Pada awalnya, klo merujuk ulama2 dan tulisan2 sejarah, semua menyebut Allah.
Eits, disclaimer dulu : ini bukan bahasan religi. Cuma meresapi salah satu perkembangan dunia maya.
Kemudian islam sampai di Indonesia, semuanya ada Allah nya. Ya Allah!
Lalu beberapa muslim malu, karena beberapa setan berwujud manusia di sekelilingnya merasa kepanasan dengan Allah. Alhasil munculah Yaelah! Oalah! Usaha si muslim tadi buat nutupin malu karena dibuli setan2 manusia tadi.
Kemudian, setan2 manusia ini tak henti di situ. Daaan tahun 2000an munculah tren menuhankan LOTENG. Ya, artis2 kemudian malu mengucapkan Allah, dan menggantinya dengan YANG DI ATAS.
Next, gen Z tak mau kalah gilanya. Mereka juga merasa jijik mengucapkan kata ALLAH. Tapi khusus yg muslim ya. Klo yang kristen mah bangga2 aja nyebut YESUS. Muslimnya ketakutan, atau mungkin ya jijik tadi. Jadilah sekarang trend mengganti Allah dengan sebutan semesta, tiktok, youtube, angin. Mereka tidak lagi berdoa kepada Allah, tapi berkata : SEMESTA kabulkanlah....atau TIKTOK do your magic....
Ya sekali lagi ini bukan untuk menggurui. Hanya sekedar meresapi sebuah fenomena di dunia maya. 😊
Komentar
Posting Komentar