Langsung ke konten utama

Kenapa Kebanyakan Orang yang Sudah Menikah Auto Jadi Ateis?

Iya. Mereka yg sudah menikah kerap jadi ateis dadakan. Mereka langsung lupa Allah. Langsung main klaim : "Ini semua karena usaha saya! Kalau Allah mau, tapi saya TIDAK BERUSAHA, maka KEINGINAN Allah tidak akan terjadi!". Fiuuuh mengerikan sedikit di bawah Firaun. 


Mereka lupa bahwa Allah sudah menuliskan jodoh mereka ribuan tahun sebelum ruh ditiupkan. Mereka lupa bahwa kedudukan mereka hamba, bukan SETARA dengan Allah. Jadi mau mereka usaha atau tidak, jika Allah berkehendak, maka akan terjadi. "Ya tapi kita ga bisa diam saja donk!" Begitu mungkin pesan yg sering mereka sampaikan. Tapi, memangnya bisa seorang hamba DIAM saja? Coba DIAM SAJA 1 menit. Artinya betul2 diam, paru2mu jg diam. Bisa tidak? 

Jadi kenapa mereka seperti qarun? Yg sombong berkata : "Ini semua terjadi karena usahaku!"  Dan kenapa mereka cuma berani bicara soal nikah seperti itu? Cobalah bicara soal penghasilan dg penarik becak di jalanan, atau petani miskin. Katakan pada mereka :"KAMU KURANG USAHA!" Berani gak? 

Menikah atau tidak, itu takdir. Sama dengan kaya atau miskin. Ketika seorang belum menikah, belum tentu itu karena dia tidak berusaha. Memangnya setiap dia taaruf atau pdkt sama perempuan harus lapor sama kamu? Ketika orang belum kaya, bukan karena dia lebih malas daripada kamu. Bersyukurlah ketika kamu sudah menikah, tapi jangan menghina yg belum. Bersyukurlah ketika kamu sudah punya, tapi jangan menghina yang miskin. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Anda Ketagihan Makan French Fries McDonald's?

French Fries Untuk membuat kentang goreng atau French Fries McDonald's, kentang segar dicuci, dikupas, dipotong, dan direbus di pabrik. Konon  juga ditambahkan bahan kimia untuk menjaga kentang tetap berwarna kuning muda (tapi itu bukan rahasia di balik rasanya yang enak).  Setelah itu, kentang yang sudah terpotong digoreng kurang dari satu menit sebelum dibekukan dan dikirim ke gerai2 McDonald's.  Di restoran, potongan kentang beku itu digoreng dengan minyak dan garam sebelum dihidangkan untuk Anda.  Itu semua terdengar cukup standar, jadi mengapa kentang mereka sangat nikmat? Semuanya berawal pada 1950-an ketika perusahaan penyedia minyak nabati McDonald's tidak mampu membeli peralatan yang dibutuhkan untuk menghidrogenasi minyak, yang akan memperpanjang keawetannya.  Jadi pemasok memilih campuran minyak dan lemak sapi sebagai gantinya. Seiring waktu, McDonald's dan kedai makanan cepat saji lainnya menjadikan lemak hewani sebagai bagian dari  rasa penggor...

Tukang Bid'ah

Seorang ulama di Youtube mengeluarkan kata2 "suka membid'ah2kan orang" untuk merujuk pada salah satu kelompok Islam. Saya lalu terpikir : kenapa? Setelah menonton beberapa video yang ada kata "bid'ah"nya saya heran. Tidak ada kelompok islam yang menuduh kelompok lain melakukan bid'ah. Yang ada beberapa ulama yang MEMBUKTIKAN bahwa beberapa ibadah yang dilakukan oleh kelompok lain tergolong bid'ah. Sementara "ulama bid'ah" tidak pernah berniat membuktikan bahwa mereka tidak melakukan bid'ah. Adanya hanya melakukan counter dengan menuduh pihak anti bid'ah sebagai "suka membid'ah2kan orang" untuk mengesankan ulama anti bid'ah sebagai pihak yg jahat, minimal ceroboh dengan menyematkan kata "suka" tadi. Dengan kata lain, mereka memang tidak punya dalil keislaman untuk membela ibadah rekaan yang mereka jalani. Inilah yg merusak Islam. Ketika si salah tidak mau dibilang salah, tapi juga tidak bisa mem...

Poltergeist

Ramadhan 2017, aku pulang kampung ke Jorong Kampuang Ateh setelah lima tahun mondok di pesantren di Jawa Tengah. Suasana kampung Minang biasanya semarak: beduk sahur, petasan anak-anak, suara tadarus dari surau, dan aroma lamang di dapur-dapur warga. Tapi kali ini, semuanya sunyi. Jalan ke Surau Imam Bonjol—yang biasanya tak pernah sepi—kini gelap dan ditinggalkan. Orang-orang memilih shalat di rumah. Anak-anak tak lagi berani mengaji selepas Maghrib. Kakekku, Datuak Sati, seorang ninik mamak yang dituakan di kampung, hanya menggeleng saat aku tanya penyebabnya. Namun ketika aku bertanya ke Pak Caniago, muadzin surau, barulah aku dengar cerita sesungguhnya. “Makhluk itu muncul sejak sebelum Ramadhan. Hitam, tinggi, mato merah... duduk di cabang pohon waru di jalan sawah. Ndakdo urang nan ka surau malam-malam. Yang berani, jatuh sakit atau hilang akal.” Cerita itu tak membuatku gentar, malah hatiku bergolak. Surau adalah rumah Allah. Kalau warga takut lewat jalan itu, berarti ada yang s...