Langsung ke konten utama

Belum Menikah Karena Gangguan Jin?

judul tulisan ini berdasarkan artikel yg dikirim oleh salah satu teman grup sosmed saya.

Kenapa ngebahas itu?
Ya banyak orang yg belum menikah saat ini. Bukan saja di Indonesia. Di Saudi sana, negara asal Rasulullah saja pemuda menderita karena......gangguan jin? Bukan. Gara2 permintaan mahar yang jumlahnya bikin Sadako aja kaget.

Jadi jomblo bukan gara2 jin?
Percaya pada yg gaib adalah salah satu prinsip penting dalam Islam. Tapi syukur dan sabar, tawakal pada Allah justru tak kalah penting. Jadi, ketimbang berfikir bahwa jin lebih kuat daripada takdir Allah, bukankah lebih baik berfikir bahwa semua itu ujian yg harus ditempuh dengan sabar?

Tapi si fulan memang aneh ga mau nikah, padahal udah kepala 3.
Memangnya anda berani bersumpah demi Allah bahwa dia "GAK MAU" nikah. Soalnya beda lho maknanya antara "GAK MAU" atau "BELUM". Kenapa anda tega berprasangka buruk pada takdir org itu yg blm juga diberi jodoh oleh Allah?

Tapi dia ga pernah usaha.
Lah memangnya setiap dia mengkhitbah atau mnjajaki hubungan baru anda harus diberi laporan? Apakah setiap dia mengkhitbah atau dicomblangi harus jadi? Allah yg putuskan. Dia tak punya daya dan upaya.

Tapi apapun kan harus usaha, anak bayi saja musti nangis baru dapat makan.
Siapa yg mentakdirkan si anak ga tahan lagi dan nangis? Jadi sebetulnya sedikitpun manusia tidak punya daya dan upaya bahkan sekedar membolakbalikkan hatinya sendiri apalagi memunculkan niat untuk mengkhitbah, pdkt dan sejenisnya. Semua hasil karya Allah. Jin gak punya daya apa2.

Jika ada org di sekitar anda yg masih jomblo, sebaiknya doakan saja. Semoga dia bisa melewati ujiannya dan semoga dia segera mendapatkan jodoh dari Allah SWT. Aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka Ruslan Buton Untuk Joko Widodo

Kepada Yth. Saudara Ir. H .Joko Widodo. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, saya melihat tata kelola berbangsa dan bernegara yang begitu sulit dicerna akal sehat untuk dipahami oleh siapapun. Kebijakan-kebijakan saudara selalu melukai dan merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah ancaman lepasnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kami cintai ini. Suka atau tidak suka, di era kepimimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal. Entah karena ketidakmampuan saudara atau bisikan kelompok yang memiliki kepentingan yang tidak bisa saudara pahami atau mungkin karena saudara telah tersandra oleh kepentingan para elit politik. Disini saya tidak akan memaparkan kebijakan-kebijakan saudara yang lebih banyak merugikan ...

Dokter Bhinneka Tunggal Ika? Atau Dokter Anti Islam?

Hhmmm dokter bineka tunggal ika..??? Rasanya dari dulu ga pernah ada masalah dengan Bhineka Tunggal Ika....dari mulai kuliah rekan2 dari sabang sampe merauke, dosennya juga dari berbagai suku ras dan agama.. sampai sekarang jadi TS.. pasien2 juga beragam dari mulai yang matanya sipit kulitnya hitam, dilayani dengan baik sesuai kode etik.. Kenapa tiba2 ada yang ngaku2 dokter Bhinneka Tunggal Ika? Hahaha.. Pilkada DKI sudah selesai, jangan profesi dokter kalian tunggangi karena sakit hati. InsyaAllah tinggal usulkan : Presiden harus beragama non muslim dan berasal dari etnis Tionghoa di UUD kita nanti. Sesuai penafsiran Bhineka Tunggal Ika kalian kan? Hahahaha

3 Cara Mendisinfeksi Masker

Ahli medis merekomendasikan untuk mencuci masker setidaknya sekali sehari. Berikut adalah tiga metode untuk mendisinfeksi masker  secara efektif. 1. Bersihkan masker di mesin cuci Jika Anda memiliki mesin cuci, sebenarnya sudah cukup untuk membersihkan masker Anda. Pastikan untuk mencuci masker Anda setiap selesai digunakan. Pakailah kantong khusus seperti mencuci sepatu untuk melindungi elastisitasnya. Cuci masker Anda dengan deterjen cuci biasa dan bisa tambahlan  air panas juga. Selanjutnya, keringkan.. Metode yang sama juga berlaku untuk penutup wajah kain lainnya seperti bandana atau syal. 2. Bersihkan masker di wastafel Karena tidak memiliki akses ke mesin cuci, Anda juga dapat membersihkan masker kain di wastafel dapur Anda. Isi wastafel Anda dengan air panas dan sabun cuci piring. Biarkan masker wajah Anda terendam dalam air sabun panas selama setidaknya lima menit. Pastikan untuk mengeringkannya sampai benar2 kering sebelum memakainya. 3. Disinfeksi masker...