Klo di medsos ada video artis yang katanya banting tulang supaya bisa sekolahkan anak ke luar negeri. Ada lagi ibu2 yg curhat beratnya biaya pendidikan anaknya. Awalnya memang AUTO simpati. Tiba2 mikir, lah warren buffett bukan lulusan perguruan tinggi favorit di AS, Anies Baswedan, bukan lulusan S 1 luar negeri. Jokowi juga bukan. Chairul Tanjung, lulusan UI. Dan buaaaaanyaaaaak lg contoh, betapa yg menentukan keberhasilan seseorang itu bukan DIMANA dia sekolah, tp dari dalam dirinya sendiri, karakternya.
Jadi rasanya aneh klau orangtua mati2an banting tulang supaya anaknya bisa sekolah di luar negeri, atau sekolah swasta elit indonesia. Seolah2 mendengar seseorang menangis karena tidak bisa makan di Richeese. Padahal kan ayam goreng biasa jg layak.
Tiba2 di tv ada berita : mencuri demi susu anak. Errornya combo. Pertama, ngasih makan anak dari hasil curian saja sudah error. Orangtua tolol mana yg ngasih makan anaknya dengan hasil curian? Lalu berharap hidup anak akan baik ke depannya? Barang haram masuk tubuh anak, orangtua sebangsat apa yg akan berfikir itu layak dilakukan.
Kemudian yang kedua, susu bukan makanan wajib. Ibarat cerita orang habis makan lalu sedih karena tidak bisa minum kopi. Betul2 layak mendapat simpati.
Komentar
Posting Komentar