Langsung ke konten utama
Semua kerusakan di muka bumi karena tangan manusia sendiri. Itu yg tertulis dalam Al quran. Tapi ternyata kerusakan atau kesusahan dalam hidup manusia juga disebabkan tangan atau kelakuan mereka sendiri.

Yg paling hangat, ojek online. Bukankah asalnya angkot yg sering ngetem dan tidak aman? Bukankah gara2 ojek pangkalan berisi orang2 angkuh yg tidak mau menjemput pelanggan dan bertarif mahal?

Menjamurnya pasar swalayan dan minimarket. Bukankah karena kesombongan toko2 tradisional untuk tidak membersihkan dan merapikan tokonya? Bukankah karena toko tradisional lah yg biasanya jadi sarang pengoplosan atau produk palsu?

Berhentilah menyalahkan orang lain sebelum mrmperbaiki diri sendiri.
Larangan rokok. Bukankah gara2 perokok tidak menahan dirinya untuk MENGEPULKAN asap ke arah manusia lainnya dengan angkuhnya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.