Langsung ke konten utama

Konspirasi Ekonomi di balik Covid 19

Iya saya percaya virus bernama covid19 yang bisa menyebabkan ini dan itu itu ada. Tapi kayaknya perlu juga akhirnya ngeluarin uneg2 ketika melihat arahnya ke eksploitasi ekonomi gini.

Bukannya secara logika, sejak dinyatakan airborne maka satu2nya jalan untuk berhadapan dengan covid adalah vaksin atau obat?

Loh kok nyerah? Gak bisa gitu donk, tentu lebih baik pakai APD dll.
Yaiyalah. Tapi pakai logika saja, klo airborne artinya apa? Bukankah tidak ada lagi tempat untuk sembunyi? Kamu pikir sekali lap atau semprot ruangan pakai desinfektan lalu si virua yang sedang tamasya di udara ga akan nempel sampai setahun kemudian? 

Come on, otak kita kan sama2 dicipta buat mikir bro? 

Namanya juga usaha kan.
Yaiyalah. Tapi bukan berarti lalu memberikan stigma bahwa tempatmu bersih dan anti kuman ketika sudah didesinfektan dan tempat yang tidak adalah penuh kuman. Lama2 ini jadi bahan jualan desinfektan dan baju APD saja.

Satu2nya cara aman adalah dengan menyinari seluruh permukaan di atas bumi tanpa terkecuali dengan sinar UV. Gimana? Bisa gak? 
Kalo bisa, silakan lanjutkan kampanye, SAYA STERIL, DIA TIDAK. Atau RUMAH SAYA STERIL, DIA TIDAK.

Ayolah mikir. Jangan sampai kayak kampanye selalu mencuci tangan dengan sabun yang ternyata di kemudian hari terbukti mengganggu perkembangan imun manusia. 

Jangan berkonspirasi di tengah penderitaan masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Anda Ketagihan Makan French Fries McDonald's?

French Fries Untuk membuat kentang goreng atau French Fries McDonald's, kentang segar dicuci, dikupas, dipotong, dan direbus di pabrik. Konon  juga ditambahkan bahan kimia untuk menjaga kentang tetap berwarna kuning muda (tapi itu bukan rahasia di balik rasanya yang enak).  Setelah itu, kentang yang sudah terpotong digoreng kurang dari satu menit sebelum dibekukan dan dikirim ke gerai2 McDonald's.  Di restoran, potongan kentang beku itu digoreng dengan minyak dan garam sebelum dihidangkan untuk Anda.  Itu semua terdengar cukup standar, jadi mengapa kentang mereka sangat nikmat? Semuanya berawal pada 1950-an ketika perusahaan penyedia minyak nabati McDonald's tidak mampu membeli peralatan yang dibutuhkan untuk menghidrogenasi minyak, yang akan memperpanjang keawetannya.  Jadi pemasok memilih campuran minyak dan lemak sapi sebagai gantinya. Seiring waktu, McDonald's dan kedai makanan cepat saji lainnya menjadikan lemak hewani sebagai bagian dari  rasa penggor...

Tukang Bid'ah

Seorang ulama di Youtube mengeluarkan kata2 "suka membid'ah2kan orang" untuk merujuk pada salah satu kelompok Islam. Saya lalu terpikir : kenapa? Setelah menonton beberapa video yang ada kata "bid'ah"nya saya heran. Tidak ada kelompok islam yang menuduh kelompok lain melakukan bid'ah. Yang ada beberapa ulama yang MEMBUKTIKAN bahwa beberapa ibadah yang dilakukan oleh kelompok lain tergolong bid'ah. Sementara "ulama bid'ah" tidak pernah berniat membuktikan bahwa mereka tidak melakukan bid'ah. Adanya hanya melakukan counter dengan menuduh pihak anti bid'ah sebagai "suka membid'ah2kan orang" untuk mengesankan ulama anti bid'ah sebagai pihak yg jahat, minimal ceroboh dengan menyematkan kata "suka" tadi. Dengan kata lain, mereka memang tidak punya dalil keislaman untuk membela ibadah rekaan yang mereka jalani. Inilah yg merusak Islam. Ketika si salah tidak mau dibilang salah, tapi juga tidak bisa mem...

Poltergeist

Ramadhan 2017, aku pulang kampung ke Jorong Kampuang Ateh setelah lima tahun mondok di pesantren di Jawa Tengah. Suasana kampung Minang biasanya semarak: beduk sahur, petasan anak-anak, suara tadarus dari surau, dan aroma lamang di dapur-dapur warga. Tapi kali ini, semuanya sunyi. Jalan ke Surau Imam Bonjol—yang biasanya tak pernah sepi—kini gelap dan ditinggalkan. Orang-orang memilih shalat di rumah. Anak-anak tak lagi berani mengaji selepas Maghrib. Kakekku, Datuak Sati, seorang ninik mamak yang dituakan di kampung, hanya menggeleng saat aku tanya penyebabnya. Namun ketika aku bertanya ke Pak Caniago, muadzin surau, barulah aku dengar cerita sesungguhnya. “Makhluk itu muncul sejak sebelum Ramadhan. Hitam, tinggi, mato merah... duduk di cabang pohon waru di jalan sawah. Ndakdo urang nan ka surau malam-malam. Yang berani, jatuh sakit atau hilang akal.” Cerita itu tak membuatku gentar, malah hatiku bergolak. Surau adalah rumah Allah. Kalau warga takut lewat jalan itu, berarti ada yang s...