Langsung ke konten utama

Tiga Kegiatan yang Membuat Otak Bahagia

 Jalan kaki sebagaimana orang yg menghargai dirinya sendiri: Berjalanlah seperti orang yang menghormati diri sendiri dan memercayai keputusan sendiri. Punggung tegak dan pundak rileks. Langkahkan kaki seperti orang yang santai, seperti orang yang tidak mencemaskan kritikan orang lain.


Memasang raut wajah seperti orang yang mencintai diri sendiri : Setiap kali melihat kaca, bayangkan ekspresi wajah seperti apa yg akan anda pasang jika anda mencintai diri anda. Biasanya tersenyum. Saya tidak menyuruh anda untuk terpaksa tersenyum. Adakalanya kita berpisah dengan kekasih dan adakalanya kita ada masalah keluarga. Bayangkan raut wajah seperti apa yg akan anda pasang jika anda menyayangi orang yg ada di dalam cermin di hari seperti itu. Pasanglah raut wajah itu.


Berbicara sendiri. Orang dengan harga diri yang sangat tinggi memikirkan dan mengucapkan apa yg akan dikatakannya ketika sedang mengalami hal yg berat. Ia akan menggeneralisasi, “Tidak apa-apa, orang lain juga mengalami ini,” atau, “Ini bisa teratasi karena aku. Kalau orang lain, pasti sudah jadi masalah besar.” Perdengarkan ucapan ini kepada otak. Otak menyukai ucapan seperti ini. Sering-seringlah mendengarkan ucapan yg disukai oleh otak.


Jalan kaki, pasang raut wajah, dan bicara sendiri. Ingatlah ketiga hal ini. Kegiatan ini hanya dapat dilakukan oleh manusia. Otak manusia berfungsi secara aktif saat melakukan ketiga hal ini. Perubahan akan terjadi jika kita meningkatkan harga diri di kala otak paling aktif dan bergerak secara efisien. Berteriak, memecahkan barang, atau menyerang orang lain adalah tindakan yang dapat dilakukan oleh hewan apapun. Tindakan seperti itu tidak dapat mengembalikan kesehatan otak. Mari hidup secara manusiawi dan berbudipekerti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.