. Untuk berada di level 50 plus minus, alias mendekati pas, rasanya sulit. 

Deddy Mizwar, Tio Pakusadewo, atau Ray Sahetapi rasanya tak sembarangan melepas teriakan ketika marah. Intinya tak perlu gestur berlebihan, org paham dari mimik mukanya, dia sedang apa. Klo aktor2 muda? Ketika marah merasa harus teriak. Ketika bahagia, merasa tawanya harus mengisi dunia. Ketika sedih, tangisnya harus banjir.

Ditambah lagi ketika akting jadi orang kaya atau anak JKT, gesturenya jadi ngopipaste bule2 di film. Padahal kan gesture Indonesia ga sama dengan bule. Contohnya saja India, goyangan kepalanya masih tetap geleng2 untuk iya, dan ke kiri kanan saat bicara. Korea juga, gesturenya tak lantas membule gara2 harus akting jd orang kaya. Kita yang nonton bisa merasakan bahwa gesturenya adalah KOREA.

Masalah Indonesia sama dengan Cina alias Hongkong. Belakangan saya juga mulai menghindari film2 Cina. Serius, saya dulu paling suka film Hongkong, apalagi di era layar emasnya RCTI. Tapi mulai eneg di generasi setelah film Kungfu Hustle nya Stephen Chow. 

Ya itu tadi. Di film2 lama Hongkong, selalu menggunakan gestur yang CINA banget. Eeeh skrg bocil2nya malah kebarat2an. Jadinya eneg banget nontonnya. Sesuatu yg bukan dari hati, tak akan sampai ke hati. Gestur yg terlalu dibuat2, apalagi bukan gestur ras atau negara itu, jadinya bagai menambal ban, tapi jendol...

Indonesia pun begitu. Ya ada dua kemungkinan. Pertama, memang generasi saat ini tumbuh dg budaya barat. Jd gesturnya ikut mereka. Tapi, ya itu tadi. Gesturnya Aryo Bayu justru NO PROBLEM. Padahal dia lama di NZ lho. Karena memang mungkin dari hati ya. Asli. Pure. Sedangkan aksinya Oka yang joget ga pake baju atasan di salah satu film, ceritanya dia orang kaya, terasa sekali dibuat2nya. Ya itu tadi, jikalau gestur yang dibuat2 adalah gestur asli Indonesia, masih asik. Tapi kalau gestur bule yang ditiru, dan ga masuk, ambyar. Atau memang lagu yang dipake bukan OKA BANGET. Jadi wajar saja klo dia ga keliatan perform di situ. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.