Langsung ke konten utama

Ular Falak

Membaca atau menonton medsos memang perlu banyak berpikir. Jangan ditelan mentah2. Salah satunya tentang ular falak. 

Ular ini diceritakan di medsos sebagai makhluk yg amat tangguh, kuat, ganas, menakutkan. Hewan ini tidak takut pada apapun, selain Allah. 

Sampai di situ, org yg mabuk agama, alias beragama tanpa mikir, akan langsung jatuh cinta pada definisi itu. Tapi cobalah mencari tau lebih dalam lagi sebelum percaya. 

Ternyata ular ini adalah karya fiksi dari SERIBU SATU MALAM. Ular ini digambarkan bisa menelan seluruh bumi dan 6 neraka. Sampai di sini anda yg punya logika tentu harusnya istighfar dan bersyukur donk. Karena rasanya deskripsi itu terlalu lebay. 

Sama lebaynya seperti cerita fiksi ketika Rasulullah memotong jubahnya demi kucing yg tidur. 

Jd, cerdaslah dalam membaca medsos. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.