Langsung ke konten utama

Muslim Indonesia Itu "Sakit"


Bali menolak wisata halal. Padahal penyumbang terbesar devisa mereka adalah muslim. Tapi wajar, karena mereka percaya agama mereka dan fanatik dengan itu. Jadinya apapun yang dibawa agama lain, mereka tolak habis2an. Walaupun mereka tau itu baik.

Yang "sakit" itu justru muslim Indonesia. Bukan rahasia lagi kalau susah mencari makanan halal di Bali. Eeeeh tapi mereka tetap ngotot liburan ke sana. Tapi nanti waktu diingatkan soal makanan halal pasti jawabnya, "aaah....negara kita negara pancasila, bukan negara islam." 

Tapi....giliran ada sultan yang datang, langsung balik badan lagi, "indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Kami tidak makan babi.......tapi minum bir saja...." 

Indooooon.......e............sia, ooooh indoooon....e..........sia😂

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.