Langsung ke konten utama

Pemerintah dan Tokoh Politik Mempromosikan Perpecahan Bangsa

Seandainya judul tulisan ini dianggap fitnah, begini penjelasan saya :

Pernahkah anda geram kemudian melawan karena terus-menerua dituduh atas apa yang tidak anda lakukan?

Mungkin anda yang karyawan, bayangkan bos anda terus-menerus mengatakan kepada anda jangan malas, jangan malas, jangan malas. Khusus pada anda saja. Sementara pada yang lain tidak. Apa yang muncul di hati anda?

Iya, kegeraman yang sama juga muncul di hati saya. Saya yakin juga di hati muslim lainnya.

Betapa tidak. Islam tidak mengajarkan untuk membunuh kaum kafir, kecuali mereka tengil dan membunuhi kaum muslim terlebih dahulu. Tapi bapak2 pejabat yang terhormat ribuuuuuuuut saja soal toleransi dan keberagaman.

"Ah, itu perasaan adek saja. Kan kewajiban kami untuk mendorong persatuan dan kesatuan bangsa." Mungkin begitu kilah bapak2 semua. Bolehkah saya diizinkan pidato setiap ada sidang DPR, dan izinkan saya berkata "anggota DPR jangan korupsi" di depan sidang setiap kali. Setelah itu saya ingin tahu apa sih tanggapan bapak2?

Bukannya bapak2 selama ini juga kesal karena masyarakat sudah memandang kalian sebagai lembaga paling korup? Padahal cuma oknum kan yang korupsi?

Makanya, jangan lakukan hal yang tidak ingin kalian alami.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka Ruslan Buton Untuk Joko Widodo

Kepada Yth. Saudara Ir. H .Joko Widodo. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, saya melihat tata kelola berbangsa dan bernegara yang begitu sulit dicerna akal sehat untuk dipahami oleh siapapun. Kebijakan-kebijakan saudara selalu melukai dan merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah ancaman lepasnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kami cintai ini. Suka atau tidak suka, di era kepimimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal. Entah karena ketidakmampuan saudara atau bisikan kelompok yang memiliki kepentingan yang tidak bisa saudara pahami atau mungkin karena saudara telah tersandra oleh kepentingan para elit politik. Disini saya tidak akan memaparkan kebijakan-kebijakan saudara yang lebih banyak merugikan ...

Dokter Bhinneka Tunggal Ika? Atau Dokter Anti Islam?

Hhmmm dokter bineka tunggal ika..??? Rasanya dari dulu ga pernah ada masalah dengan Bhineka Tunggal Ika....dari mulai kuliah rekan2 dari sabang sampe merauke, dosennya juga dari berbagai suku ras dan agama.. sampai sekarang jadi TS.. pasien2 juga beragam dari mulai yang matanya sipit kulitnya hitam, dilayani dengan baik sesuai kode etik.. Kenapa tiba2 ada yang ngaku2 dokter Bhinneka Tunggal Ika? Hahaha.. Pilkada DKI sudah selesai, jangan profesi dokter kalian tunggangi karena sakit hati. InsyaAllah tinggal usulkan : Presiden harus beragama non muslim dan berasal dari etnis Tionghoa di UUD kita nanti. Sesuai penafsiran Bhineka Tunggal Ika kalian kan? Hahahaha

3 Cara Mendisinfeksi Masker

Ahli medis merekomendasikan untuk mencuci masker setidaknya sekali sehari. Berikut adalah tiga metode untuk mendisinfeksi masker  secara efektif. 1. Bersihkan masker di mesin cuci Jika Anda memiliki mesin cuci, sebenarnya sudah cukup untuk membersihkan masker Anda. Pastikan untuk mencuci masker Anda setiap selesai digunakan. Pakailah kantong khusus seperti mencuci sepatu untuk melindungi elastisitasnya. Cuci masker Anda dengan deterjen cuci biasa dan bisa tambahlan  air panas juga. Selanjutnya, keringkan.. Metode yang sama juga berlaku untuk penutup wajah kain lainnya seperti bandana atau syal. 2. Bersihkan masker di wastafel Karena tidak memiliki akses ke mesin cuci, Anda juga dapat membersihkan masker kain di wastafel dapur Anda. Isi wastafel Anda dengan air panas dan sabun cuci piring. Biarkan masker wajah Anda terendam dalam air sabun panas selama setidaknya lima menit. Pastikan untuk mengeringkannya sampai benar2 kering sebelum memakainya. 3. Disinfeksi masker...