Langsung ke konten utama

Kenapa Orang Inggris Memasukkan Susu ke dalam Teh Mereka?



Ini bukan soal rasa. Dalam cuaca yang dingin, kebanyakan orang akan beralih ke secangkir teh hangat. Entah itu hijau, herbal, atau hitam, yang penting teh. 

Namun, satu hal yang membingungkan ketika melihat orang Inggris (entah kalau bule lainnya) membuat teh. Kalau di Indonesia teh itu ya teh. Di Jepang, Cina juga begitu. Tapi kalau di Inggris mereka menambahkan susu ke dalam tehnya, dan itulah teh STANDAR mereka. India juga begitu, tapi mungkin ada kaitan dengan kebiasaan Inggris yang pernah menjajah mereka. Namun, itu membuat saya berpikir mengapa harus memasukkan susu ke dalam teh? Ternyata, itu adalah hal yang sangat Inggris untuk dilakukan, dan itu tidak ada hubungannya dengan rasanya.

Mengapa memasukkan susu ke dalam teh? 
Orang Inggris memiliki cara mereka sendiri dalam melakukan sesuatu, dan itu termasuk cara mereka menyiapkan teh. Kebiasaan orang Inggris memasukkan susu ke dalam teh sudah ada sejak abad ke-18, sejak teh mulai diseduh dalam pot. Teh adalah masalah besar pada saat itu, dan orang-orang cenderung meminumnya dari cangkir porselen. Namun, kebanyakan orang tidak mampu membeli porselen yang mewah, sementara kalau menggunakan cangkir porselen biasa akan pecah karena panasnya teh yang mendidih.

Solusinya? Tuangkan dulu susu ke dalam cangkirnya, baru tambahkan air tehnya. Susu dingin akan mendinginkan teh dan cukup untuk menjaga agar porselen tidak pecah, dan rasa pahit yang berkurang hanyalah manfaat tambahan. Menurut beberapa sumber, teh juga sangat mahal pada saat itu. Sehingga keluarga yang tidak mampu membeli dalam jumlah besar akan menambahkan banyak susu dan sedikit teh dalam setiap sajian teh mereka. Sementara keluarga kaya cenderung melakukan yang sebaliknya.

Apakah ada cara yang tepat untuk minum teh dengan susu? 
Jawabannya adalah: Tidak juga. Anda dapat menambahkan sedikit atau sebanyak yang Anda inginkan. Meskipun menambahkan susu terlebih dahulu dan kemudian menuangkan teh di atasnya mungkin akan membuat rasanya lebih enak. Ini karena ketika Anda menambahkan teh panas ke dalam susu dingin, Anda membawa susu ke suhu teh, yang akan mendistribusikan rasa lebih merata. Namun, jika Anda menambahkan susu ke dalam teh, Anda justru akan mendinginkan tehnya, dan rasanya mungkin tidak enak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Anda Ketagihan Makan French Fries McDonald's?

French Fries Untuk membuat kentang goreng atau French Fries McDonald's, kentang segar dicuci, dikupas, dipotong, dan direbus di pabrik. Konon  juga ditambahkan bahan kimia untuk menjaga kentang tetap berwarna kuning muda (tapi itu bukan rahasia di balik rasanya yang enak).  Setelah itu, kentang yang sudah terpotong digoreng kurang dari satu menit sebelum dibekukan dan dikirim ke gerai2 McDonald's.  Di restoran, potongan kentang beku itu digoreng dengan minyak dan garam sebelum dihidangkan untuk Anda.  Itu semua terdengar cukup standar, jadi mengapa kentang mereka sangat nikmat? Semuanya berawal pada 1950-an ketika perusahaan penyedia minyak nabati McDonald's tidak mampu membeli peralatan yang dibutuhkan untuk menghidrogenasi minyak, yang akan memperpanjang keawetannya.  Jadi pemasok memilih campuran minyak dan lemak sapi sebagai gantinya. Seiring waktu, McDonald's dan kedai makanan cepat saji lainnya menjadikan lemak hewani sebagai bagian dari  rasa penggor...

Tukang Bid'ah

Seorang ulama di Youtube mengeluarkan kata2 "suka membid'ah2kan orang" untuk merujuk pada salah satu kelompok Islam. Saya lalu terpikir : kenapa? Setelah menonton beberapa video yang ada kata "bid'ah"nya saya heran. Tidak ada kelompok islam yang menuduh kelompok lain melakukan bid'ah. Yang ada beberapa ulama yang MEMBUKTIKAN bahwa beberapa ibadah yang dilakukan oleh kelompok lain tergolong bid'ah. Sementara "ulama bid'ah" tidak pernah berniat membuktikan bahwa mereka tidak melakukan bid'ah. Adanya hanya melakukan counter dengan menuduh pihak anti bid'ah sebagai "suka membid'ah2kan orang" untuk mengesankan ulama anti bid'ah sebagai pihak yg jahat, minimal ceroboh dengan menyematkan kata "suka" tadi. Dengan kata lain, mereka memang tidak punya dalil keislaman untuk membela ibadah rekaan yang mereka jalani. Inilah yg merusak Islam. Ketika si salah tidak mau dibilang salah, tapi juga tidak bisa mem...

Poltergeist

Ramadhan 2017, aku pulang kampung ke Jorong Kampuang Ateh setelah lima tahun mondok di pesantren di Jawa Tengah. Suasana kampung Minang biasanya semarak: beduk sahur, petasan anak-anak, suara tadarus dari surau, dan aroma lamang di dapur-dapur warga. Tapi kali ini, semuanya sunyi. Jalan ke Surau Imam Bonjol—yang biasanya tak pernah sepi—kini gelap dan ditinggalkan. Orang-orang memilih shalat di rumah. Anak-anak tak lagi berani mengaji selepas Maghrib. Kakekku, Datuak Sati, seorang ninik mamak yang dituakan di kampung, hanya menggeleng saat aku tanya penyebabnya. Namun ketika aku bertanya ke Pak Caniago, muadzin surau, barulah aku dengar cerita sesungguhnya. “Makhluk itu muncul sejak sebelum Ramadhan. Hitam, tinggi, mato merah... duduk di cabang pohon waru di jalan sawah. Ndakdo urang nan ka surau malam-malam. Yang berani, jatuh sakit atau hilang akal.” Cerita itu tak membuatku gentar, malah hatiku bergolak. Surau adalah rumah Allah. Kalau warga takut lewat jalan itu, berarti ada yang s...