Dulu saya pikir singa adalah ‘raja hutan’. Saya menyangka ia hidup nyaman bermain dengan anak-anaknya dan berburu jika lapar. Saya membayangkan ia bisa menangkap zebra sebanyak yg dia mau dan gajah atau buaya pun kabur saat ia muncul.
Belakangan saya baru tahu bahwa kehidupan singa tidak sesederhana itu. Dalam saluran National Geographic, saya menyaksikan singa diserang kuda nil yang balas dendam atas kematian anaknya. Si singa yang diserang dan dihempaskan oleh kuda nil terhuyung merpertahankan hidupnya. Sungguh mengejutkan
Tidak hanya itu. Kehidupan singa juga tampak cukup sulit. Hewan liar seperti burung bangkai atau hyena suka mengancam sarangnya bila ada kesempatan dan menyerang anak-anaknya. Berburu sendirian juga tidak mudah. Saya tidak menyangka bahwa zebra bisa berlari kencang,bahkan kadang menendang singa dengan kaki belakangnya. Tendangan yang sangat kuat hingga bisa merontokkan tulang rahang singa andaikan terkena. Hewan yang disebut sebagai raja para binatang ini juga bisa mati karena gigitan ular atau lari terbirit-birit takut terinjak gajah.
Air mata saya berlinang melihat kehidupan singa yang melelahkan. Singa yang membuat saya iri, yang saya ingin menjadi sepertinya, ternyata harus bertahan hidup dalam kesulitan setiap harinya.
Lalu saya berfikir, tidakkah kehidupan kita juga demikian? Mungkin saja saat ini kita semua sedang menjalani kehidupan singa yang menyedihkan. Kita ingin berada di pusat dunia dan keluarga yang mencintai kita, namun ternyata dunia adalah hanya ancaman bagi kita. Sekarang pun kita harus selalu menjalankan strategi meski kelelahan dan selangkah lebih depan dari orang lain. Saat ini kita sedang bertahan hidup seperti singa yang lelah di hutan dunia.
Akan tetapi, bagaimana jika kita memilih berfikir seperti ini ; Walaupun saat ini lelah sejenak di garis depan kehidupan dengan anak-anak yang sulit, kita semua adalah raja yang lebih keren dan hebat daripada singa. Kita adalah anak sekaligus orangtua, pasangan, prajurit yang menghadapi banyak tantangan, dan pahlawan yang melindungi hidup dengan gagah yang berharga dan tidak bisa digantikan oleh siapa pun bagi keluarga kita.
Kadangkala kita kehilangan fokus akibat serangan tak terduga dan menangis dalam kesedihan dan keputusasaan, tetapi itu tidak akan merubah kenyataan bahwa kita seorang raja. Tidak apa jika mau menangis sesenggukan di ruangan yg gelap. Bukan karena lemah. Melainkan karena kita manusia.
Jangan pernah lupa. Anda adalah raja hutan. Pusat dunia. Satu-satunya yang berharga di dunia.
Komentar
Posting Komentar