Postingan salah satu orang yang kemungkinan ikut kecewa dengan muslim negeri ini. Mungkin dia ingin menggambarkan betapa buruknya kehidupan di Timur Tengah, tanah yg katanya tempat lahirnya Islam, satu2nya agama yang terjaga di dunia.
Tiba2 jadi ingat pembunuhan Raja Faisal di Saudi. Pembunuhan ini terjadi tak lama setelah sang raja menutup suplai minyak untuk amerika serikat karena AS membela Israel. Sebuah tindakan yg amat tegas dan keras dari seorang raja Saudi. Tentu saja bukan yahudi namanya kalau tidak cerdik. Mereka berhasil menciptakan skenario pembunuhan terhadap raja Faisal. Akhirnya suplai minyak untuk as kembali normal.
Setelah mengingat2 kembali. Sebuah negara menjadi maju karena ilmu pengetahuan. Begitu juga yg terjadi di kawasan Timur Tengah di masa2 keemasannya. Berbagai riset, penemuan, penjelajahan dilakukan. Di saat ilmuwan meneliti, mengkaji, tentara mereka menyebar ke luar. Agresi, itulah kunci untuk memindahkan MASALAH dari dalam negeri, ke luar negeri. Itulah kunci kemajuan sebuah negara.
Itu juga yg ditiru as saat ini. Mereka sibuk mengurusi Rusia vs ukraina, supaya masalah dalam negerinya tidak terlihat. Mereka sibuk bikin perang di Timur Tengah, karena mereka tahu, kalau Timur Tengah sampai tenang, Arab akan maju.
Jadi itulah juga yg terjadi dengan Yaman. Bukan rahasia lagi kalau as adalah negara yg mau melakukan apa saja demi tujuannya. Mereka ciptakan isis. Sementara yahudi sudah dari dulu sukses menciptakan syiah. Jadilah konflik Yaman vs Saudi yg menyebabkan kelaparan di Yaman.
Jadi jawabannya kenapa Yaman kelaparan, padahal dekat Saudi/tanah suci? Ya karena memang as merancangnya seperti itu. Kalau sampai Timur Tengah damai, konflik bisa pindah ke dalam negeri as, seperti zaman mafioso dulu. Akibatnya berbagai riset di as bisa terganggu. Mundur deh.
Komentar
Posting Komentar