Langsung ke konten utama

Balada Gadis Munafik Ingin Tenar

"Semua orang juga pasti pernah nyontek." Ngeles si gadis munafik yang dikutip salah satu media online setelah tidak mampu lagi menghindar dari tuduhan plagiat.

Komentar gadis munafik yang memang ngebet jadi tenar, haus perhatian ini sekilas terlihat sederhana. Tapi kalau ditelaah bukankah berarti dia menganggap kecurangan itu biasa? Dengan kata lain korupsi di matanya juga dianggap biasa. Memang sudah rusak parah rupanya moral gadis yang mengaku2 muslim ini.

Memang orang munafik tak punya standar moral dan etika yang bisa dipertanggungjawabkan. Muslim, tapi anti Islam. Membingungkan, tapi dibilang munafik di depan mukanya pasti ngamuk lagi.

Tapi Allah yang Maha Kuasa, selalu punya cara mengungkap borok orang2 munafik dan anti Islam. Yang kadang berlindung di balik kedok "hijab".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.