Langsung ke konten utama

Kau Adalah Raja Hutan

 Dulu saya pikir singa adalah ‘raja hutan’. Saya menyangka ia hidup nyaman bermain dengan anak-anaknya dan berburu jika lapar. Saya membayangkan ia bisa menangkap zebra sebanyak yg dia mau dan gajah atau buaya pun kabur saat ia muncul.


Belakangan saya baru tahu bahwa kehidupan singa tidak sesederhana itu. Dalam saluran National Geographic, saya menyaksikan singa diserang kuda nil yang balas dendam atas kematian anaknya. Si singa yang diserang dan dihempaskan oleh kuda nil terhuyung merpertahankan hidupnya. Sungguh mengejutkan


Tidak hanya itu. Kehidupan singa juga tampak cukup sulit. Hewan liar seperti burung bangkai atau hyena suka mengancam sarangnya bila ada kesempatan dan menyerang anak-anaknya. Berburu sendirian juga tidak mudah. Saya tidak menyangka bahwa zebra bisa berlari kencang,bahkan kadang menendang singa dengan kaki belakangnya. Tendangan yang sangat kuat hingga bisa merontokkan tulang rahang singa andaikan terkena. Hewan yang disebut sebagai raja para binatang ini juga bisa mati karena gigitan ular atau lari terbirit-birit takut terinjak gajah.


Air mata saya berlinang melihat kehidupan singa yang melelahkan. Singa yang membuat saya iri, yang saya ingin menjadi sepertinya, ternyata harus bertahan hidup dalam kesulitan setiap harinya.


Lalu saya berfikir, tidakkah kehidupan kita juga demikian? Mungkin saja saat ini kita semua sedang menjalani kehidupan singa yang menyedihkan. Kita ingin berada di pusat dunia dan keluarga yang mencintai kita, namun ternyata dunia adalah hanya ancaman bagi kita. Sekarang pun kita harus selalu menjalankan strategi meski kelelahan dan selangkah lebih depan dari orang lain. Saat ini kita sedang bertahan hidup seperti singa yang lelah di hutan dunia.


Akan tetapi, bagaimana jika kita memilih berfikir seperti ini ; Walaupun saat ini lelah sejenak di garis depan kehidupan dengan anak-anak yang sulit, kita semua adalah raja yang lebih keren dan hebat daripada singa. Kita adalah anak sekaligus orangtua, pasangan, prajurit yang menghadapi banyak tantangan, dan pahlawan yang melindungi hidup dengan gagah yang berharga dan tidak bisa digantikan oleh siapa pun bagi keluarga kita.


Kadangkala kita kehilangan fokus akibat serangan tak terduga dan menangis dalam kesedihan dan keputusasaan, tetapi itu tidak akan merubah kenyataan bahwa kita seorang raja. Tidak apa jika mau menangis sesenggukan di ruangan yg gelap. Bukan karena lemah. Melainkan karena kita manusia.


Jangan pernah lupa. Anda adalah raja hutan. Pusat dunia. Satu-satunya yang berharga di dunia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.