Langsung ke konten utama

Cinta yang Salah

Banyak pasien yg begitu sayang, begitu cintanya pada gigi geraham bungsu mereka. Ya, gigi geraham terakhir, ketiga, yg tumbuh di paling ujung rahang bawah maupun atas. 

Kalau yg atas, biasanya suka ganggu gigi bawahnya, sedangkan tetangganya tidak. Kalau yg bawah? Ketika cinta anda terlalu besar pada orang yg salah, akibatnya semuanya jd rusak. Rahang sulit ditutup, sakit, gigi sebelahnya jadi berlubang, apalagi kalau posisi geraham bungsu tadi miring. 

"Nanti klo dicabut gigi saya Ompong donk, dok?" Pertanyaan atau pernyataan awam yg sering muncul dari pasien. Bagaikan orang yang punya masalah pernafasan karena rokok, yg kesulitan bernafas, lalu menolak lehernya dilubangi demi jalan nafas yg lebih baik. "Nanti leher saya jelek donk, dok?" Kebayang sih gemesnya dokter kalau dengerin pernyataan ini 😂
Atau, bagaikan berandal yg kakinya harus diamputasi karena balap liar, lalu berkata, "Nanti saya gapunya kaki donk, dok?"

Ya wajar memang, karena pernyataan itu muncul karena ketidaktahuan mereka. Tp menjadi konyol terdengar, karena mereka mendatangi orang yg lebih tahu, meminta pertolongan, tapi kemudian MENDIKTE jenis pertolongan yg ingin mereka dapatkan. 

Dan yg sering jd masalah baru adalah, ketika sudah ngotot menolak pencabutan, karena cintanya pada si geraham bungsu yg sebetulnya tak berfungsi tadi, tiba2 di kemudian hari menyerahkan diri untuk pencabutan geraham bungsu, tapi kemudian setelah pencabutan selesai ngomel2 karena KOK BEKAS PENCABUTANNYA SAKIT DOK? 

Yang terjadi adalah, gigi sebelahnya sudah rusak, berlubang, akibat cinta anda pada geraham bungsu yg demikian dalamnya. Jadi bukan karena dokternya melakukan kesalahan atau "harusnya gw ga ikut kata dokternya dulu buat nyabut...." 

Ya bukan rahasia lagi kalau cinta itu membutakan. Termasuk soal gigi. Dia tidak mau disalahkan karena mencintai si geraham bungsu, yang salah pasti orang lain, pasti dokternya, anunya, inunya, ininya 😂

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka Ruslan Buton Untuk Joko Widodo

Kepada Yth. Saudara Ir. H .Joko Widodo. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, saya melihat tata kelola berbangsa dan bernegara yang begitu sulit dicerna akal sehat untuk dipahami oleh siapapun. Kebijakan-kebijakan saudara selalu melukai dan merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah ancaman lepasnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kami cintai ini. Suka atau tidak suka, di era kepimimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal. Entah karena ketidakmampuan saudara atau bisikan kelompok yang memiliki kepentingan yang tidak bisa saudara pahami atau mungkin karena saudara telah tersandra oleh kepentingan para elit politik. Disini saya tidak akan memaparkan kebijakan-kebijakan saudara yang lebih banyak merugikan ...

Dokter Bhinneka Tunggal Ika? Atau Dokter Anti Islam?

Hhmmm dokter bineka tunggal ika..??? Rasanya dari dulu ga pernah ada masalah dengan Bhineka Tunggal Ika....dari mulai kuliah rekan2 dari sabang sampe merauke, dosennya juga dari berbagai suku ras dan agama.. sampai sekarang jadi TS.. pasien2 juga beragam dari mulai yang matanya sipit kulitnya hitam, dilayani dengan baik sesuai kode etik.. Kenapa tiba2 ada yang ngaku2 dokter Bhinneka Tunggal Ika? Hahaha.. Pilkada DKI sudah selesai, jangan profesi dokter kalian tunggangi karena sakit hati. InsyaAllah tinggal usulkan : Presiden harus beragama non muslim dan berasal dari etnis Tionghoa di UUD kita nanti. Sesuai penafsiran Bhineka Tunggal Ika kalian kan? Hahahaha

3 Cara Mendisinfeksi Masker

Ahli medis merekomendasikan untuk mencuci masker setidaknya sekali sehari. Berikut adalah tiga metode untuk mendisinfeksi masker  secara efektif. 1. Bersihkan masker di mesin cuci Jika Anda memiliki mesin cuci, sebenarnya sudah cukup untuk membersihkan masker Anda. Pastikan untuk mencuci masker Anda setiap selesai digunakan. Pakailah kantong khusus seperti mencuci sepatu untuk melindungi elastisitasnya. Cuci masker Anda dengan deterjen cuci biasa dan bisa tambahlan  air panas juga. Selanjutnya, keringkan.. Metode yang sama juga berlaku untuk penutup wajah kain lainnya seperti bandana atau syal. 2. Bersihkan masker di wastafel Karena tidak memiliki akses ke mesin cuci, Anda juga dapat membersihkan masker kain di wastafel dapur Anda. Isi wastafel Anda dengan air panas dan sabun cuci piring. Biarkan masker wajah Anda terendam dalam air sabun panas selama setidaknya lima menit. Pastikan untuk mengeringkannya sampai benar2 kering sebelum memakainya. 3. Disinfeksi masker...