Langsung ke konten utama

Rohana Kudus

Beliau adalah salah seorang jurnalis wanita pertama di Indonesia. Pendiri surat kabar Sunting Melayu. Wanita kelahiran Kabupaten Agam, Sumatera Barat ini dididik langsung oleh ayahnya di rumah. Setelah mempelajari kerajinan tangan dan keterampilan lainnya sebelum menikah, beliau tertarik untuk mengajarkan keterampilan-keterampilan itu kepada para wanita. Beliau kemudian mendirikan sekolah pada tahun 1911, dan pada 1912 mendirikan penerbitan surat kabar yang dikhususkan untuk perempuan. Beliau sendiri menjadi editor kepalanya.  Jadi kalau zaman sekarang, koran terbitan beliau itu seperti NOVA mungkin.


 Rohana Kudus lahir di Koto Gadang. Ayahnya adalah Muhammad Rasjad Maharaja Sutan, salah satu penasihat Sultan Deli. Rohana Kudus adalah saudara tiri Sutan Syahrir dan sepupu dari Agus Salim. Meski tidak menempuh pendidikan formal, beliau adlah wanita yang pintar. Ketika ayahnya harus pindah tugas ke Alahan Panjang, SUmatra Utara, dia meminta tetangganya yang orang Belanda untuk mengajarinya keterampilan menenun dan sejenisnya.


Pada 1908, saat berusia 24 tahun, Rohana Kudus menikahi Abdul Kudus, seorang notaris. Abdul Kudus mendukung segala usaha istrinya untuk mendidik waita-wanita di lingkungan mereka.


Pada Februari 1911, Rohana Kudus mendirikan sekolah khusus wanita. Sekolah itu mengajari para wanita keterampilan-keterampilan penting selain keterampilan rumah tangga. Pada masa itu dia mendapatkan berbagai tantangan untuk usahanya ini. Namun dengan bantuan suaminya, dia bertahan dan berhasil mempengaruhi lingkungan sekitar untuk mendukunnyaa.


Sekolah itu dinamakan Sekolah Kerajinan Amal Setia. Hasil kerajinan mereka kemudian dijual ke berbagai kota oleh pemerintah kolonial belanda. Bhakan menjadi saalah satu produsen kerajinan tangan yang kualitasnya diterima oleh standar internasional.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka Ruslan Buton Untuk Joko Widodo

Kepada Yth. Saudara Ir. H .Joko Widodo. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, saya melihat tata kelola berbangsa dan bernegara yang begitu sulit dicerna akal sehat untuk dipahami oleh siapapun. Kebijakan-kebijakan saudara selalu melukai dan merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah ancaman lepasnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kami cintai ini. Suka atau tidak suka, di era kepimimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal. Entah karena ketidakmampuan saudara atau bisikan kelompok yang memiliki kepentingan yang tidak bisa saudara pahami atau mungkin karena saudara telah tersandra oleh kepentingan para elit politik. Disini saya tidak akan memaparkan kebijakan-kebijakan saudara yang lebih banyak merugikan ...

Dokter Bhinneka Tunggal Ika? Atau Dokter Anti Islam?

Hhmmm dokter bineka tunggal ika..??? Rasanya dari dulu ga pernah ada masalah dengan Bhineka Tunggal Ika....dari mulai kuliah rekan2 dari sabang sampe merauke, dosennya juga dari berbagai suku ras dan agama.. sampai sekarang jadi TS.. pasien2 juga beragam dari mulai yang matanya sipit kulitnya hitam, dilayani dengan baik sesuai kode etik.. Kenapa tiba2 ada yang ngaku2 dokter Bhinneka Tunggal Ika? Hahaha.. Pilkada DKI sudah selesai, jangan profesi dokter kalian tunggangi karena sakit hati. InsyaAllah tinggal usulkan : Presiden harus beragama non muslim dan berasal dari etnis Tionghoa di UUD kita nanti. Sesuai penafsiran Bhineka Tunggal Ika kalian kan? Hahahaha

3 Cara Mendisinfeksi Masker

Ahli medis merekomendasikan untuk mencuci masker setidaknya sekali sehari. Berikut adalah tiga metode untuk mendisinfeksi masker  secara efektif. 1. Bersihkan masker di mesin cuci Jika Anda memiliki mesin cuci, sebenarnya sudah cukup untuk membersihkan masker Anda. Pastikan untuk mencuci masker Anda setiap selesai digunakan. Pakailah kantong khusus seperti mencuci sepatu untuk melindungi elastisitasnya. Cuci masker Anda dengan deterjen cuci biasa dan bisa tambahlan  air panas juga. Selanjutnya, keringkan.. Metode yang sama juga berlaku untuk penutup wajah kain lainnya seperti bandana atau syal. 2. Bersihkan masker di wastafel Karena tidak memiliki akses ke mesin cuci, Anda juga dapat membersihkan masker kain di wastafel dapur Anda. Isi wastafel Anda dengan air panas dan sabun cuci piring. Biarkan masker wajah Anda terendam dalam air sabun panas selama setidaknya lima menit. Pastikan untuk mengeringkannya sampai benar2 kering sebelum memakainya. 3. Disinfeksi masker...