Langsung ke konten utama

10 Hewan dengan Kekuatan Super




Kemampuan luar biasa yang dimiliki makhluk-makhluk ini mungkin tampak seperti sesuatu yang keluar dari buku komik, tetapi mereka benar-benar nyata. 

1. Lebah memiliki indra keenam 
Lebah menghasilkan muatan listrik positif saat mengepakkan sayapnya dan mentransfer sebagian muatan ke bunga saat mendarat. Berkat studi tahun 2013 di jurnal Science, para ahli sekarang tahu bahwa ketika lebah mendeteksi perubahan muatan pada bunga, mereka akan menghindari bunga itu, mereka bisa merasakan bahwa lebah lain baru saja telah menghilangkan serbuk sari bunga itu. 

2. Elang Peregrine memiliki kecepatan kilat 
Elang peregrine telah mencatat kecepatan 390 km/jam. Menjadikan burung hitam dan abu-abu ini anggota tercepat dalam kerajaan hewan. Saat melayang ke arah mangsa, peregrine menyelipkan sayap mereka ke dalam tubuh mereka, menciptakan bentuk tetesan air mata yang sangat aerodinamis yang sempurna untuk menyerang burung kecil dan mamalia dengan cepat. 

3. Kungkang dapat bertahan dari hampir semua luka 
Kungkang berjari tiga mungkin tidak bergerak cepat. Tetapi pemulihan cepat mereka dari luka yang dapat membunuh hewan lain telah membuat mereka menjadi fokus penelitian ilmiah. Beberapa ahli percaya bahwa sejumlah bakteri menguntungkan yang hidup di bulu kungkang membantu kungkang sembuh dengan cepat dan tanpa infeksi. 

4. Rusa memiliki penglihatan super 
Kemampuan unik rusa kutub untuk melihat sinar UV memungkinkan mereka mencari makanan dengan lebih baik dan mampu menghindari pemangsa di lanskap Arktik yang keras. Sumber makanan musim dingin utama mereka, lumut kerak, dan pemangsa utama mereka, serigala, keduanya menyerap sinar UV, sehingga mereka tampak menonjol dari salju yang memantulkan sinar UV. 

5. Burung lyrebird adalah peniru ulung 
Burung-burung Australia ini terkenal karena kemampuannya menirukan suara termasuk gergaji mesin, alarm mobil, gonggongan anjing, dan bunyi klik dari rana kamera. 

6. Sotong bisa menjadi tidak terlihat 
Tidak terlihat, maksudnya mereka memiliki beberapa keterampilan kamuflase terbaik di dunia hewan. Mereka dapat mengubah tubuh mereka menyerupai hampir semua bentuk yang ada di bawah air untuk berbaur dengan lingkungan mereka dan bersembunyi dari pemangsa. Mereka bahkan memiliki kantung di kulit mereka yang mengandung pigmen khusus sehingga mereka dapat berubah warna dalam sekejap. 

7. Gajah memiliki hidung yang sangat serbaguna 
Kita semua tahu belalai gajah dapat menjadi seperti anggota badan ekstra. Tetapi tahukah Anda bahwa gajah dapat dengan mudah mengangkat barang satu ton, hanya dengan menggunakan belalainya? Plus, batang hidung itu juga dapat bertindak sebagai selang, snorkel, galah, dan garpu, tergantung pada situasinya. Sayangnya, pemburu telah menempatkan hewan cerdas ini dalam daftar spesies yang terancam punah. 

8. Teripang dapat meregenerasi organnya 
Makhluk laut yang tampak seperti ulat ini memiliki salah satu mekanisme pertahanan yang paling menarik, tetapi juga cukup menjijikkan. Mereka mengkontraksikan otot-otot mereka dan mengeluarkan beberapa organ internal mereka, keluar dari pantat mereka, yang akan menjerat predator dan juga mengeluarkan bahan kimia beracun. Ya, mereka membuang usus mereka untuk membunuh musuh mereka. Organ yang dikeluarkan kemudian diregenerasi kembali. 

9. Hyena memiliki perut baja 
Oke, tidak secara harfiah. Tapi mereka bisa memakan semua jenis hewan. Apakah itu mangsa mereka sendiri atau mayat yang membusuk, dari rusa kutub dan burung hingga kadal dan ular. Rahang mereka bahkan mampu menghancurkan tulang. Satu-satunya hal yang tidak bisa mereka cerna adalah kuku, tanduk, dan rambut. Segala sesuatu yang lain ada di menu mereka. 

