Langsung ke konten utama

Susu Penyembuh Covid

Awalnya memang penasaran sama susu ini, susu lansia, susu bayi, susu ototlah, dan jenis2 susu lainnya. Sebelum akhirnya sy baca sebuah artikel marketing. Di situ disebutkan bahwa sebenarnya itu teknik marketing. Bahwa susu apapun, bagus untuk lansia. Susu apapun bisa untuk menggemukan badan. Susu apapun, bisa dijadikan pengganti makanan sehari2, buat diet. Susu apapun, bagus untuk anak2 dan pertumbuhan tulang. Tapi si produsen ingin membuat seolah2 susunya ISTIMEWA. Berbagai teknik pun dirancang. Yang sederhana, tentunya ngiklan. Yg lebih rumit, SEWA BUZZER. Akhirnya semua org percaya, susu A untuk lansia, B untuk balita, dan C untuk olahraga. Padahal sama. Oiya susu APAPUN maksudnya, semua susu sapi ya.

Lah kok kenapa sekarang heboh susu A2? Come on. Semua jenis susu sapi itu bermanfaat. Dan salah satu teknik marketing paling top di dunia KESETANAN alias KESEHATAN adalah CIPTAKAN KETAKUTAN. Buatlah seolah2 klo tidak dapat A2 anda bakal jadi orang paling tolol di dunia. Padahal tidak sama sekali. Sama saja seperti masker KN atau masker bedah biasa, bahkan scuba. Saya sudah pernah liat tabel perbandingan resminya (tapi lupa sumbernya waktu itu dimana) dan iya beda tapi BEDANYA GAK SEGITUNYA! Tapi namanya bisnis, dibakarlah isu bahwa scuba tidak efektif dll. Harus masker medis. Padahal benarkah sejauh itu perbedaan dampaknya?

Melihat orang rebutan susu bearbrand sampai gontok2an, jadi ingat ibuk2 di grup WA yg membahas tingginya biaya pendidikan, setelah ditelusuri ternyata anak mereka sekolah di.......SEKOLAH INTERNASIONAL! Jadi ingat juga pada orang2 sakit yg merasa biaya kesehatan tinggi. Padahal? Mereka OGAH BEROBAT KE KLINIK YG MURAH! MENGANGGAP MURAH ITU TIDAK PATEN! TIDAK TOP! Logika aneh mereka ketika mengeluarkan uang seribu, harus dilakukan penyelidikan dulu 3 hari 2 malam. Tapi kalau mengeluarkan biaya 300 juta untuk kesehatan, tidak perlu diselidiki, gas keuun saja 😂 

Logika yg wooooowww.....cer............diot 

Jadi bagaimana kalau nanti viral, seorang guru meminjam uang 100 juta pada rentenir demi membeli susu beruang. Haruskah simpati? WAAAH LUARBIASA DIA DEMI KELUARGANYA BERKORBAN......WOOOOOW padahal......YANG SURUH BELI BEAR BRAND SIAPA BUUUUNG? 😂

Anak balita tanpa susu rutin pun sebetulnya bisa tumbuh jadi anak yg sehat kok. Meskipun ya mustahil rasanya jaman sekarang org bisa MENGHINDARI susu. Maksudnya semiskin2nya org, setau saya sekali setahun pasti bisa nyicipin susu. Jadi sebetulnya benarkah engkau ayahanda, berutang kanan kiri demi anakmu? Ataukah demi gengsi dilihat tetanggamu? Benarkah wahai ibu, kau nyolong susu di minimarket karena demi anakmu, atau gengsi dengan tetanggamu? 

Benarkah biaya pendidikan mahal, atau engkau gengsi sebagai orangtua, jika anakmu sekolah negeri? Benarkah biaya kesehatan mahal, atau hanya karena engkau gengsi berobat ke puskesmas atau klinik murah? 

Cukuplah covid merusak badan kita, jangan sampai otak kita ikut2an tolol karena berhadapan dengan virus ini. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Anda Ketagihan Makan French Fries McDonald's?

French Fries Untuk membuat kentang goreng atau French Fries McDonald's, kentang segar dicuci, dikupas, dipotong, dan direbus di pabrik. Konon  juga ditambahkan bahan kimia untuk menjaga kentang tetap berwarna kuning muda (tapi itu bukan rahasia di balik rasanya yang enak).  Setelah itu, kentang yang sudah terpotong digoreng kurang dari satu menit sebelum dibekukan dan dikirim ke gerai2 McDonald's.  Di restoran, potongan kentang beku itu digoreng dengan minyak dan garam sebelum dihidangkan untuk Anda.  Itu semua terdengar cukup standar, jadi mengapa kentang mereka sangat nikmat? Semuanya berawal pada 1950-an ketika perusahaan penyedia minyak nabati McDonald's tidak mampu membeli peralatan yang dibutuhkan untuk menghidrogenasi minyak, yang akan memperpanjang keawetannya.  Jadi pemasok memilih campuran minyak dan lemak sapi sebagai gantinya. Seiring waktu, McDonald's dan kedai makanan cepat saji lainnya menjadikan lemak hewani sebagai bagian dari  rasa penggor...

Tukang Bid'ah

Seorang ulama di Youtube mengeluarkan kata2 "suka membid'ah2kan orang" untuk merujuk pada salah satu kelompok Islam. Saya lalu terpikir : kenapa? Setelah menonton beberapa video yang ada kata "bid'ah"nya saya heran. Tidak ada kelompok islam yang menuduh kelompok lain melakukan bid'ah. Yang ada beberapa ulama yang MEMBUKTIKAN bahwa beberapa ibadah yang dilakukan oleh kelompok lain tergolong bid'ah. Sementara "ulama bid'ah" tidak pernah berniat membuktikan bahwa mereka tidak melakukan bid'ah. Adanya hanya melakukan counter dengan menuduh pihak anti bid'ah sebagai "suka membid'ah2kan orang" untuk mengesankan ulama anti bid'ah sebagai pihak yg jahat, minimal ceroboh dengan menyematkan kata "suka" tadi. Dengan kata lain, mereka memang tidak punya dalil keislaman untuk membela ibadah rekaan yang mereka jalani. Inilah yg merusak Islam. Ketika si salah tidak mau dibilang salah, tapi juga tidak bisa mem...

Poltergeist

Ramadhan 2017, aku pulang kampung ke Jorong Kampuang Ateh setelah lima tahun mondok di pesantren di Jawa Tengah. Suasana kampung Minang biasanya semarak: beduk sahur, petasan anak-anak, suara tadarus dari surau, dan aroma lamang di dapur-dapur warga. Tapi kali ini, semuanya sunyi. Jalan ke Surau Imam Bonjol—yang biasanya tak pernah sepi—kini gelap dan ditinggalkan. Orang-orang memilih shalat di rumah. Anak-anak tak lagi berani mengaji selepas Maghrib. Kakekku, Datuak Sati, seorang ninik mamak yang dituakan di kampung, hanya menggeleng saat aku tanya penyebabnya. Namun ketika aku bertanya ke Pak Caniago, muadzin surau, barulah aku dengar cerita sesungguhnya. “Makhluk itu muncul sejak sebelum Ramadhan. Hitam, tinggi, mato merah... duduk di cabang pohon waru di jalan sawah. Ndakdo urang nan ka surau malam-malam. Yang berani, jatuh sakit atau hilang akal.” Cerita itu tak membuatku gentar, malah hatiku bergolak. Surau adalah rumah Allah. Kalau warga takut lewat jalan itu, berarti ada yang s...