Langsung ke konten utama

Kenapa Ada Saku Kecil Lagi di Dalam Saku Jeans Anda?


Ada berbagai cerita, mulai dari kantong koin hingga kantong tiket, kantong menyimpan emas, tapi inilah kisah sebenarnya. 

Kalau Anda beli jeans, biasanya ada saku kecil di dalam saku jeans Anda. Di zaman sekarang, Anda mungkin sudah tidak menggunakannya karena terlalu kecil untuk memuat apa pun. Tapi kenapa itu ada? Hari ini, mungkin saku itu tidak berguna, tetapi dulu di akhir 1800-an ada fungsinya. Kantong kecil ini sebenarnya disebut sebagai kantong jam, karena pada awalnya ditujukan sebagai tempat yang aman bagi para pria untuk menyimpan jam saku. Ini berasal dari desain celana jeans pertama Levi's Strauss, yang mulai memasuki pasar pada tahun 1879. Awalnya hanya ada empat kantong di celana jeans, termasuk saku kecil ini. Satu di belakang, di depan dua, plus saku arloji kecil ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.