10. Ular tertentu memiliki sensor panas internal 
Berkat organ kecil di wajah mereka, ular berbisa dan beberapa spesies ular sanca dan boa mampu mendeteksi panas tubuh mangsa di dekatnya. Oleh karena saraf menghubungkan organ itu ke sistem somatosensori otak yang memproses indera peraba, ular sebenarnya bisa merasakan panas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Anda Ketagihan Makan French Fries McDonald's?

French Fries Untuk membuat kentang goreng atau French Fries McDonald's, kentang segar dicuci, dikupas, dipotong, dan direbus di pabrik. Konon  juga ditambahkan bahan kimia untuk menjaga kentang tetap berwarna kuning muda (tapi itu bukan rahasia di balik rasanya yang enak).  Setelah itu, kentang yang sudah terpotong digoreng kurang dari satu menit sebelum dibekukan dan dikirim ke gerai2 McDonald's.  Di restoran, potongan kentang beku itu digoreng dengan minyak dan garam sebelum dihidangkan untuk Anda.  Itu semua terdengar cukup standar, jadi mengapa kentang mereka sangat nikmat? Semuanya berawal pada 1950-an ketika perusahaan penyedia minyak nabati McDonald's tidak mampu membeli peralatan yang dibutuhkan untuk menghidrogenasi minyak, yang akan memperpanjang keawetannya.  Jadi pemasok memilih campuran minyak dan lemak sapi sebagai gantinya. Seiring waktu, McDonald's dan kedai makanan cepat saji lainnya menjadikan lemak hewani sebagai bagian dari  rasa penggor...

Tukang Bid'ah

Seorang ulama di Youtube mengeluarkan kata2 "suka membid'ah2kan orang" untuk merujuk pada salah satu kelompok Islam. Saya lalu terpikir : kenapa? Setelah menonton beberapa video yang ada kata "bid'ah"nya saya heran. Tidak ada kelompok islam yang menuduh kelompok lain melakukan bid'ah. Yang ada beberapa ulama yang MEMBUKTIKAN bahwa beberapa ibadah yang dilakukan oleh kelompok lain tergolong bid'ah. Sementara "ulama bid'ah" tidak pernah berniat membuktikan bahwa mereka tidak melakukan bid'ah. Adanya hanya melakukan counter dengan menuduh pihak anti bid'ah sebagai "suka membid'ah2kan orang" untuk mengesankan ulama anti bid'ah sebagai pihak yg jahat, minimal ceroboh dengan menyematkan kata "suka" tadi. Dengan kata lain, mereka memang tidak punya dalil keislaman untuk membela ibadah rekaan yang mereka jalani. Inilah yg merusak Islam. Ketika si salah tidak mau dibilang salah, tapi juga tidak bisa mem...

Poltergeist

Ramadhan 2017, aku pulang kampung ke Jorong Kampuang Ateh setelah lima tahun mondok di pesantren di Jawa Tengah. Suasana kampung Minang biasanya semarak: beduk sahur, petasan anak-anak, suara tadarus dari surau, dan aroma lamang di dapur-dapur warga. Tapi kali ini, semuanya sunyi. Jalan ke Surau Imam Bonjol—yang biasanya tak pernah sepi—kini gelap dan ditinggalkan. Orang-orang memilih shalat di rumah. Anak-anak tak lagi berani mengaji selepas Maghrib. Kakekku, Datuak Sati, seorang ninik mamak yang dituakan di kampung, hanya menggeleng saat aku tanya penyebabnya. Namun ketika aku bertanya ke Pak Caniago, muadzin surau, barulah aku dengar cerita sesungguhnya. “Makhluk itu muncul sejak sebelum Ramadhan. Hitam, tinggi, mato merah... duduk di cabang pohon waru di jalan sawah. Ndakdo urang nan ka surau malam-malam. Yang berani, jatuh sakit atau hilang akal.” Cerita itu tak membuatku gentar, malah hatiku bergolak. Surau adalah rumah Allah. Kalau warga takut lewat jalan itu, berarti ada yang s...