Langsung ke konten utama

Layanan Kesehatan Publik di Berau

Saya pernah sakit di Berau, Kalimantan Timur. Sakit ringan sih sebetulnya. Ternyata demam ringan karena makan menu kambing di malam sebelumnya.

Saat itu saya butuh Puskesmas yang sudah melayani pagi sekali. Maksudnya sesuai jadwal. Saya datang ke salah satu puskesmas yang ternyata dokter umumnya masih belum datang, satu pun. Padahal jadwal seharusnya jam 8 pagi sudah mulai melayani pasien.

Dari situ saya berkesimpulan, Puskesmas Gunung Tabur adalah layanan kesehatan publik terbaik di Berau. Setidaknya dalam ukuran ketersediaan tenaga medis sesuai jadwal kerja mereka.

Anda bisa menemui dokter umum maupun dokter gigi di jadwal pelayanan mereka. Kecuali sedang ada kegiatan luar gedung.

Jadi kalau anda sedang wisata di Berau, dan ada masalah kesehatan, datang saja ke Puskesmas Gunung Tabur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.