Langsung ke konten utama

Apa Kepanjangan dari Kit Kat?




Kit Kat, dengan lapisan wafernya yang renyah, lapisan cokelat yang halus, dan tekstur yang renyah, adalah kudapan klasik yang diharapkan anak-anak dapatkan saat ke swalayan. Di Inggris saja, orang makan lebih dari 1 miliar Kit Kat setiap tahun. 

Penganan ini dinikmati di seluruh dunia. Merek ini selalu hadir dengan sentuhan baru yang berbeda daripada Kit Kat asli, seperti tambahan rasa Mocha dll. Karena kita sangat menikmati kudapan ini, kira-kira apa kepanjangan dari Kit Kat? 

Apa yang orang pikirkan tentang "Kit Kat"? 
Sejujurnya, ada banyak teori di balik nama coklat batangan Kit Kat. 

Beberapa orang mengklaim bahwa suguhan tersebut dinamai merujuk pada sebuah klub di Inggris, yang disebut Kit-Cat, di mana lukisan Sir Godfrey Kneller tentang anggota klub digantungkan pada akhir 1600-an dan awal 1700-an. Klub ini memiliki langit-langit rendah, sehingga hanya dapat menampung lukisan dengan ukuran tertentu, yang secara historis disebut sebagai "ukuran kit-cat." 

Istilah "kit-cat" atau "kit-kat"sendiri digunakan di tempat lain pada abad ke-17 dan ke-18. Itu juga merupakan nama majalah di Pennsylvania, yang diterbitkan oleh Keighton Bros. Pasarnya adalah "majalah mingguan untuk rumah" dan menjualnya seharga 50 sen. 

Penggemar Kit Kat lainnya berspekulasi bahwa nama tersebut merupakan akronim dari “Keep In Touch, Kappa Alpha Theta.” Istri penemu Kit Kat, Joseph Rowntree adalah anggota perkumpulan mahasiswi Kappa Alpha Theta. 

Segala macam mitos dan legenda tentang nama Kit Kat terus bermunculan. Tapi pertanyaannya tetap saja, apa kepanjangan dari Kit Kat? 

Apa artinya ? 
Menurut perusahaan yang memproduksi Kit Kat, seorang pembuat makanan bernama Joseph Rowntree secara resmi menciptakan nama itu dan mulai menjual camilan itu pada tahun 1935. 

Namun, nama itu pertama kali sudah muncul di berbagai kotak cokelat yang dibuat Rowntree selama tahun 1920-an. Nama itu secara resmi berasal dari klub sastra Whig abad ke-18 yang diberi nama berdasarkan seorang pria bernama Christopher Catling, atau Kit Cat. Sepertinya cerita inilah yang lebih tepat sebagai asal usul sebenarnya dari nama Kit Kat!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Anda Ketagihan Makan French Fries McDonald's?

French Fries Untuk membuat kentang goreng atau French Fries McDonald's, kentang segar dicuci, dikupas, dipotong, dan direbus di pabrik. Konon  juga ditambahkan bahan kimia untuk menjaga kentang tetap berwarna kuning muda (tapi itu bukan rahasia di balik rasanya yang enak).  Setelah itu, kentang yang sudah terpotong digoreng kurang dari satu menit sebelum dibekukan dan dikirim ke gerai2 McDonald's.  Di restoran, potongan kentang beku itu digoreng dengan minyak dan garam sebelum dihidangkan untuk Anda.  Itu semua terdengar cukup standar, jadi mengapa kentang mereka sangat nikmat? Semuanya berawal pada 1950-an ketika perusahaan penyedia minyak nabati McDonald's tidak mampu membeli peralatan yang dibutuhkan untuk menghidrogenasi minyak, yang akan memperpanjang keawetannya.  Jadi pemasok memilih campuran minyak dan lemak sapi sebagai gantinya. Seiring waktu, McDonald's dan kedai makanan cepat saji lainnya menjadikan lemak hewani sebagai bagian dari  rasa penggor...

Tukang Bid'ah

Seorang ulama di Youtube mengeluarkan kata2 "suka membid'ah2kan orang" untuk merujuk pada salah satu kelompok Islam. Saya lalu terpikir : kenapa? Setelah menonton beberapa video yang ada kata "bid'ah"nya saya heran. Tidak ada kelompok islam yang menuduh kelompok lain melakukan bid'ah. Yang ada beberapa ulama yang MEMBUKTIKAN bahwa beberapa ibadah yang dilakukan oleh kelompok lain tergolong bid'ah. Sementara "ulama bid'ah" tidak pernah berniat membuktikan bahwa mereka tidak melakukan bid'ah. Adanya hanya melakukan counter dengan menuduh pihak anti bid'ah sebagai "suka membid'ah2kan orang" untuk mengesankan ulama anti bid'ah sebagai pihak yg jahat, minimal ceroboh dengan menyematkan kata "suka" tadi. Dengan kata lain, mereka memang tidak punya dalil keislaman untuk membela ibadah rekaan yang mereka jalani. Inilah yg merusak Islam. Ketika si salah tidak mau dibilang salah, tapi juga tidak bisa mem...

Poltergeist

Ramadhan 2017, aku pulang kampung ke Jorong Kampuang Ateh setelah lima tahun mondok di pesantren di Jawa Tengah. Suasana kampung Minang biasanya semarak: beduk sahur, petasan anak-anak, suara tadarus dari surau, dan aroma lamang di dapur-dapur warga. Tapi kali ini, semuanya sunyi. Jalan ke Surau Imam Bonjol—yang biasanya tak pernah sepi—kini gelap dan ditinggalkan. Orang-orang memilih shalat di rumah. Anak-anak tak lagi berani mengaji selepas Maghrib. Kakekku, Datuak Sati, seorang ninik mamak yang dituakan di kampung, hanya menggeleng saat aku tanya penyebabnya. Namun ketika aku bertanya ke Pak Caniago, muadzin surau, barulah aku dengar cerita sesungguhnya. “Makhluk itu muncul sejak sebelum Ramadhan. Hitam, tinggi, mato merah... duduk di cabang pohon waru di jalan sawah. Ndakdo urang nan ka surau malam-malam. Yang berani, jatuh sakit atau hilang akal.” Cerita itu tak membuatku gentar, malah hatiku bergolak. Surau adalah rumah Allah. Kalau warga takut lewat jalan itu, berarti ada yang s...