Langsung ke konten utama
Kalau mau sukses itu, jangan go lokal.

Barusan nonton youtubenya Praz Teguh, si komika minang. Sebagai orang Minang, saya bisa memahami kelucuan yg coba Praz tampilkan. Kemudian saya berfikir : harusnya bisa lebih populer dari ini.

Pikiran saya melayang pada Epen Cupen. Kenapa mereka bisa top, menarik perhatian org Jakarta. Kesimpulan saya karena : menggunakan bahasa Indonesia.

Memang mereka orang Papua, tapi beruntungnya mereka adalah : mereka membuat videonya dalam bahasa Indonesia. Logat mereka jelas Papua tulen, tapi bahasanya Indonesia, meski dengan grammar, alias tata bahasa Papua.

Mungkin lantas banyak yg protes : siapa bilang videonya praz teguh ga terkenal?

Saya tinggal jawab : emang praz pernah dibikinin serial tv? Film? Pernah gak? Bukan jadi figuran atau peran pembantu lho, tp utuh menjadi bintang utama.

Tapi jangan salah paham dulu, maksudnya bukan PINDAH KE JAKARTA. Epen cupen bikin video di Papua kok. Tapi kembali : bahasanya. Rich chigga juga klo ga salah bikin musiknya di indonesia kok...awalnya. Begitu juga Yuna, si artis Malaysia yg skrg laris di Amrik.

Intinya kalau mau berkembang BEYOND itu adalah BAHASA. Andai pras bisa bikin komedinya dalam bahasa inggris, bukan tidak mungkin dia melompati Jakarta lgsg k Hollywood. Tapi itu kan andai. Yg paling gampang tentu dengan mengubah bahasa di PACAH PARUIK menjadi INDONESIA, bahkan akan lebih lucu kalau bahasa INDOMI.

Semangat terus untuk penggiat seni Indonesia, khususnya Minangkabau. Jangan lupa lagu BANG SMS ditulis oleh seniman Minang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Anda Ketagihan Makan French Fries McDonald's?

French Fries Untuk membuat kentang goreng atau French Fries McDonald's, kentang segar dicuci, dikupas, dipotong, dan direbus di pabrik. Konon  juga ditambahkan bahan kimia untuk menjaga kentang tetap berwarna kuning muda (tapi itu bukan rahasia di balik rasanya yang enak).  Setelah itu, kentang yang sudah terpotong digoreng kurang dari satu menit sebelum dibekukan dan dikirim ke gerai2 McDonald's.  Di restoran, potongan kentang beku itu digoreng dengan minyak dan garam sebelum dihidangkan untuk Anda.  Itu semua terdengar cukup standar, jadi mengapa kentang mereka sangat nikmat? Semuanya berawal pada 1950-an ketika perusahaan penyedia minyak nabati McDonald's tidak mampu membeli peralatan yang dibutuhkan untuk menghidrogenasi minyak, yang akan memperpanjang keawetannya.  Jadi pemasok memilih campuran minyak dan lemak sapi sebagai gantinya. Seiring waktu, McDonald's dan kedai makanan cepat saji lainnya menjadikan lemak hewani sebagai bagian dari  rasa penggor...

Tukang Bid'ah

Seorang ulama di Youtube mengeluarkan kata2 "suka membid'ah2kan orang" untuk merujuk pada salah satu kelompok Islam. Saya lalu terpikir : kenapa? Setelah menonton beberapa video yang ada kata "bid'ah"nya saya heran. Tidak ada kelompok islam yang menuduh kelompok lain melakukan bid'ah. Yang ada beberapa ulama yang MEMBUKTIKAN bahwa beberapa ibadah yang dilakukan oleh kelompok lain tergolong bid'ah. Sementara "ulama bid'ah" tidak pernah berniat membuktikan bahwa mereka tidak melakukan bid'ah. Adanya hanya melakukan counter dengan menuduh pihak anti bid'ah sebagai "suka membid'ah2kan orang" untuk mengesankan ulama anti bid'ah sebagai pihak yg jahat, minimal ceroboh dengan menyematkan kata "suka" tadi. Dengan kata lain, mereka memang tidak punya dalil keislaman untuk membela ibadah rekaan yang mereka jalani. Inilah yg merusak Islam. Ketika si salah tidak mau dibilang salah, tapi juga tidak bisa mem...

Poltergeist

Ramadhan 2017, aku pulang kampung ke Jorong Kampuang Ateh setelah lima tahun mondok di pesantren di Jawa Tengah. Suasana kampung Minang biasanya semarak: beduk sahur, petasan anak-anak, suara tadarus dari surau, dan aroma lamang di dapur-dapur warga. Tapi kali ini, semuanya sunyi. Jalan ke Surau Imam Bonjol—yang biasanya tak pernah sepi—kini gelap dan ditinggalkan. Orang-orang memilih shalat di rumah. Anak-anak tak lagi berani mengaji selepas Maghrib. Kakekku, Datuak Sati, seorang ninik mamak yang dituakan di kampung, hanya menggeleng saat aku tanya penyebabnya. Namun ketika aku bertanya ke Pak Caniago, muadzin surau, barulah aku dengar cerita sesungguhnya. “Makhluk itu muncul sejak sebelum Ramadhan. Hitam, tinggi, mato merah... duduk di cabang pohon waru di jalan sawah. Ndakdo urang nan ka surau malam-malam. Yang berani, jatuh sakit atau hilang akal.” Cerita itu tak membuatku gentar, malah hatiku bergolak. Surau adalah rumah Allah. Kalau warga takut lewat jalan itu, berarti ada yang s...