Langsung ke konten utama

Kebutuhan Hidup Tidak Mahal, yang Mahal Itu Gaya Hidup

Klo di medsos ada video artis yang katanya banting tulang supaya bisa sekolahkan anak ke luar negeri. Ada lagi ibu2 yg curhat beratnya biaya pendidikan anaknya. Awalnya memang AUTO simpati. Tiba2 mikir, lah warren buffett bukan lulusan perguruan tinggi favorit di AS, Anies Baswedan, bukan lulusan S 1 luar negeri. Jokowi juga bukan. Chairul Tanjung, lulusan UI. Dan buaaaaanyaaaaak lg contoh, betapa yg menentukan keberhasilan seseorang itu bukan DIMANA dia sekolah, tp dari dalam dirinya sendiri, karakternya.

Jadi rasanya aneh klau orangtua mati2an banting tulang supaya anaknya bisa sekolah di luar negeri, atau sekolah swasta elit indonesia. Seolah2 mendengar seseorang menangis karena tidak bisa makan di Richeese. Padahal kan ayam goreng biasa jg layak. 

Tiba2 di tv ada berita : mencuri demi susu anak. Errornya combo. Pertama, ngasih makan anak dari hasil curian saja sudah error. Orangtua tolol mana yg ngasih makan anaknya dengan hasil curian? Lalu berharap hidup anak akan baik ke depannya? Barang haram masuk tubuh anak, orangtua sebangsat apa yg akan berfikir itu layak dilakukan. 

Kemudian yang kedua, susu bukan makanan wajib. Ibarat cerita orang habis makan lalu sedih karena tidak bisa minum kopi. Betul2 layak mendapat simpati. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Anda Ketagihan Makan French Fries McDonald's?

French Fries Untuk membuat kentang goreng atau French Fries McDonald's, kentang segar dicuci, dikupas, dipotong, dan direbus di pabrik. Konon  juga ditambahkan bahan kimia untuk menjaga kentang tetap berwarna kuning muda (tapi itu bukan rahasia di balik rasanya yang enak).  Setelah itu, kentang yang sudah terpotong digoreng kurang dari satu menit sebelum dibekukan dan dikirim ke gerai2 McDonald's.  Di restoran, potongan kentang beku itu digoreng dengan minyak dan garam sebelum dihidangkan untuk Anda.  Itu semua terdengar cukup standar, jadi mengapa kentang mereka sangat nikmat? Semuanya berawal pada 1950-an ketika perusahaan penyedia minyak nabati McDonald's tidak mampu membeli peralatan yang dibutuhkan untuk menghidrogenasi minyak, yang akan memperpanjang keawetannya.  Jadi pemasok memilih campuran minyak dan lemak sapi sebagai gantinya. Seiring waktu, McDonald's dan kedai makanan cepat saji lainnya menjadikan lemak hewani sebagai bagian dari  rasa penggor...

Tukang Bid'ah

Seorang ulama di Youtube mengeluarkan kata2 "suka membid'ah2kan orang" untuk merujuk pada salah satu kelompok Islam. Saya lalu terpikir : kenapa? Setelah menonton beberapa video yang ada kata "bid'ah"nya saya heran. Tidak ada kelompok islam yang menuduh kelompok lain melakukan bid'ah. Yang ada beberapa ulama yang MEMBUKTIKAN bahwa beberapa ibadah yang dilakukan oleh kelompok lain tergolong bid'ah. Sementara "ulama bid'ah" tidak pernah berniat membuktikan bahwa mereka tidak melakukan bid'ah. Adanya hanya melakukan counter dengan menuduh pihak anti bid'ah sebagai "suka membid'ah2kan orang" untuk mengesankan ulama anti bid'ah sebagai pihak yg jahat, minimal ceroboh dengan menyematkan kata "suka" tadi. Dengan kata lain, mereka memang tidak punya dalil keislaman untuk membela ibadah rekaan yang mereka jalani. Inilah yg merusak Islam. Ketika si salah tidak mau dibilang salah, tapi juga tidak bisa mem...

Poltergeist

Ramadhan 2017, aku pulang kampung ke Jorong Kampuang Ateh setelah lima tahun mondok di pesantren di Jawa Tengah. Suasana kampung Minang biasanya semarak: beduk sahur, petasan anak-anak, suara tadarus dari surau, dan aroma lamang di dapur-dapur warga. Tapi kali ini, semuanya sunyi. Jalan ke Surau Imam Bonjol—yang biasanya tak pernah sepi—kini gelap dan ditinggalkan. Orang-orang memilih shalat di rumah. Anak-anak tak lagi berani mengaji selepas Maghrib. Kakekku, Datuak Sati, seorang ninik mamak yang dituakan di kampung, hanya menggeleng saat aku tanya penyebabnya. Namun ketika aku bertanya ke Pak Caniago, muadzin surau, barulah aku dengar cerita sesungguhnya. “Makhluk itu muncul sejak sebelum Ramadhan. Hitam, tinggi, mato merah... duduk di cabang pohon waru di jalan sawah. Ndakdo urang nan ka surau malam-malam. Yang berani, jatuh sakit atau hilang akal.” Cerita itu tak membuatku gentar, malah hatiku bergolak. Surau adalah rumah Allah. Kalau warga takut lewat jalan itu, berarti ada yang s...