Langsung ke konten utama

Kapan Kita Harus Mencuci Seprei?

 Bicara soal mencuci seprei, jujur saja pasti banyak di antara anda yang menganggap “ini belum waktunya”. Asalkan masih keliatan bersih tanpa noda, anda pasti akan membiarkannya begitu saja. “Daripada nambah kerjaan”, mungkin itu pikir kebanyakan kita.


Tapi berdasarkan sebuah penelitian, seprei adalah tempat kita berada selama 60 jam dalam sepekan. Bayangkan kalau anda menggunakan baju atau celana yang sama dalam 60 jam, bagaimana rasanya? 


Ternyata berdasarkan salah satu artikel kesehatan, mencuci seprei seminggu sekali adalah yang terbaik. Sedangkan lebih dari 2 minggu tanpa dicuci, itu berbahaya. Ada kuman, kutu, jamur, ludah, dan berbagai cairan tubuh yang menempel di seprei. Semua itu dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang signifikan.


Beberapa orang dengan kondisi kesehatan khusus juga harus mencuci seprei mereka lebih sering. Seperti

  1. Penderita asma
  2. Orang gemuk/gampang berkeringat
  3. Suka makan di atas ranjang
  4. Suka tidur dengan binatang peliharaan
  5. Ada infeksi atau luka di tubuh
  6. Suka tidur telanjang
  7. Jarang mandi sebelum tidur
Semua kondisi di atas mengharuskan anda untuk lebih sering mencuci seprei.

Lalu kapan seprei harus dibuang/ganti baru?
Kualitas seprei akan menentukan ini. Seprei yang terbuat dari bahan katun berkualitas biasanya lebih tahan lama dan bisa sampai 4 atau 5 tahun. Tapi yang bahannya polyester biasanya lebih cepat rusak. Rata-rata hanya 2 sampai 3 tahun bertahan.

Tapi ada beberapa tanda kapan seprei harus dibuang. Yaitu ketika sudah sobek, bernoda yg tidak bisa hilang, baunya tidak enak lagi setelah dicuci, atau tidak terasa nyaman di kulit. 

Tapi jangan lupa, seprei baru pun juga wajib dicuci sebelum digunakan. Terutama kalau anda punya alergi atau kulit sensitif. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masalah Itu Gara2 Ulah Manusia Sendiri

Judul artikel ini merujuk pada ayat Al Quran. Tapi kenyataannya memang demikian. Beberapa masalah yang akhir2 ini diributkan orang justru penyebabnya mereka sendiri. Maraknya begal dan pembunuhan. Lah udah disuruh hukum potong tangan, hukum mati jika si begal membunuh, dilakukan di depan umum supaya ada efek jera, eh malah ga dikerjakan. Jadilah begal2 itu residivis kambuhan. Bukannya masyarakat yang dilindungi, justru si begal yang terlindungi dari hukuman berat. Susahnya cari tanah kuburan. Lah udah dibilang sama Rasulullah kuburan seorang muslim itu cuma tanah aja, ga pake pertanda apa2, apalagi sampai dibikinin nisan+bangunan di atasnya. Tapi ya kok tetap pada ngeyel? Pembangunan tidak merata. Lah udah dibilang bikin bangunan atau rumah ga boleh menghalangi matahari ke rumah tetangga, ini malah berlomba bangun pencakar langit. Jadinya? Ya numpuk di Jakarta. Mau ngeluh banjir? Macet? Ngeyel sih. Pelecehen seksual merajalela. Lah udah diajarin syarat nikah itu suka sama ...

5 Juli

Nayla datang untuk kontrol terakhir sebelum pernikahannya. Ia mengenakan dress putih. Cantik sekali. Katanya, ia ingin senyum terbaik di hari bahagianya. “Terima kasih, Dok. Kamu selalu sabar.” Aku ingin memeluknya, atau sekadar bilang jangan pergi… Tapi aku hanya berkata, “Senyummu… sudah sempurna sejak pertama kali kamu datang, Nay.” Itu hari terakhir aku melihatnya secara langsung.

KFC atau McD atau A&W?

Sebetulnya masih banyak ayam2 lainnya. Tapi semuanya saya kerucutkan menjadi 3 merek di atas. Dari ketiganya, saya pilih A&W.  Dulu pertama kali nyoba A&W itu bareng sepupu. Pesan paket dengan rootbeer yang bikin sepupu nanya : Assep minum bir? Ya namanya rootbeer tp isinya bukan minuman haram itu. InsyaAllah ga memabukan. Kayak soda biasa aja. Maksudnya jenia minumannya. Kalau rasanya.....hmmm unik. Mungkin lantaran di booth fastfood lain sudah pakai cocacola atau pepsi yang rasanya hampir2 mirip, jadinya pas nyobain rootbeer A&W berasa beda banget.  A&W itu rasa ayamnya unik. Entah kenapa bumbunya yang beda dengan yang lain menjadikan rasa ayamnya lebih asik di lidah. Mau yg original atau pun yang hot alias lebih pedas tidak membosankan. Tapi ini berlaku di jawa saja ya. Saya trauma nyobain A&W kalimantan timur. Soalnya rasanya beda. Semua kenangan saya akan rasa A&W jadi rusak di sana. Kalau dari segi harga, memang lebih mahal dibanding yang lain. Ma...