Langsung ke konten utama

Orang Gila Kebal Corona?

Kata siapa cuy? Emang ente yakin orang gila ga ada yang kena covid? Anak jalanan ga ada yang kena covid?

Sekarang kita bagi dua bahasan. Pertama, orang gila. Pernah liat gak orang gila sakit gigi? Ga pernah kan. Oke sebelum ke situ, pernah liat gak orang gila yang jarinya hampir putus gara2 dia iket pake karet sampai sekian lama? Dan dia ga nangis atau terlihat kesakitan kayak kamu waktu disuntik?
Gimana? Otaknya udah mulai jalan lagi baca kalimat di atas?

Oke klo otaknya udah jalan soal itu, kita pindah ke anak jalanan. Pernah gak liat anak jalanan ke dokter? Oke dokter anggaplah kemahalan. Ke puskesmas? Lah terus gimana caranya kamu bilang anak jalanan ga kena covid? Gimana caranya membuktikan dia covid atau gak, kalau ketemu tenaga kesehatan aja jarang? 

Jadi......otaaaak......mana otaaaak?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.