Begitu sombong mereka yg sudah menikah. But, pikir2 lagi. Kenapa jomblo lbh ngenes daripada yg sudah berpasangan?
Tidak ada tempat berbagi? Bukannya banyak y yg curhat klo pasangannya egois, maunya didengarkan, tidak sabar dalam mendengarkan. Maksudnya ketika ada masalah, berbagi beban.....bukannya masalah jd lbh banyak y? Dulu ketika sendiri, kamu bisa makan di mana saja kamu mau, setelah berpasangan? Harus kompromi dulu.
Nanti pas tua sendirian, susah lho! Baru saja di medsos ngeliatin bapak2 tua ditinggal mati istrinya, anak2nya jauh di kota, sibuk kerja, akhirnya dia sendirian di rumah. Belum lagi beberapa berita tv soal balita yg duduk di samping jenazah orangtuanya karena meninggal. Tetangga BARU MENGETAHUI setelah tercium bau busuk. Atau kisah lain seorang jompo yg meninggal sendirian di rumah dan BARU DIKETAHUI tetangga beberapa hari SETELAH TERCIUM BAU BUSUK. Anak2nya merantau ke KOTA dan TIDAK BISA DIHUBUNGI.
Artinya, sendiri ataupun berpasangan adalah pilihan terbaik dari Allah. Bukan kau yg harus menghakimi orang. Jangan sombong ketika mendapat pasangan. Jangan sombong pula untuk TAK MAU MENIKAH. Keduanya bukan dosa, baik jomblo ataupun menikah. Yang dosa adalah ketika kau merasa sombong dengan keluargamu, dan membully mereka yg jomblo. Padahal kau tidak pernah tau apakah keluarga itu akan membawamu ke neraka, ataukah ke surga. Tapi kesombonganmu sudah pasti membawamu ke tempat yg buruk.
Yang dosa adalah ketika kau menolak untuk menikah. Tidak mau menikah. Mau alasannya trauma lah, inilah, itulah, anulah, anilah, ketika kau membenci ajaran islam, tempatmu tak kalah buruk dengan si sombong tadi.
Soal mati, kita semua tak pernah tau dek. Intinya, mati y mati. Mau ditemani keluarga, ataupun tidak, sakitnya y segitu2 aja. Takkan berkurang, takkan bertambah. Yang akan berpengaruh kelak hanyalah amalmu. Jangankan menemanimu ke kubur, menemanimu menghembuskan nafas terakhir saja belum tentu anak2mu bisa. Jadi apa gunanya menyombongkan 300orang anakmu itu?
Semoga kita semua diberikan Allah hidup yg berkah dan husnul khatimah. Aaamiiin
Komentar
Posting Komentar