Langsung ke konten utama

Modus Baru Mendiskreditkan Muslim

Hari ini saya baca di salah satu media online, seorang gubernur yg nonmuslim berbicara tentang Nabi Muhammad dan Nabi Isa. Tertarik, saya langsung membaca artikel iu sampai habis.

Selesai saya membaca, bingung. Apa maksud artikel ini? Apa maksud pidato atau petuah sang gubernur?

Beliau menyampaikan bahwa Nabi Muhammad tidak pernah mengajarkan membenci Nabi Isa. Saya jadi bertanya2, siapa orang, kaum, atau umat Nabi Muhammad yang membenci Nabi Isa?

Kalau umat Nabi Muhammad yang membenci penghinaan terhadap Nabi Isa lewat perayaan palsu yang sebetulnya tidak ada kaitannya dengan Nabi Isa sih banyak. Kalau umat Muhammad yang tidak ingin ada orang tersesat dan menganggap Nabi Isa sebagai Tuhan banyak.

Salah satu perayaan itu adalah Natal. Perayaan yang jika kalian cari di berbagai ensiklopedia ternyata tak ada niat tulus untuk menghormati Nabi Isa. Semuanya dipelintir2 kemudian jadilah mereka berpesta pora merayakan dalam kudus sesuatu yang sebetulnya mereka tahu tak ada hubungannya dengan Nabi Isa. 

Tapi karena kefanatikan buta, tak mau menerima kebenaran, jadilah setiap orang yang mengingatkan mereka akan kebenaran dianggap menebar kebencian.

Eh sekarang dipelintir lagi kalau ada umat Muhammad yang membenci Nabi Isa. Pantas saja sang gubernur dituntut 100 milyar. Mulutnya lebih cepat menyebar fitnah ketimbang otaknya menerima kebenaran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka Ruslan Buton Untuk Joko Widodo

Kepada Yth. Saudara Ir. H .Joko Widodo. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, saya melihat tata kelola berbangsa dan bernegara yang begitu sulit dicerna akal sehat untuk dipahami oleh siapapun. Kebijakan-kebijakan saudara selalu melukai dan merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah ancaman lepasnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kami cintai ini. Suka atau tidak suka, di era kepimimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal. Entah karena ketidakmampuan saudara atau bisikan kelompok yang memiliki kepentingan yang tidak bisa saudara pahami atau mungkin karena saudara telah tersandra oleh kepentingan para elit politik. Disini saya tidak akan memaparkan kebijakan-kebijakan saudara yang lebih banyak merugikan ...

Dokter Bhinneka Tunggal Ika? Atau Dokter Anti Islam?

Hhmmm dokter bineka tunggal ika..??? Rasanya dari dulu ga pernah ada masalah dengan Bhineka Tunggal Ika....dari mulai kuliah rekan2 dari sabang sampe merauke, dosennya juga dari berbagai suku ras dan agama.. sampai sekarang jadi TS.. pasien2 juga beragam dari mulai yang matanya sipit kulitnya hitam, dilayani dengan baik sesuai kode etik.. Kenapa tiba2 ada yang ngaku2 dokter Bhinneka Tunggal Ika? Hahaha.. Pilkada DKI sudah selesai, jangan profesi dokter kalian tunggangi karena sakit hati. InsyaAllah tinggal usulkan : Presiden harus beragama non muslim dan berasal dari etnis Tionghoa di UUD kita nanti. Sesuai penafsiran Bhineka Tunggal Ika kalian kan? Hahahaha

3 Cara Mendisinfeksi Masker

Ahli medis merekomendasikan untuk mencuci masker setidaknya sekali sehari. Berikut adalah tiga metode untuk mendisinfeksi masker  secara efektif. 1. Bersihkan masker di mesin cuci Jika Anda memiliki mesin cuci, sebenarnya sudah cukup untuk membersihkan masker Anda. Pastikan untuk mencuci masker Anda setiap selesai digunakan. Pakailah kantong khusus seperti mencuci sepatu untuk melindungi elastisitasnya. Cuci masker Anda dengan deterjen cuci biasa dan bisa tambahlan  air panas juga. Selanjutnya, keringkan.. Metode yang sama juga berlaku untuk penutup wajah kain lainnya seperti bandana atau syal. 2. Bersihkan masker di wastafel Karena tidak memiliki akses ke mesin cuci, Anda juga dapat membersihkan masker kain di wastafel dapur Anda. Isi wastafel Anda dengan air panas dan sabun cuci piring. Biarkan masker wajah Anda terendam dalam air sabun panas selama setidaknya lima menit. Pastikan untuk mengeringkannya sampai benar2 kering sebelum memakainya. 3. Disinfeksi masker...