Langsung ke konten utama

PKI Coba Adu Domba Muslim Kota Solo?

Menyerang habib dengan teriakan Allahu Akbar, kafir!......? 
Rasanya dramanya terlalu kentara. 
Liat NU sama Muhammadiyah tawuran saja belum pernah, apalagi main serangan fisik begini. Satu2nya yang pernah menyerang muslim adalah PKI. Mana buktinya? Silakan nonton video Kick Andy yang ada Gus Sholahudin Wahid. 

Dengerin ceramah orang NU soal Muhammadiyah pernah, tapi itu pun cuma menunjukan ketidaksetujuan pada pendapat orang Muhammadiyah, bukan sampai KAFIR dia! Gitu. 

Orang salafi atau yang sering dicap NU sebagai wahabi pun dalam ceramahnya tidak pernah mencap si A kafir, si B kafir. Paling mereka bilang, "Siapa yang berbuat begini, kafir, berbuat begitu, kafir." Ya wajarlah, namanya juga menjelaskan tindakan atau perbuatan yang terlarang sehingga kita bisa terjatuh ke jurang kekafiran. Kecuali kalau dia sebut nama atau golongan, baru kurang ajar.

Jadi siapa di baliknya ini? 

Rasanya kalau soal serang menyerang cuma PKI yang pernah melakukannya kepada muslim. Kalau kasus non PKI paling ya di Papua, pembakaran mesjid saat idul fitri.

Jadi siapa tersangka utamanya? Kalau teriakannya sih norak banget. Sedangkal2nya ilmu agama seorang muslim, rasanya tidak ada yang bakal teriak, Allahu Akbar, Kafir! Itu terlalu bodoh dan idiot. 

Jadi kesimpulannya? Kalau korbannya muslim biasanya polisi akan menangkap orang gila atau habib umar yang akan jadi tersangka. Kalau habib umar tidak mengadakan acara itu, tidak akan terjadi penyerangan. Kalau ga salah begitu logika polisi indonesia, contohnya ketika ada kasus pembakaran bendera tauhid, yang bawa justru jadi tersangka wkwkwkwk. 

Jadi....tunggu saja siapa orang gilanya atau kapan habib umar akan ditangkap polisi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Anda Ketagihan Makan French Fries McDonald's?

French Fries Untuk membuat kentang goreng atau French Fries McDonald's, kentang segar dicuci, dikupas, dipotong, dan direbus di pabrik. Konon  juga ditambahkan bahan kimia untuk menjaga kentang tetap berwarna kuning muda (tapi itu bukan rahasia di balik rasanya yang enak).  Setelah itu, kentang yang sudah terpotong digoreng kurang dari satu menit sebelum dibekukan dan dikirim ke gerai2 McDonald's.  Di restoran, potongan kentang beku itu digoreng dengan minyak dan garam sebelum dihidangkan untuk Anda.  Itu semua terdengar cukup standar, jadi mengapa kentang mereka sangat nikmat? Semuanya berawal pada 1950-an ketika perusahaan penyedia minyak nabati McDonald's tidak mampu membeli peralatan yang dibutuhkan untuk menghidrogenasi minyak, yang akan memperpanjang keawetannya.  Jadi pemasok memilih campuran minyak dan lemak sapi sebagai gantinya. Seiring waktu, McDonald's dan kedai makanan cepat saji lainnya menjadikan lemak hewani sebagai bagian dari  rasa penggor...

Tukang Bid'ah

Seorang ulama di Youtube mengeluarkan kata2 "suka membid'ah2kan orang" untuk merujuk pada salah satu kelompok Islam. Saya lalu terpikir : kenapa? Setelah menonton beberapa video yang ada kata "bid'ah"nya saya heran. Tidak ada kelompok islam yang menuduh kelompok lain melakukan bid'ah. Yang ada beberapa ulama yang MEMBUKTIKAN bahwa beberapa ibadah yang dilakukan oleh kelompok lain tergolong bid'ah. Sementara "ulama bid'ah" tidak pernah berniat membuktikan bahwa mereka tidak melakukan bid'ah. Adanya hanya melakukan counter dengan menuduh pihak anti bid'ah sebagai "suka membid'ah2kan orang" untuk mengesankan ulama anti bid'ah sebagai pihak yg jahat, minimal ceroboh dengan menyematkan kata "suka" tadi. Dengan kata lain, mereka memang tidak punya dalil keislaman untuk membela ibadah rekaan yang mereka jalani. Inilah yg merusak Islam. Ketika si salah tidak mau dibilang salah, tapi juga tidak bisa mem...

Poltergeist

Ramadhan 2017, aku pulang kampung ke Jorong Kampuang Ateh setelah lima tahun mondok di pesantren di Jawa Tengah. Suasana kampung Minang biasanya semarak: beduk sahur, petasan anak-anak, suara tadarus dari surau, dan aroma lamang di dapur-dapur warga. Tapi kali ini, semuanya sunyi. Jalan ke Surau Imam Bonjol—yang biasanya tak pernah sepi—kini gelap dan ditinggalkan. Orang-orang memilih shalat di rumah. Anak-anak tak lagi berani mengaji selepas Maghrib. Kakekku, Datuak Sati, seorang ninik mamak yang dituakan di kampung, hanya menggeleng saat aku tanya penyebabnya. Namun ketika aku bertanya ke Pak Caniago, muadzin surau, barulah aku dengar cerita sesungguhnya. “Makhluk itu muncul sejak sebelum Ramadhan. Hitam, tinggi, mato merah... duduk di cabang pohon waru di jalan sawah. Ndakdo urang nan ka surau malam-malam. Yang berani, jatuh sakit atau hilang akal.” Cerita itu tak membuatku gentar, malah hatiku bergolak. Surau adalah rumah Allah. Kalau warga takut lewat jalan itu, berarti ada yang s...