Langsung ke konten utama

Masih Soal Buang2 Uang

Konon ada anak kecil yang berkomentar soal kenapa orang buang2 uang untuk pergi ke antariksa. Padahal uang itu bisa digunakan untuk memperbaiki kondisi dunia.

Ya, aneh memang. Apalagi ada banyak negara yang berlomba untuk mencapai Mars. Padahal, emang apa gunanya menyelidiki rumput tetangga dengan biaya mahal, padahal rumput sendiri sedang butuh air. 

Biaya penjelajahan antariksa itu amat sangat mahal. Uang sebanyak itu sebetulnya bisa digunakan untuk membiayai penelitian2 besar lainnya seperti bagaimana menggiatkan sumber air di Afrika dan negara miskin lainnya. Tapi malah negara2 kaya lebih tertarik untuk menjelajahi sesuatu yang tak jelas manfaatnya. 

Memangnya apa untungnya kalau Mars ternyata bisa dihuni? Toh penerbangan ke sana saja sudah setengah mati mahalnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.