Langsung ke konten utama

King's Fisher atau Ikan Kaleng Lain?

Dulu sebelum kuliah, kenalnya cuma sarden (maksudnya ikan kalengan) biasa, dengan ikan yang menurut saya amis dan sangat amat tidak enak untuk dimakan lgsg.

Biasanya oleh Mama, sarden tadi digoreng tanpa kuahnya, kemudian setelah matang baru dicampur lagi dengan tambahan cabe giling dan bawang. Barulah sarden tadi berubah menjadi layak makan.

Sampai setelah kuliah beberapa bulan, munculah sarden jenis baru. Sarden yang telah digoreng, dan ketika mencoba memakannya langsung, memang masih ada amis2nya, tp tidak separah produk sebelumnya. 

Saya sendiri lupa apakah itu King's Fisher atau produk lain yang memulainya. Tapi sekarang saya hanya menemukan King's Fisher di rumah sy. 

Saat dibuka, memang sudah kelihatan tekstur ikannya beda. Benar2 seperti ikan yang sudah digoreng dengan baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.