Iya. Mereka yg sudah menikah kerap jadi ateis dadakan. Mereka langsung lupa Allah. Langsung main klaim : "Ini semua karena usaha saya! Kalau Allah mau, tapi saya TIDAK BERUSAHA, maka KEINGINAN Allah tidak akan terjadi!". Fiuuuh mengerikan sedikit di bawah Firaun.
Mereka lupa bahwa Allah sudah menuliskan jodoh mereka ribuan tahun sebelum ruh ditiupkan. Mereka lupa bahwa kedudukan mereka hamba, bukan SETARA dengan Allah. Jadi mau mereka usaha atau tidak, jika Allah berkehendak, maka akan terjadi. "Ya tapi kita ga bisa diam saja donk!" Begitu mungkin pesan yg sering mereka sampaikan. Tapi, memangnya bisa seorang hamba DIAM saja? Coba DIAM SAJA 1 menit. Artinya betul2 diam, paru2mu jg diam. Bisa tidak?
Jadi kenapa mereka seperti qarun? Yg sombong berkata : "Ini semua terjadi karena usahaku!" Dan kenapa mereka cuma berani bicara soal nikah seperti itu? Cobalah bicara soal penghasilan dg penarik becak di jalanan, atau petani miskin. Katakan pada mereka :"KAMU KURANG USAHA!" Berani gak?
Menikah atau tidak, itu takdir. Sama dengan kaya atau miskin. Ketika seorang belum menikah, belum tentu itu karena dia tidak berusaha. Memangnya setiap dia taaruf atau pdkt sama perempuan harus lapor sama kamu? Ketika orang belum kaya, bukan karena dia lebih malas daripada kamu. Bersyukurlah ketika kamu sudah menikah, tapi jangan menghina yg belum. Bersyukurlah ketika kamu sudah punya, tapi jangan menghina yang miskin.
Komentar
Posting Komentar